Flash Fiction
Disukai
2
Dilihat
18
Monoton
Self Improvement
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Kalian pernah dengar lagu ini?

"Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi..."

Entah kenapa lagu itu tiba-tiba terngiang di kepalaku, saat rebahan malas di sofa. Masalahnya, aku bukan kanak-kanak lagi, usiaku sudah lewat dua puluh tahun. Orang bilang aku "generasi rebahan". Aku metasa sekarang hidupku diam-diam sedang dikendalikan persis seperti pengulangan lagu anak-anak itu. Dulu mungkin bernilai baik, tapi sekarang rasanya jadi beda.

Bangun.

Mandi.

Gosok gigi.

Sarapan.

Main HP.

Makan siang.

Tidur siang.

Main HP lagi.

Makan malam.

Tidur.

Besoknya begitu terus berulamg dari awal. Membosankan!

Kalau hidupku dijadikan serial televisi, penonton pasti berhenti nonton di episode kedua karena semua episodenya persis sama. Monoton!.

Aku merasa seperti lakon NPC dalam video game, karakter yang setiap hari berdiri di tempat yang sama. Kalau diajak bicara jawabannya juga selalu sama, itu-itu saja, mereka "manusia mesin".

"Selamat pagi."

"Cuacanya cerah, ya."

Aku takut suatu hari nanti ada orang yang menekan tombol Skip Dialogue saat berbicara denganku, karena dikiranya aku juga mesin.

Aku harus bangun, harus lakukan sesuatu, apa saja, asalkan hidupku tak lagi seperti tombol Repeat, karena manusia tidak diciptakan hanya untuk bangun, makan, tidur.

Kalau hanya itu yang bisa kulakukan, ayam tetangga jauh lebih bernilai dari aku. Setidaknya setiap pagi ia selalu membangunkan orang-orang.

Sedangkan aku?

"Apakah hidupmu monoton sepertiku?"

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Self Improvement
Rekomendasi