Skenario
SELIBURAN SEMESTER
MENGEJAR GITA
Part 8
EXT. RUMAH TANTE KIKI– SIANG
Nanda dan Elang keluar dari VW yang berhenti di depan rumah tante Kiki. Elang tersenyum melihat banner salon.
ELANG
Nda. Ada kumisnya?
NANDA
Iya, biarin.
Nanda dan Elang berjalan ke pintu rumah tante Kiki. Sebelum mengetuk pintu, Nanda memandang Elang dengan ragu. Elang mengangkat jempolnya untuk Nanda.
Nanda menarik napas dan mengetuk pintu rumah tante Kiki pelan. Beberapa saat menunggu, pintu tidak kunjung dibuka.
Nanda kembali menoleh ke Elang.
NANDA
Kok nggak dibuka, Lang?
ELANG
Lo ngetuk pintu pelan banget. Nggak sekalian lo peluk aja pintunya, biar mesra.
Nanda tersenyum pahit. Nanda kembali mengetuk pintu, kali ini dengan ketukan lebih kuat.
Tidak lama, pintu terbuka dari dalam. Tante Kiki sendiri yang membuka pintu. Dan tetap dengan gayanya, pakaian ketat dan mengkilat warna hitam.
TANTE KIKI
Eh, Nanda.
Tante Kiki menyapa ke Nanda sambil senyum.
NANDA
lya, Tante.
Nanda membalas sapaan Tante Kiki dengan senyum balik. Tante Kiki beralih pandang ke Elang.
TANTE KIKI
Siapa nih?
NANDA
Teman Nanda, Tante. Elang.
TANTE KIKI
Ganteng juga teman kamu, Nda.
Ekspresi muka Elang yang tadinya semangat mendadak melempem.
TANTE KIKI
Ayo masuk.
Ajak tante Kiki sambil menarik tangan Elang masuk. Nanda mengikuti langkah Tante Kiki yang tegap dan langkah Elang gontai dari belakang.
INT. RUMAH TANTE KIKI – SIANG
Belum sempat duduk, Elang tiba-tiba nyeletuk.
ELANG
Tante, saya pulang dulu, ya?
Elang melempar senyum yang dipaksakan ke Tante Kiki.
ELANG
Eeh, saya lupa belum cuci piring.
TANTE KIKI
Duduk.
Perintah tante Kiki yang langsung membuat Elang menunduk dan duduk.
TANTE KIKI
Mau minum apa, nih?
NANDA
Apa aja tante.
Sepeninggal tante Kiki masuk ke sisi dalam rumah. Elang mulai menoleh ke Nanda.
ELANG
Nda, cengkraman tangannya kenceng banget. Ngeri gue.
NANDA
Udah tenang aja, tante Kiki aslinya baik, kok.
Kalo pas lagi baik.
ELANG
Gue pulang aja, Nda.
NANDA
Kalo lo pulang. Tante Kiki ntar curiga, rencananya tambah berantakan.
ELANG
Mimpi apa gue semalam?
NANDA
Sekali ini nolong temen kenapa sih lo, katanya kita kepompongan? Kesini tadi juga rencana lo.
ELANG
Gue gak nyangka Tante Kiki seagresif itu.
NANDA
CKK.
Tante Kiki muncul membawa dua gelas sirup warna merah di atas nampan dan meletakkannya di meja.
TANTE KIKI
Ada apa ini, pagi pagi kepikiran main ke rumah tante. Kangen?
NANDA
Ee. Kapan ke Semarang, Tante?
TANTE KIKI
Paling dua, tiga hari ini, nunggu uang dari barang yang Tante jual.
NANDA
Anu, Tante, ada teman Nanda, eeh seneng sama tante, tapi dia malu.
CUT TO :
INT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda berbicara ke kamera.
NANDA
Omongan ^ada teman yang seneng tapi malu^ adalah ide dari Elang, dan bagusnya lagi, gue iya aja.
Nanda meninggalkan meja laptop hendak turun ke lantai satu, berpapasan dengan Elang yang naik ke lantai dua membawa sepiring sate.
ELANG
Kemana, lo?
NANDA
Warung padang.
ELANG
Ini aja nih, sate pak Man.
NANDA
Oh yaudah. Thanks, Lang.
ELANG
Iya.
Nanda kembali duduk di kursi laptop.
CUT BACK TO :
INT. RUMAH TANTE – SIANG
TANTE KIKI
Seneng tapi malu? Maksudnya Penggemar rahasia?
CUT TO :
INT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda kembali bicara di kamera.
NANDA
Penggemar rahasia? Sudah berasa ngadepin Dian Sastro. Tapi ^penggemar rahasia^ lebih enak terdengar dari pada 'seneng tapi malu'.
Nanda makan satu sate.
CUT BACK TO :
INT. RUMAH TANTE KIKI – SIANG
Tante Kiki menoleh ke Elang.
TANTE KIKI
Siapa, kamu?
ELANG
Bukan. Iya, bukan.
NANDA
Namanya bang Joni, badannya gede, rambutnya gondrong, tapi kalo urusan cewek suka nggak pede.
TANTE KIKI
Bang Joni?
NANDA
Bang Joni, dibilang ganteng nggak, jelek juga nggak. Ya, tengah-tengahlah, Tante.
CUT TO :
INT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda bicara ke laptop.
NANDA
Tengah-tengah? Ngomong apa sih gue?
CUT BACK TO :
INT. RUMAH TANTE KIKI – SIANG
NANDA
Kalo Tante berkenan. Saya bisa anter tante ke tempat tongkrongannya bang Joni.
TANTE KIKI
Kok aku penasaran, ya?
EXT. JALANAN KOTA – SIANG
Bertiga Nanda, Elang, dan tante Kiki di dalam VW Elang menuju warung kopi perempatan, tempat nongkrong Bang Joni.
EXT. JALANAN KOTA – SIANG
Nanda merogoh kantong jins, merogoh hape untuk melihat layarnya. Nanda mendadak cemberut kemudian menoleh ke Elang yang menyetir sambil memegangi hape.
Nanda mulai mengetik di hape. Hape Elang bunyi. Elang mengetik sebentar. Hape Nanda berbunyi menerima chat Elang.
TANTE KIKI
Kalian sms siapa?
Nanda tersenyum pahit menoleh ke belakang.
NANDA
SMS ke pacar kita, Tante. Udah janjian.
EXT. JALANAN KOTA – SIANG
Sampai warung kopi, Elang dan Nanda tidak melihat motor bang Joni. Elang langsung membelokkan VW ke arah rumah bang Joni.
TANTE KIKI
Bukan itu warungnya?
NANDA
Iya Tante, tadi katanya sudah berangkat, tapi motornya kok nggak ada, ya? Kita ke rumahnya aja langsung.
EXT. JALANAN KOTA – SIANG
VW kodok memasuki daerah rumah Bang Joni. Elang mulai merapatkan VWnya di rumah Bang Joni. Nanda menoleh ke tante Kiki.
NANDA
Nanda turun dulu, Tante. Lihat Bang Joni ada gak di rumah. Jangan-jangan kita selipan.
TANTE KIKI
Iya.
EXT. RUMAH BANG JONI – SIANG
Nanda mengetuk pintu rumah Bang Joni dengan tutup mata. Pintu terbuka dan bokap Bang Joni muncul sambil bawa parang di depan Nanda. Nanda langsung melempar senyum.
NANDA
Bang Joninya ada, Beh?
Tanpa meninggalkan omongan, bokap Bang Joni kembali masuk ke dalam. tidak lama berselang giliran Bang Joni yang muncul ke pintu.
NANDA
Belom berangkat, Bang?
BANG JONI
Ada apa?
NANDA
Anu Bang, ada temen Nanda yang seneng sama bang Joni, tapi dia malu.
BANG JONI
Maksud lo?
NANDA
Ya, penggemar rahasia gitu, bang. Pingin ketemu abang.
Nanda menujuk VW Elang.
NANDA
Itu Bang, orangnya yang duduk di belakang.
Bang Joni memandang ke Tante Kiki. Tante Kiki membalas pandangan Bang Joni dengan senyum kecil.
BANG JONI
Lumayan cakep, Nda.
Ya udah, suruh masuk.
EXT. RUMAH BANG JONI – SIANG
Nanda kembali ke VW menghampiri Tante Kiki.
NANDA
Tante Kiki, bang Joni pingin ngomong berdua.
TANTE KIKI
Katanya malu, kok mau ngomong sendiri?
NANDA
Ehm, bang Joni risih kalo ngobrol dilihatin orang. Makanya kita disuruh balik.
Tante Kiki percaya omongan Nanda dan keluar dari VW.
EXT. RUMAH BANG JONI – SIANG
Giliran Nanda yang masuk VW, Elang langsung menancap gas. Nanda langsung mengeluarkan hape dan melihat layarnya. Nanda menoleh ke Elang.
NANDA
Gimana sih lo, katanya mereka cocok?
ELANG
Tadinya gue pikir gitu. Tapi kita gak tau kalo mereka ngobrol ntar gimana? Gue gak mikir sejauh itu tadi.
NANDA
Iya, ya. Udah terlanjur nyodorin nama lagi.
ELANG
Kita kabur, nih?
NANDA
Yaudah, sementara kita ke Kediri.
Ahh. Buyar udah.
EXT. RUKO ELANG – SIANG
VW merapat di depan ruko Elang. Nanda dan Elang buru-buru keluar VW. Elang melempar kunci rolling door ke Nanda.
ELANG
Nda, nih buka.
Gue pamit ke Intan bentar.
INT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda masuk konter dan langsung naik ke lantai dua. Nanda mengambil tas rangsel dan memasukkan semua baju. Nanda memasukkan laptop ke tasnya. Tidak lama Elang muncul di lantai dua sambil membawa dua bungkusan nasi padang.
ELANG
Nih Nda, lumayan dari Intan.
NANDA
Iya lumayan, paling nggak mati dengan perut kenyang.
Elang mengambil tas dari atas lemari.
EXT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda keluar ruko, membawa tas dan memasukkannya ke VW. Elang mengunci lagi rolling door konternya.
EXT. RUKO ELANG – SIANG
Elang menyalakan mesin VW dan langsung menancap gas.
ELANG
Kita lewat pantura, apa selatan, Nda?
NANDA
Mana aja, yang penting selamet, Lang.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
Belum jauh meninggalkan ruko, terdengar suara knalpot brong motor bang Joni yang keras. Elang melirik spion, terlihat bang Joni membonceng tante Kiki.
ELANG
Itu bang Joni.
NANDA
Waduh. Mampus.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW melaju di jalanan kemudian belok kiri. Motor bang Joni terus menguntit.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW melaju di jalanan kemudian belok kiri. Motor bang Joni terus menguntit.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW melewati depan ruko Elang. Nanda melihat ke ruko yang dilewati VW.
NANDA
Kok muter doang, Lang?
Elang garuk-garuk kepala.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW melaju di jalanan kemudian belok kiri. Jarak motor bang Joni dengan VW makin mendekat.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
Nanda melirik Elang bingung.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW melaju di jalanan kemudian belok kiri. Motor Bang Joni terus di belakang.
EXT. JALANAN KOTA - SIANG
VW berjalan di daerah ruko Elang dan mendekat ke ruko Elang.
NANDA
Kok muter doang, Lang?
Elang menepikan VW dan menghentikannya di depan rukonya.
ELANG
Siang, jalanan Jakarta nggak pernah sepi. Mobil nggak bakal menang lawan motor.
Udah terlajur keliatan bang Joni.
NANDA
Iya. Ya. Yaudah, pasrah.
Sepertinya ending di rumah bang Joni bukan happy.
EXT. RUKO ELANG – SIANG
Bang Joni turun motor berjalan mendekat ke VW kodok. Nanda dan Elang tidak berani keluar, menunggu di VW.
Bang Joni berdiri di samping pintu Nanda duduk.
NANDA
Lang, ada bang Joni.
(ke bang Joni)
Bang!
ELANG
Hai, Bang!
BANG JONI
Mau kemana kalian?
NANDA
Anu bang, jalan-jalan, bang.
BANG JONI
Nggak ngajak gue?
NANDA
Oh ya, ayo ikut, bang.
BANG JONI
Turun!
INT. WARUNG PADANG – SIANG
Bang Joni mengajak masuk ke warung padang. Nanda duduk bersebelahan dengan Elang dan berhadapan dengan Bang Joni dan Tante Kiki. Tanpa banyak tanya, Bang Joni memesan empat teh kemasan botol dan empat gelas berisi es batu ke Intan.
BANG JONI
Teh botol sama es batu empat.
INTAN
Iya, bang.
Intan berbalik ke dapur.
BANG JONI
Kalian tau apa ini?
Bang Joni mengangkat parangnya di atas meja. Nanda dan Elang hanya menunduk.
BANG JONI
Apa maksud kalian nganter Tante Kiki ke rumah?
NANDA
Anu Bang, tadi, anu.
BANG JONI
Ina inu ina inu. Apa! Hampir gue sama tante Kiki ribut di rumah gue gara-gara salah paham. Masih pagi, udah cari kerjaan kalian. Kalian sadar nggak, yang kalian lakuin?
BANG JONI
Untung tante Kiki sempet curiga waktu kalian kontekan hape tadi. Jadi gue dan Tante Kiki nggak berkepanjangan saling tuduh siapa yang penggemar rahasia?
TANTE KIKI
Ini lde siapa? Main pengemar rahasia-penggemar rahasiaan, kayak anak SMP.
Tante Kiki memandang gue dan Elang bergantian, menunggu jawaban dari kita. Intan mengantar empat teh botol dan empat gelas berisi es batu.
NANDA
Nanda ngaku salah Bang, Tante.
BANG JONI
Ya jelas dong salah, kalian udah sembarangan mainin hati orang
Yang nggak gue ngerti, maksud kalian apa?
Kalian mau balas dendam ke gue?
NANDA
Nggak, bang.
BANG JONI
Tapi, sepertinya kalian mau main-main sama gue?
ELANG
Ya nggak bang, mana kita berani.
BANG JONI
Lah, terus ngapain kalian berani kepikiran brengsek kayak gini. Bikin gue dan Tante Kiki berasa jadi orang bego. Nggak ada kerjaan lain, kalian?
ELANG
Anu, sebenarnya, idenya dari gue, Bang.
BANG JONI
Trus?
ELANG
Kita comblangin Bang Joni sama Tante Kiki, maksudnya biar bang Joni jadi nggak galak-galak sama kita. Kebetulan tante Kiki juga lagi sendiri.
NANDA
Iya bang, tante. Sekali lagi maaf. Kita nggak mikir panjang. Waktu bang Joni ngajak nyulik kemarin, kebetulan cewek yang gue taksir magang di bank itu. Dan karena rencananya bang Joni mau ngajak nyulik lagi. Kalo sampai dua kali lihat, pasti dia nggak mau ketemu gue lagi.
BANG JONI
Heh? Cuman gara-gara itu. Ya, kan lo bisa ngomong, cewek lo kerja di situ. Nggak perlu ngelakuin yang ribet-ribet gini.
ELANG
Yang kita tahu, Bang Joni kalo ada maunya nggak bisa ditolak.
BANG JONI
Seumpama Nanda ngomong temen ceweknya kerja di situ, gue nggak akan ngajak lagi, nggak bakal maksa. Gue juga manusia.
BANG JONI
Mau jalan kemana tadi?
ELANG
Kediri, bang.
BANG JONI
Kabur?
Elang mengangguk.
BANG JONI
Berarti kalian sadar kalo salah?
NANDA
Iya, bang.
TANTE KIKI
Ya udah bang, masih pagi, nggak baik buat marah-marah. Kalo bukan karena Nanda sama Elang, kita juga nggak bakal ketemu.
Bang Joni menoleh ke tante Kiki. Wajah tegangnya berangsur kalem.
BANG JONI
lya, juga sih. Tapi gue masih belum ngerti dengan mereka berdua.
Ngomong-ngomong, enak juga marahin orang pagi-pagi.
Di bawah meja, kaki Nanda menendang kaki Elang, mengajak ikut menuangkan teh ke dalam gelas seperti bang Joni dan tante Kiki.
BANG JONI
Jadi kapan kita pastinya berangkat.
TANTE KIKI
Lusa aja.
NANDA
Ke Semarang, Bang?
BANG JONI
lya. Kenapa? Mau ikut?
Kalo bukan karena tante Kiki, udah gue tekuk-tekuk kalian.
(mengelus dagu tante Kiki)
Lagian gak dari dulu kalian ceríta punya kenalan yang manis.
TANTE KIKI
Ayo katanya mau jalan.
BANG JONI
Yaudah.
Bang Joni memberikan jitakan perpisahan ke kepala gue dan Elang dan meninggalkan warung padang. Masih shock, Nanda dan Elang berbicara dengan pandangan terus ke depan.
NANDA
Untung bang Joni nggak kalap, Lang.
Elang
Iya.
Elang meneguk isi gelasnya sampai habis-bis, sampai menepuk-nepuk pantat gelas.
ELANG
Celana lu basah nggak, Nda?
NANDA
Hampir.
Nanda meneguk isi gelasnya sampai habis-bis, sampai menepuk-nepuk pantat gelas.