Salah Siapa?

Untuk nyinyiran yang selama ini Niwa terima, entah siapa yang harus disalahkan.

Apakah ia harus menyalahkan takdir yang dengan kejam mengambil suaminya begitu cepat? Atau, salahkan saja si pembuat takdir?

Dewi Aprodithe. Ya! Dewi kecantikan itulah yang harus disalahkan. Lancang sekali dia meneteskan darahnya kepada Niwa, hingga ke mana saja langkahnya berjalan, kecemburuan berlari mengikutinya.

Niwa memejamkan pandang, tapi cercaan akan janda penggoda, di gendang telinga tetap tajam menghujam.

Untuk membalas hatinya yang sudah letih, Niwa berakhir menyalakan diri sendiri.

339 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction