Haunted

Hujan sangat deras malam itu. Andi mengendarai motornya tanpa mengenakan jas hujan. Melewati setiap jalan di sebuah pedesaan yang sepi.Tiba-tiba, Andi merasa laju motornya berat dan oleng. Andi berhenti untuk memeriksanya.

"Ya..bocor!" umpat Andi saat melihat ban belakang motornya kempes. "Pertolongan pertama harus cari tempat berteduh nih" pikir Andi.

Mata Andi tertuju pada sebuah rumah kosong yang ada di tengah sawah. Satu-satunya rumah yang ada di sekitar situ. Segera Andi menuntun motornya ke arah rumah itu. Sebuah rumah kosong dua lantai yang cukup besar. Bangunannya masih terlihat kokoh tapi tak terawat. Dindingnya sudah berlumut dan catnya memudar. Tampak sudah lama tak dihuni. Rumput dan semak tinggi mengelilingi rumah. Andi berteduh di teras rumah itu. Lalu segera meraih handphone yang ada di dalam tas slempangnya.

"Aku harus segera cari bantuan" pikir Andi. Kemudian memencet salah satu kontak nama temannya dan melakukan panggilan. Tiba-tiba layar monitor handphone mati. "Lha,low batt ! " umpat Andi kesal.

Rasa dingin sudah mulai menyelubungi badan Andi yang basah kuyup. Andi mendekapkan kedua tangannya ke badannya untuk mengurangi rasa dingin.

"Aduh..gimana ini...mana dari tadi nggak ada orang lewat..nggak ada kendaraan melintas" pikir Andi.

Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka sendiri dengan keras. Braaaaakk ! Andi kaget dan menoleh ke arah pintu. "Ah, cuma angin" kata Andi.

Sesaat kemudian tercium bau kentang. Andi mengenduskan hidungnya. "Bau kentang...apa mungkin lagi ada orang merebus kentang di sekitar sini ya" ujar Andi yang selalu mengandalkan logika dalam berpikir.

Andi mulai merasakan bulu kuduknya merinding. Tiba-tiba terdengar pelan alunan suara gamelan dari dalam rumah. "Kok ada suara gamelan" pikir Andi.

Lama kelamaan suaranya semakin keras dan keras. Seolah suara gamelannya menghampiri Andi. Tiba-tiba suara itu berhenti. Perlahan Andi menggeser badannya ke arah pintu dan memberanikan diri melongokkan kepalanya ke dalam rumah itu dan..."Aaghhhhhh!" teriak Andi kaget.

Entah apa yang dilihatnya. Andi langsung lari ketakutan. Lari dan terus lari menjauh dari rumah itu. Tak perduli hujan deras yang masih mengguyur. Tak perduli motornya yang masih terparkir di depan rumah itu. TAMAT.

2 disukai 911 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction