Ujian James Bo'onk

Siapa yang tidak kenal James Bo'onk?! Sepak terjangnya sudah melegenda, dan menjadi Agen Rahasia terbaik sepanjang masa. Namun, sekarang dia pensiun dan menjadi penguji calon Agen baru. Saat ini dia sedang menguji Jason Bor dan anak kandungnya, James Bo'onk Junior.

James Bo'onk berdiri sambil menatap Jason Bor dan James Bo'onk Junior bergantian. Meskipun sudah tua, James Bo'onk masih terlihat gagah.

"Dari sepuluh calon, hanya kalian yang bisa sampai tahap ini. Sekarang aku akan memberi ujian terakhir. Ujian ini akan menentukan kalian diterima sebagai Agen Rahasia atau tidak." James Bo'onk mengalihkan pandangan pada anaknya. "Jangan buat malu Ayah, Nak. Kamu harus bisa lebih hebat dari Ayah."

"Siap, Ayah!"

James Senior tersenyum. "Ayo ikut aku!"

Dia mengajak keduanya masuk ke dalam helikopter yang terparkir tidak jauh dari sana. James Senior duduk di kursi kemudi, sementara Bor dan James Junior duduk di belakang. Tak lama kemudian, James Senior menyalakan mesin helikopter. Baling-baling helikopter mulai berputar.

"Dengarkan aku! Kelak, jika kalian menjadi Agen Rahasia, akan sering beroperasi di udara! Helikopter adalah salah satu kendaraan yang lazim digunakan! Saat ujian ini kalian dilarang keras bersuara! Jika melanggar, otomatis kalian gagal menjadi Agen Rahasia! Fokus! Jangan biarkan rasa takut menguasai kalian! Siap?"

"Siap!" Bor dan James Junior menjawab serentak.

Tak lama kemudian helikopter lepas landas dan melayang di udara. James Senior menarik tuas, membawa helikopter melesat cepat. Keahlian James Senior mengemudikan helikopter tak perlu diragukan. Dalam kecepatan tinggi, dia membuat helikopter berputar, meliuk, dan bermanuver tajam.

Diam-diam Bor merasa ketakutan. Wajahnya pucat pasi. Seandainya tidak ada peraturan itu, sudah pasti Bor berteriak sekencang-kencangnya.

Setelah beberapa menit di udara, akhirnya mereka mendarat. Bor menghela napas lega. Baginya, inilah ujian tersulit, bahkan dibanding ujian menjinakkan bom.

"Selamat, kalian berdua lulus sebagai ...." James Senior tak melanjutkan kalimatnya, ketika tidak melihat anaknya di sebelah Bor. "Lho, mana Junior?"

"Err .... Ketika sedang bermanuver dengan kecepatan tinggi, Junior jatuh dari helikopter, Sir. Tadinya saya ingin memberitahu, tapi peraturan itu melarang saya bersuara, 'kan?!"

TAMAT

8 disukai 4 komentar 787 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
tak ada akhlak pun si Bor
wkwkkwkwkw teman lucknut
@rainzanov : 😂
hiya hiya 🤣malah jatuh duluan, yah gagal ngucapin selamat dong
Saran Flash Fiction