Demit Berambut Api
Horor
Arifin menghentikan Vario merahnya setelah keluar dari jalan raya. Di depannya terbentang jalan berbatu, di kanan kirinya hutan karet. Sepuluh kilometer lagi ia akan sampai ke desa Sumurwatu. Lelaki 27 tahun itu menarik napas panjang, memantapkan hati dan mengumpulkan keberanian. Setelah berdoa, ia melajukan motornya hati-hati.
Sekitar 700 meter memasuki hutan karet, ban belakang motor Arifin bocor. Arifin bimbang, haruskah ia kembali ke jalan raya dan mencari tempat tambal ban? Tetapi, pikiran lai...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Demit Berambut Api
Sulistiyo Suparno
Novel
Missing
Nathaniel Deandre Devin Subagia
Cerpen
Villa Anomali
Nabilla Shafira
Skrip Film
RANJANG OPA & KERANJANG OMA
Vitri Dwi Mantik
Flash
Undangan Lingsir Wengi
Choirunisa Ismia
Cerpen
Guru BU Ratmi
Christian Shonda Benyamin
Flash
Ritual Gerhana Bulan Merah
Athar Farha
Flash
Jurit Malam
Deeta Pratiwi
Cerpen
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Novel
KUNCEN
Deeta Pratiwi
Cerpen
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Skrip Film
Timur Tempat Berkumpul Setan
Herman Siem
Cerpen
Gaun Putih
SUWANDY
Novel
CURSE
Yattis Ai
Novel
Fantasteen Glitter of Diamonds
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Demit Berambut Api
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Pembunuhan yang Sempurna
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Setelah Tidak Bermotor Lagi
Sulistiyo Suparno
Flash
Melupakan Lucky
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Siapa yang Mandul?
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Curhat pada Sopir Taksi
Sulistiyo Suparno
Flash
Mangga di Luar Jendela Kamar
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Penggemar Ernest Hemingway
Sulistiyo Suparno
Flash
Hanya Angin yang Datang
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Haji tanpa Gelar
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Ketika Nadya Jatuh Cinta
Sulistiyo Suparno
Flash
Merpati Kecil Itu Tetap Terbang
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Ibu Tiriku Bidadari
Sulistiyo Suparno
Flash
Membunuh Tanpa Senjata
Sulistiyo Suparno