"Hai."
Itu mungkin bukan awalan yang buruk, tapi itu pemilihan kata yang sangat ... canggung, bukan?
Mengingat kau dan aku bukan siapa-siapa, melainkan hanya orang-orang yang tak sengaja, dalam beberapa kesempatan, bertemu sebagai teman sekelas, atau sekedar tetangga kelas. Istilah yang aneh, tapi kau bisa mengabaikan itu.
Aku baru saja menyelesaikan novel yang telah lama kunantikan, sekitar setahun? Mungkin.
Judulnya menarik, itu benar-benar menggambarkan sesuatu, tentang hal yang lama kusembunyikan, seorang diri, tanpa seorang pun yang tahu.
Saat menyelesaikan lembaran terakhir, aku teringat padamu. Tentang sosokmu yang hampir menyerupai A, karakter pria di sebuah cerita, yang selalu menjadi favoritku. Tentu saja, kalian berbeda.
Oh, kuharap kau tidak merasa jengkel saat membaca ini. Kutahu kau mudah jengkel, mengetahui pengalaman seorang teman yang juga mengirim pesan padamu, yang pesannya bisa dikatakan sangat aneh, konyol dan ... entahlah, bagaimana kau akan menyimpulnya.
Tapi, tenang.
Saat kau menerima ini, kau tidak akan merasa jengkel. Karena aku akan mengirim ini di usiamu yang akan mengharapkan sedikit hiburan. Ini akan cukup menghibur untuk dibaca, kalau-kalau kau menangkap maksudku.
Kuputuskan akan mengirim ini tahun 2030, entah bagaimana kondisimu saat itu, eh saat ini, karena kembali lagi, kau akan menerimanya di waktu itu, sekarang, di mana kau akan membacanya.
Kau mungkin sudah berkeluarga, atau meraih semua hal yang kau impikan, tapi kuharap semua hal baik-baik saja, di antara semua itu.
Sedangkan untukku, aku berharap bisa menjadi versi terbaik dari diriku. Melakukan hal-hal yang selalu ingin kuwujudkan, dan kuharap aku telah keluar (perluas) zona nyaman, membuka kunci pintu yang sebenarnya tidak ada, yang mengurungku belasan tahun.
Baru-baru ini aku terluka begitu dalam, kupikir itu proses menuju dewasa yang selalu dikatakan orang-orang. Tapi, aku masih belum bisa melepas semua hal kekanakan dalam diriku. Aneh ya.
Oh!
Novel, aku menulis ini karena novel yang kubaca. Bodoh sekali aku karena membuat tulisan ini melenceng.
Tidak mungkin, daya ponsel ini 33% !
Aku akan melanjutkan ini setelah daya barang ajaib ini terisi penuh!
ㅁㅁㅁ
Oh, hai lagi!
Aku tak bisa melanjutkan menulis ini semalam, kupikir aku sibuk dengan hal lain sampai lupa. Ini masih pagi, dan aku mendengar musik menyebalkan diputar, itu sejenis dangdut yang di-mix dengan rege, eh bagaimana menulisnya?
Yang jelas itu terdengar sangat aneh di telinga.
Efek membaca novel kemarin sudah mulai hilang, jadi aku tak mungkin bisa menyampaikan semua maksudku kemarin dengan baik. Atau kurasa akan lebih baik jika aku berhenti menulis ini. Kau mungkin sangat terganggu.
Ngomong-ngomong, kalau-kalau saat membaca ini kau sudah punya seorang bocah yang mirip denganmu atau pasanganmu, kuharap kau membaginya dengannya, tapi jangan bagikan ini pada pasanganmu. Itu akan sangat ... aneh, dia mungkin akan merasa marah padaku, dan aku benci dihajar atau sejenisnya, dan paling utama ... aku benci dianggap seperti perempuan di dalam seri 'Ku Menangis'.
Wahh, dipikir lagi itu menjengkelkan.
Kurasa akan mengirim ini tahun 2050 saja, kupikir itu waktu yang cukup untuk membuatku lupa, kalau aku pernah menulis ini dan mengirimnya padamu.
Hahh, aku ingin sekali ke Meteora!
Tapi itu terlalu jauh, kalau Doraemon benar-benar ada, aku akan memaksanya meminjamkan pintu kemana saja-nya padaku.
Ngomong-ngomong, kucing masih menjadi makhluk Allah paling imut dan menyebalkan (positif), tidak terbantahkan, bukan?
Terakhir, "Hai."