Perempuan Idaman
Romantis
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
PEREMPUAN IDAMAN
Karya Mochammad Ikhsan Maulana
Bab 1: Pertemuan Tak Terduga
Matahari sore perlahan tenggelam di balik pegunungan, mewarnai langit dengan warna oranye keemasan yang memukau. Angin sepoi-sepoi bertiup lembut, menggoyangkan daun-daun pohon di taman kota yang mulai lengang. Di sudut taman, terdapat sebuah kafe kecil bernama "Lemari Kenangan," tempat favorit bagi mereka yang ingin menikmati secangkir kopi sambil mengenang masa lalu.
Arya, seorang pria berusia akhir dua puluhan, duduk di salah satu meja di teras kafe. Di hadapannya, sebuah laptop terbuka dengan layar yang menampi...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Inestable
Mizan Publishing
Novel
Gustira
Mizan Publishing
Novel
Satu Hari Bersama Mantan
Falcon Publishing
Novel
Redum Sekala
Delima Ami
Flash
Hy How Are You?
Aspasya
Cerpen
Perempuan Idaman
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Life for Love
Fatimatuzzahro
Novel
5 Detik dan Rasa Rindu
Mizan Publishing
Novel
Rewrite the Memories
Sekar Setyaningrum
Skrip Film
HATI-HATI DI HATIKU
Priy Ant
Cerpen
Alamat yang Tak Pernah Ada
Penulis N
Novel
(Not) A Sugar Daddy
Fissilmi Hamida
Novel
Akhir Sebuah Penantian
Istiana Nur Utami
Skrip Film
AVICENNA
Ravistara
Novel
LOST IN SEOUL
fatimah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Perempuan Idaman
Mochammad Ikhsan Maulana
Skrip Film
Semester 5 yang penuh warna
Mochammad Ikhsan Maulana
Komik
Bronze
Kasih di Antara Rintik Hujan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
lahirnya mentari di langit biru
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Boleh Aku Ambisi Kembali
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Gadis Berbaju Hitam Membuatku Terpanah
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Goresan Kapur, Impian Terukir
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Misteri Warung Bu Tuti: Antara Hantu dan Bakso Beranak
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
kenangan September
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Sebelum Aku Jadi Orang Tua,Aku Harus Memaafkan Masa Kecilku
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Pelangi di Tengah Hujan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Ruang Tanpa Suara
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Perasaanku Kepadanya: Antara Kagum atau Suka?
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Gagal Memahami Perasaan Ini Terhadapmu, Akhirnya Penyesalan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Sayounara Ryuusei, Konnichiwa Jinsei
Mochammad Ikhsan Maulana