dr. SOMPLAX

Sudah tiga tahun aku menikahi perempuan pujaanku. Namun, sampai sekarang kami belum dikarunia anak. Sampai akhirnya tanda-tanda mendapatkan momongan pun mulai terlihat. Kami tak ingin larut dalam kegembiraan sebelum semuanya pasti. Untuk itulah, sepulang dari kantor aku membawanya ke Dokter Kandungan. Ia adalah Dokter yang selalu kami kunjungi untuk berkonsultasi sejak tiga bulan lalu.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Suster mempersilakan kami masuk. Dokter Somplax menyambut kami dengan senyum semringah. Ia bukan hanya terkenal keramahannya, tetapi juga karena keahliannya. Menurut kabar yang kami dengar, sudah banyak pasien yang selama ini sulit mengandung akhirnya mendapatkan anak setelah berkonsultasi dengan Dokter Somplax.

Usai memeriksa istriku, aku segera bertanya mengenai hasilnya. "Apakah istri saya mengandung, Dok?"

Dokter Somplax tersenyum. "Benar, Pak. Hasil pemeriksaan barusan menyatakan kalau istri Bapak positif mengandung."

Kabar itu membuatku senang. Seandainya tidak sedang di dalam ruang pemeriksaan, sudah pasti aku akan melompat gembira.

"Wah! Anda luar biasa, Dok! Pasti Anda lulusan Kedokteran di luar negeri!"

Dokter Somplax menggeleng. "Saya lulusan universitas di kota kecil, kok, Pak."

Aku mengangguk repetitif seraya mencerna pikiran sesaat. "Mungkin Anda memasukkan resep tradisional di dalam obat, ya, Dok?"

Dokter Somplax kembali menggeleng. "Sama sekali tidak, Pak."

Jawaban Dokter Somplax makin membuatku bingung dan penasaran. "Lalu apa rahasianya, Dok?"

Dokter Somplax tidak langsung menjawab sembari memandangku lamat-lamat. "Kalau saya beritahu, Bapak bisa janji tidak akan marah?"

Aku pun tergelak. "Ya, enggak mungkin saya marah, Dok. Dokter sudah banyak membantu kami."

Dokter Somplax mengangkat sebelah alisnya. "Bener, nih?"

"Bener, Keleus ...."

Dokter Somplax tersenyum, lantas berbicara pelan dan berhati-hati. "Jadi sejak berkonsultasi ke sini, saya sering berkunjung ke rumah Bapak saat Bapak sedang dinas ke luar kota."

"Maksudnya, Dok?" tanyaku, bingung.

"Begini, lho, Pak. Setiap saya berkunjung ke rumah Bapak, saya dan istri Bapak 'melakukannya' sepanjang malam."

TAMAT

8 disukai 4 komentar 3K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@pineapple : 😂
astaga...
Wkwkw
Dasar somplakkkk
Saran Flash Fiction