Kaktus Saguaro Tuan Oliver

“Langit yang cerah, eh?” Saat itu pagi hari, matahari bersinar kekuningan di langit Arizona. Sally sedang menunggu Jake dan Tuan Oliver membaca koran di teras rumahnya.

Sally menaungi matanya dengan telapak tangan sembari mendongak ke langit. Memang cerah, sebagaimana langit Arizona yang biasanya.

“Kalian akan berkencan?”

Sally tersenyum. “Tidak, kami akan mengerjakan tugas di rumah Elise.” Saat itu, pandangan Sally terarah ke sebatang kaktus saguaro yang berdiri tegak di sudut halaman rumah Tuan Oliver. Kaktus itu sudah ada di sana sejak Sally kecil. Bahkan, kabarnya sejak ibunya kecil.

“Mencengangkan bagaimana sebuah kaktus bisa hidup begitu lama, eh?” Tuan Oliver membalik korannya dan bersandar pada kursi.

Sally mengangguk-angguk. Matanya tak lepas dari kaktus saguaro di sudut halaman. Tumbuhan itu tampak setua Tuan Oliver. Lengan-lengannya yang kukuh dan dipenuhi duri menjulang ke langit. Tampak berbahaya, tetapi pada pucuknya terlihat beberapa bunga dan bakal buah. Saat kecil, Tuan Oliver sering memetikkan buah kaktus itu untuknya. Kaktus saguaro Tuan Oliver bisa menghasilkan banyak sekali buah yang sangat segar. Burung-burung pun kerap datang untuk menikmati buah kaktus yang merah dan manis.

“Hei, sudah lama di sini?”

Sebuah teguran membuat Sally berbalik. Jake berdiri menatapnya. Kedua sudut bibir pria itu tertarik ke atas, ada kesan pahit dalam senyumannya. Dia memakai setelan hitam dan memasukkan tangannya di saku celana.

"Kabar itu begitu tiba-tiba, kan? Aku bergegas pulang begitu mendengarnya," ujar Jake dengan nada getir. Dia lalu menoleh ke arah kaktus saguaro di sudut halaman rumah Tuan Oliver. “Ah, kaktus ini masih di sini," komentarnya. “Tuan Oliver pasti senang kaktusnya bisa bertahan sejauh ini.”

“Ya,” jawab Sally, menatap kursi kosong di teras. Tidak ada lagi Tuan Oliver, tetapi pertanyaan yang pria tua itu lontarkan dua belas tahun lalu kembali terngiang. Mencengangkan bagaimana sebuah kaktus bisa hidup begitu lama, eh?

5 disukai 4 komentar 785 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@alwindara : Kak Alwin: Nah, bisa jadi begitu, makanya tinggi. 😅
@seetea : Kak See: enggak ada pupuk, itu kaktus normal sebagaimana kaktus saguaro Arizona yang biasanya. 😅 Makasih sudah membaca dan berbagi pendapat. ❤️
Mungkin kaktusnya rajin olah raga
Sempat bingung dengan dialog gaib pertama, tetapi kemudian memahami kalau itu dialog dua orang Sally dan Tuan Oliver.
Tidak bisa dibaca sprint, harus berulang, takut salah paham hehehe...
Ah, seperti biasa, Mbak meg menyuguhkan hal yang santai tapi dengan kosakata yang manis. Menambah wawasan saya menulis. Seperti saat mendeskripsikan kaktus saguaro.
Endingnya, saya penasaran juga perihal itu kaktus. Apakah ada yang menjadi pupuk dari daging yang membuat kaktus itu awet bertumbuh?
Di tunggu selanjutnya Mbak
Saran Flash Fiction