Skenario
SELIBURAN SEMESTER
MENGEJAR GITA
Part 5
INT. RUKO ELANG – SORE
Di lantai dua, Nanda mengambil semprotan wangi Elang dari laci lemari dan menyemprotkannya ke badan.
INT. RUKO ELANG – SORE
Nanda memasuki ruangan konter pulsa. Setelah menunggu seorang pelanggan membayar kepada Elang, Nanda mengambil kunci kontak VW di gantungan tembok.
NANDA
Lang, gue berangkat.
ELANG
Wangi banget, lo?
NANDA
Pastinya, Lang.
ELANG
Tapi wanginya nggak asing.
Nanda tersenyum pahit kemudian menuju VW kodok.
ELANG
Ntar baliknya isi bensin, Nda.
NANDA
Apaan?
ELANG
Isi bensin.
NANDA
Apaan?
ELANG
Parfum udah gratis, masih mau bensin gratis. Jangan pulang sekalian!
EXT. RUMAH DAMAR - SORE
Setelah memarkir VW di depan rumah. Nanda memasuki pagar, Gita sudah menunggu berdiri di pintu depan yang terbuka. Gita memakai baju terusan sampai bawah lutut,
GITA
Masuk, Nda.
Nanda memandang ke dalam rumah, Nanda melihat Damar main game di ruang tengah yang terhubung dengan ruang depan.
NANDA
Di luar aja, duduk di kursi rotan kayaknya enak.
GITA
Sori Nda, bunda kondangan, aku nggak bisa ninggal adek.
NANDA
Kondangan?
Gita
Iya. Mau minum apa?
NANDA
Apa aja Git, yang penting dingin.
Belum jauh memasuki rumah, Gita berbalik kembali ke Nanda.
GITA
Atau kita ke depan aja?
NANDA
Ke depan?
GITA
Iya.
Gita kembali menghadap ke dalam rumah. Setengah teriak Gita ngomong ke Damar.
GITA
Dik, ditinggal ke depan sebentar, ya?
DAMAR
Iya.
EXT. JALANAN PERUMAHAN - SORE
Nanda dan Gita berjalan kaki ke depan komplek. Waktu menyeberang jalan, Gita sempat menggandeng tangan Nanda. Nanda menebar senyum.
GITA
Kamu wangi banget?
NANDA
lya, kebetulan tadi pakai punya Elang.
GITA
Gratisan?
NANDA
Iya. Ternyata barang gratisan, enak juga.
EXT. GERBANG PERUMAHAN – SORE
Nanda dan Gita keluar dari minimarket perumahan. Tampak keduanya membawa snack dan minuman sendiri-sendiri.
EXT. TAMAN PERUMAHAN – SORE
Nanda dan Gita memasuki taman dan langsung menuju ayunan. Setelah Gita duduk di ayunan, Nanda juga duduk di ayunan tapi menghadap berlawanan dengan Gita.
GITA
Kok kamu duduknya gitu?
NANDA
Gak pa-pa biar bisa lihat yang manis-manis.
Gita turun dari ayunan dan duduk menghadap sama dengan Nanda. Nanda turun dari ayunan kemudian kembali duduk menghadap berlawanan dengan Gita.
GITA
(senyum tapi jengkel)
Nanda!
NANDA
Gita!
Gita mengalah untuk duduk berlawanan arah. Gita dan Nanda mulai mengayun kecil ayunan mereka. Mereka berbincang sambil sesekali minum dari botol masing-masing.
Hape Gita di kantung baju Gita berdering. Gita segera mengeluarkan hape, Gita tersenyum membaca pesan di dalam layarnya.
Nanda melirik hape Gita penasaran.
NANDA
Ehm, dari siapa?
GITA
Biasa, Damar. Mau pesen makanan online. Kamu mau?
Ntar kita ke rumah.
NANDA
Udah gampang. Ntar aja.
Aku perhatiin kamu akrab banget sama adik kamu.
GITA
lya, selain sebagai kakak, Damar juga memposisikan aku sebagai sahabatnya. Rumah kíta kan perumahan, teman Damar terbatas. Kayak Ini, tamannya rame pas minggu pagi aja. Sehari-harinya Damar jadinya sering sama aku. Ngapa-ngapain jadinya bareng.
NANDA
Git.
GITA
Apa?
NANDA
Aku mau jadi adik angkat kamu.
GITA
Boleh.
NANDA
Yang bener?
GITA
Iya, biar Damar ada temen main di rumah.
NANDA
Ee. Gitu ya?
GITA
Damar kalo sudah kenal gak senakal yang kamu liat, kok.
NANDA
Ya deh, ntar aku usahain jadi kakak ipar yang baik.
GITA
Yee, ngarep. Kita baru pertama loh ini jalan. Kemarin baru ketemu ngomongnya manis-manis. Sekarang?
NANDA
Modal aku hidup di dunia ini cuma dua, Git. Ganteng sama nekat.
GITA
Halah.
Eh, itu mbak baju biru, manis juga?
Nanda menengok ke belakang.
NANDA
Mana?
Tidak menemukan yang disebut Gita. Nanda salah tingkah.
NANDA
Hmm.
GITA
Iya. Aku percaya kalo modal hidup kamu nekat. Baru aja ngomong apa di sini. Eh, denger ada yang manis nengok juga.
NANDA
Kamu suka nonton film apa, Git? Avengers?
GITA
Udah nih, pindah topik?
NANDA
Iya. Jangan yang berat-berat. Hmm.
GITA
Aku sekarang lagi magang.
NANDA
Iya aku tahu. Bibik di rumah kamu kemarin cerita.
GITA
Iya aku tahu kamu tahu. Bibik cerita kalo kamu tanya-tanya tentang aku.
NANDA
Gitu, ya? Hmm.
GITA
Aku belum punya pacar.
NANDA
Masa sih?
(menoleh ke belakang)
Mbaknya tadi mana, ya?
NANDA
Saatnya serius, Git. Ngomong yang berat-berat.
GITA
Aku bingung. Aku lagi magang. Kalo tiga bulan lolos, bisa langsung kerja. Sekarang sudah jalan sebulan.
NANDA
Ya bagus dong, kenapa bingung?
GITA
Aku keterima kuliah di kampus Singapur. Beasiswa.
NANDA
Keren kamu.
GITA
Keren dong. Tapiii.
NANDA
Tapii?
GITA
Tapi aku ragu, betah nggak di sana nanti. Sepupuku ada juga sih, yang di sana. Tapi aku belum mutusin, berat banget milihnya. Gimana ya?
NANDA
Kuliah beasiswa, kalo keluar katanya didenda, ya? Uangnya juga dibalikin.
GITA
Makanya itu? Gak betah di sana, beres.
NANDA
Pertanyaan kamu terlalu berat, Git.
GITA
Kamu gitu, Nda. Ini aku lagi nyari-nyari masukan.
NANDA
Iya aku juga serius. Ini terlalu berat buat dijawab.
GITA
Dua mingguan lagi aku harus milih. Gimana, ya?
NANDA
Kalo kamu maksa. Jawaban dari aku pasti yang enak di aku, Git.
GITA
Ckk. Kamu.
NANDA
Ini gak kayak nyuruh milih siomay atau dimsum. Mirip, tapi rasanya beda. Kata ibu sama ayah kamu gimana, kamu manggilnya apa sih di rumah? Ayah?
GITA
Ya, mereka terserah aku aja. Yang enak buat aku yang mana?
NANDA
Yang teman magang kamu? Dia juga keterima.
GITA
Nggak, dia nggak ikut ngambil.
NANDA
Trus, saran dari dia?
GITA
Sama, terserah aku aja. Yakin yang mana.
NANDA
Ya iya. Kamu yang mau jalanin. Sama-sama nggak ada yang jelek. Tinggal nunjuk.
GITA
Itu mbak baju hijau, kayaknya lumayan.
NANDA
Gita?!
GITA
Ahh. Tau lah.
NANDA
Ya, pelan pelan. Ditulis satu-satu plus minusnya. Yang paling berat mana? Udah tinggal milih. Kalo cuma dibayangin, ya emang agak abstrak. Cuma dapet bingung.
Gita diam sebentar sebelum kembali berkata.
GITA
Kamu sendiri gimana?
NANDA
Aku?
GITA
Iya.
NANDA
Bulan depan ini mulai KKN trus lanjut skripsi.
GITA
Kira-kira mau nulis apa?
NANDA
Belum ada bayangan.
GITA
Aku dulu juga sebulan baru dapet.
GITA
KKNnya kemana?
NANDA
Kita dapetnya daerah bogor selatan. Kita mau bikin rumah belajar. Fokus di bahasa asing. Nggak tau bahasa inggris sama bahasa apa, belum diputusin?
GITA
Wah seru. Jadi guru, dong.
NANDA
Ya, mudah-mudahan bisa. Agak susah ngadepin anak kecil.
GITA
Ya, kamu yang sabar. Kalo aku dulu KKN di daerah Subang. Penyuluhan anti pinjol sama bank Emok.
NANDA
Bank apa?
GITA
Bank Emok. Itu tukang kredit keliling, bunganya gede. Dia nyamar jadi koperasi gitu.
NANDA
Trus ngasih solusi gitu kalian?
GITA
Iya. Kita saranin untuk mulai stop ke bank Emok. Pinjaman yang ada adalah pinjaman terakhir. Mereka itu ke bank emok karena saratnya gampang, cuma KTP. Makanya kita arahin ke yang lumayan resmi, meski agak butuh telaten.
NANDA
Ada juga ya, bank keliling.
GITA
Masih banyak di daerah, mah.
NANDA
Iya ya. Di daerah kadang kurang info.
GITA
Iya.
GITA
Eh, Nda. ngomong-ngomong kamu ada niat ikut program beasiswa juga, gak? Programnya banyak, macem-macem. Aku kasih alamat web-nya.
NANDA
Kamu suka nonton film apa, Git? Conjuring?
GITA
Serius, Nda.
NANDA
Kamu nawarin-nawarin gitu. Emang aku keliatan sepintar itu, Git?
GITA
Ya siapa yang mau pasti bisa, lah.
NANDA
Kayaknya aku pengecualian.
NANDA
Nanda. Emang aku pinter? Dulu, aku SMA nilai banyak yang gak bagus. Sampai hape disita, wifi dicabut. Untung kelas tiganya bagus. Lulus bisa lolos tes ini, masuk negeri.
NANDA
Kok kita kebalik, ya? Aku SMP lumayan, SMA kelas satu bagus, kelas dua tiganya malah payah.
GITA
Ya emang gitu, kalo kita mau pasti ada aja jalannya.
NANDA
Iya ya? Liat nanti lah.
GITA
Oh ya, aku lupa belom trima kasih sama kamu.
NANDA
Nggak usah, cuma nyemil ini.
GITA
Bukan trima kasih yang ini.
NANDA
Maksud kamu?
GITA
Terima kasih, karena kamu gantin es krim yang Damar ambil dari temennya tempo hari.
NANDA
Oh, itu. Iya.
GITA
Trus aku ambil beasiswanya gak, ya? Dua minggu lagi, Nda.
NANDA
Gimana, ya? Ntar aku coba tanya penasehat spiritual gue, ya? Elang.
CUT TO :
INT. RUKO ELANG – SIANG
Nanda berbicara ke kamera.
NANDA
Apa gue keliatan pinter, ya? Atau ini bentuk lain motivasi dari Gita supaya gue mau diajak pinter. Tapi yang jelas. Sore itu, hati gue rasanya berjalan di sebuah lorong panjang dengan tujuan akhir taman surga. Banyak bidadari. Hii, seneng.
Elang muncul ke lantai dua membawa piring berisi sate. Elang meletakkan piring di depan Nanda.
ELANG
Sate. Nda.
NANDA
Iya.
Elang melihat ke layar laptop.
ELANG
Sampai mana?
NANDA
Sampai di ayunan.
ELANG
Cie. Bagian romantis, dong?
NANDA
Iya, dong.
ELANG
Gue turun, jaga konter.
NANDA
Iya, Lang.
Elang turun ke lantai satu, Nanda makan sate.