Disukai
0
Dilihat
9
Mari Bergadang
Horor
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Hujan rintik di luar membuat bau tanah menyeruak malam itu. Aku tak perlu risau setiap kali melihat jendela, jalan begitu sepi malam ini. Tidak seperti malam minggu kemarin yang cukup cerah untuk pergi kencan. Parahnya, jendelaku menampilkan pemandangan romantis itu tanpa mengetahui derita jomblo sepertiku.

Suasana ini cukup baik. Cukup bagus meminum kopi susu jahe lalu kemudian.. pets!

“Mati lampu!!!”

Lalu seisi kos langsung heboh.

“Mana senternya?”

“Adaw! Kaki gue keinjek!”

“Woy! Siapa yang ngeraba gue! Nggak! Gue nggak perawan!”

“Perjaka bego!”

“Gue kejepiitt!!”

“Diaaaammmm!!!!!!”

Lalu orang yang berteriak itu menyorotkan senter...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Rekomendasi