Suara peluit kereta malam pukul 20.30 memberi tanda bahwa jadwal keberangkatan berikutnya akan segera tiba waktunya.
Meyka bergegas masuk ke gerbong kereta, perlahan menyusuri sambil memperhatikan angka yg tertera di kursi dan menyamakannya dengan angka di tiket yang dipegangnya.
"101." gumamnya, ketika ia menemukan angka yang sana dengan angka yang ada di tiketnya.
Meka menjatuhkan tubuhnya pada kursi gerbong. Ada sedikit rasa lelah yang terhapus setelah tubuhnya menempel pada bantalan kursi itu. Kursi di sebelahnya masih kosong. Namun tak berapa lama, seorang perempuan yang menurut perkiraan Meyka masih usia remaja, mengajaknya bicara.
"Maaf, Kak. Nomor kursi sebelah kakak itu nomor saya." kata perempuan remaja itu sambil menunjuk kursi dekat jendela sebelah Meyka.
"Oh, iya. Silakan." Meyka berdiri mempersilakan perempuan itu untuk masuk dan duduk di kursi sebelahnya.