Disukai
1
Dilihat
373
Patok Merah
Slice of Life

PATOK MERAH 

Hujan turun sejak dini hari dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Air menetes dari ujung daun pisang satu per satu, jatuh ke tanah yang sudah berubah menjadi bubur lumpur. Di antara rumpun-rumpun yang rapat itu, Samin berdiri dengan celana tergulung sampai lutut.

Sebilah parang tergantung di tangan kanannya. Ia sedang membersihkan pelepah tua. Setiap tebasan menghasilkan suara serak. Pelepah yang putus jatuh perlahan, lalu tenggelam di lumpur.

Di kejauhan terdengar mesin mobil. Mula-mula samar. Lalu semakin jelas. Bunyinya tidak cocok dengan pagi yang basah seperti ini.

Samin berhenti bekerja.

Seekor burung gereja meloncat dari batang pisang yang baru ditebas, lalu terbang melintasi kebun. Dari sela-sela daun ia melihat dua mobil putih memasuki jalan kampung. Ban-ban mereka memercikkan lumpur ke pagar bambu. Anak-anak yang sedang bermain hujan menepi. Mobil itu berhenti d...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Rekomendasi