Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
294
2025 dan 2026
Drama

2025 duduk termenung, menanti kehadiran sahabat barunya, 2026.

“Temanku, aku sudah lama menunggu. Kau datang menggantikan kesepian yang kutanggung sejak 2024 pergi. Aku ingin kau menemaniku, agar aku tidak lagi merasa sendiri,” kata 2025 dengan suara bergetar.

2026 tersenyum lembut, lalu meraih tangan 2025.

“Jangan takut, 2025. Aku hadir bukan untuk menghapusmu, melainkan untuk melanjutkan jejakmu. Kau telah memberi manusia harapan, tawa, dan juga air mata. Kini tugasku adalah meneruskan cerita itu.”

“Namun aku masih merasa kosong,” bisik 2025. “Aku takut manusia akan menganggapku tahun yang buruk. Aku takut mereka hanya mengingat luka, bukan kebahagiaan.”

Mereka berdua duduk berdampingan, menatap cahaya yang bersinar di angkasa. Rasa hangat dan damai menyelimuti diri mereka.

“Temanku,” ujar 2026, “kau harus beristirahat. Biarkan aku berjalan bersama manusia. Aku akan membawa harapan baru, mimpi baru, dan doa-doa yang mereka panjatkan malam ini.”

2025 menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis.

“Baiklah, 2026. Aku serahkan dunia ini padamu. Jagalah mereka, bahagiakan mereka. Dan bila suatu saat kau bertemu dengan 2027, sampaikan salamku padanya. Katakan bahwa aku akan menantinya di sisi lain.”

Jarum jam menunjuk ke angka dua belas. Dentang terdengar, kembang api meledak di langit. 2025 perlahan memudar, meninggalkan jejak samar di awan. 2026 berdiri tegak, menatap manusia yang bersorak gembira.

“Selamat datang, 2026,” bisik angin malam.

Dan tahun baru pun dimulai, dengan harapan yang kembali menyala di hati manusia.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi