Mintalah pada Allah

"Terus, kapan kita bisa ketemu lagi?" Ucap Aska penuh harap.

"Nanti kalo Allah mengizinkan." Sahut Nirmala tersenyum.

Aska mendengus sedikit kesal. "Deh... Pasti deh. Bisa enggak kamu enggak ribet, mending kita tukeran nomer Hp sekarang, biar kita bisa janjian buat ketemuan."

Nirmala sontak menggeleng. "Aku enggak mau terlalu berharap dan memberi harapan. Jadi biarkan Allah saja yang mengatur pertemuan kita yang selanjutnya, pasti Dia tidak akan mengecewakan hambanya."

Aska terdiam dan mencoba memahami perkataan Nirmala yang selalu berhasil membuatnya berpikir keras.

"Aku pastiin kita bakal ketemu lagi, aku bakalan cari kamu." Berkata dengan nada menggebu.

Nirmala terkekeh kecil. "Terserah kamu aja."

"Kamu liat aja, aku enggak bercanda."

Nirmala menahan tawa. "Aku enggak pernah nganggep kamu bercanda."

Aska kembali terdiam dan menatap Nirmala yang masih tersenyum. "Kenapa?" Tanyanya .

"Kamu manis." Batin Aska.

Aska menggeleng. "Pokoknya kamu harus ngajarin aku ngaji kalo kita ketemu lagi." Sahutnya untuk menutupi gejolak hatinya.

"Insya Allah."

Keduanya sudah ada di ujung pembicaraan. Dan mereka kini hanya saling terdiam dan menatap. Sampai pada akhirnya suara bedug yang di susul azan magrib berkumandang dan membuyarkan pikiran mereka masing-masing

"Aku harus segera ke masjid."

"Apa kita enggak bisa ngobrol lebih lama lagi?" Mata Aska terlihat penuh harap.

Nirmala menggeleng "Allah udah manggil."

Aska merasa sedikit kecewa. "Nanti kalo kita ketemu lagi, aku harap kamu akan punya banyak waktu buat aku."

"Kalo begitu, minta saja sama Allah. Biar kita bisa ketemu di waktu yang tepat." Tersenyum.

Tamat.

Ini cuplikan script, calon suami akhir zaman.

5 disukai 1 komentar 2.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction