Seliburan Semester Mengejar Gita
3. Skenario Seliburan Semester Mengejar Gita Part 3
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

Skenario 

SELIBURAN SEMESTER

MENGEJAR GITA

Part 3


INT. RUKO ELANG – MALAM

Nanda mengambil kunci kontak VW yang berada di gantungan tembok bagian dalam konter.

NANDA

Lang, kodok lo gue bawa?

ELANG

Kemana, Nda? Rapi banget.

NANDA

Mengisi hati Gita.

ELANG

Bahasa lo?

Hape di kantung celana Nanda berdering. Nanda langsung menjawabnya. Di ujung telpon ada bundanya.

NANDA

Halo, bun?

O.S. BUNDA

Nda?

NANDA

Ya, bun?

O.S BUNDA

Anter bunda kondangan ke tempat temen bunda, ya?

NANDA

Ayah?

O.S. BUNDA

Ayah, pulang malam.

NANDA

Ya udah, bun. Nanda pulang.

Nanda menggantungkan kembali kunci kontak VW di gantungan tembok.

ELANG

Kemana, Nda?

NANDA

Kondangan.

Nanda keluar konter menuju motornya.

CUT TO :

EXT. RUMAH DAMAR– MALAM

Nanda menepikan VW di depan rumah Damar. Nanda turun VW kemudian memasuki pagar.

EXT. RUMAH DAMAR– MALAM

Nanda mengetuk pintu, tidak lama pintu terbuka dari dalam, bibik muncul menemui Nanda.

NANDA

Bik. Gita ada?

BIBIK

Mbak Gitanya pergi ke kondangan.

NANDA

Sendiri?

BIBIK

Sama temennya magang.

NANDA

Ya udah, bik.

BIBIK

Iya.

Nanda berbalik untuk berjalan keluar pagar.

CUT TO :

EXT. RUMAH DAMAR– MALAM

Nanda menepikan VW di depan rumah Damar. Nanda turun VW kemudian memasuki pagar.

EXT. RUMAH DAMAR– MALAM

Nanda mengetuk pintu, tidak lama pintu terbuka dari dalam, bibik muncul menemui Nanda.

NANDA

Bik. Gita ada?

BIBIK

Baru aja berangkat kondangan.

NANDA

Kondangan lagi?

BIBIK

Iya, nganter bundanya.

NANDA

Oh ya udah, bik.

BIBIK

Iya.

Nanda berbalik untuk berjalan keluar pagar.

EXT. RUMAH DAMAR– MALAM

Nanda memasuki VW untuk duduk di kursi kemudi.

NANDA

Orang Jakarta, ya? Hobi banget bikin hajatan.

(setengah teriak)

Giliran gue kapan woi?

Seorang lelaki menghampiri VW dan menyodorkan kertas undangan pada Nanda.

TETANGGA

Mas. Ada acara sukuran.

NANDA

Iya.

Nanda membaca kertas undangan.

NANDA

Sunat?

(pelan sambil melirik ke jendela)

Giliran gue kapan woi?

INT. RUKO ELANG – SIANG

Nanda berbicara di depan kamera.

NANDA

Mengingat segala kejadian yang dihasilkan Damar membuat gue terlihat konyol, otomatis Damar sudah gue hapus dari strategi untuk bisa mendekati Gita.

Tapi, meski sudah gue hapus dari daftar strategi, Damar masih sempat-sempatnya membuat masalah.

CUT TO FLAHBACK :

EXT. JALANAN KOTA – SIANG

O.S. NANDA

Dalam perjalanan pulang, Damar merebut es krim yang membuat teman ceweknya sewot. Gue terpaksa mencari warung untuk menggantikan es krim teman cewek Damar.

Di dalam minivan yang melaju. Nanda menoleh ke belakang ke Damar yang sedang makan es krim cup di samping teman perempuannya yang cemberut.

NANDA

Damar, kenapa lagi?

DAMAR

Aku cuma pinjem kok, besok aku bayar.

Nanda kembali melihat ke depan sambil geleng-geleng.

NANDA

Pinjem, pinjem es krim?

CUT TO FLASBACK :

EXT. WARUNG KELONTONG - SIANG

Minivan berhenti di depan sebuah toko. Nanda dan teman perempuan yang es krimnya direbut Damar berdiri di freezer es krim memilih-milih es.

CUT TO :

INT. BENGKEL SHOWROOM PAK BAS - SORE

Minivan jemputan merapat ke depan showroom Pak Bas. Pak Bas nongkrong di kursi panjang depan showroomnya, mengotak-atik hape dengan ditemani kopi dan rokok di jarinya. Nanda mendatangi Pak Bas untuk memberikan kunci kontak.

NANDA

Pak, saya balik dulu.

Tangan pak Bas tidak menyambut sodoran tangan Nanda.

PAK BAS

Sebentar, Nda.

Pak Bas meletakkan hapenya di atas meja di sampingnya.

PAK BAS

Lo kenal tante Kiki, nggak?

NANDA

Sepertinya nggak tuh, pak.

PAK BAS

Masa nggak kenal, tante Kiki seksi loh.

CUT TO :

INT. RUKO ELANG – SIANG

Nanda berbicara di depan kamera.

NANDA

Tante Kiki seksi? Urusan seksi-seksi kok gue kalah sama Pak Bas, ya?

Wajib sering ditongkrongin nih, pak Bas.

CUT TO BACK :

INT. BENGKEL SHOWROOM PAK BAS - SORE

PAK BAS

Dia ada perlu sama mobil. Lo tolong ke sana, ya? Dia orangnya baik banget. Nih, alamatnya.

Pak Bas memberikan secarik kertas kepada Nanda. Nanda menghela nafas.

NANDA

Iya, pak.

Setelah Nanda berbalik menuju minivan jemputan.

PAK BAS

Tapi galak.

EXT. RUMAH TANTE KIKI - MALAM

Nanda membawa minivan ke alamat rumah yang dikasih Pak Bas. 

NANDA

Ckk. Rencananya mau ke tempat Gita.

Nanda menoleh melihat ada banner bergambar cewek rebonding tapi dikasih kumis-kumisan pakai spidol oleh orang tidak bertanggung jawab. Nanda tersenyum menunjuk banner tersebut.

NANDA

Ada kumisnya?

EXT. RUMAH TANTE KIKI - MALAM

Nanda turun minivan untuk mengetuk rumah. Tidak lama, pintu terbuka dari dalam, TANTE KIKI, 30 tahun, dengan pakaian seksi muncul dari dalam. 

NANDA

Misi tante. Eh, benar ini rumah Tante Kiki.

TANTE KIKI

Kebetulan saya sendiri, ada apa, dik?

NANDA

Saya Nanda. Saya diutus Pak Bas kesini, katanya tante ada perlu.

TANTE KIKI

Masuk dulu deh, biar enak ngobrolnya.

Tante Kiki mengenggam tangan Nanda dan menyeret Nanda masuk rumah.

INT. RUMAH TANTE KIKI - MALAM

Nanda dan Tante Kiki duduk di ruang depan.

TANTE KIKI

Pak Bas ngomong apa ke kamu?

NANDA

Saya cuma disuruh ke sini, tante. Pak Bas gak ngomong lebih.

TANTE KIKI

Pak Bas pasti lupa.

Aku minta mobilnya buat ngangkut, tuh.

Tante Kiki menunjuk ke barang-barang salon yang sebagian sudah masuk kardus.

TANTE KIKI

Dibawa ke ekspedisi. Balik dua kali, ya?

NANDA

Iya, tante.

TANTE KIKI

Tante mau pindahin salon ke Semarang, Tante sudah sewa ruko di sana. Di Jakarta saingannya berat. Di sini Tante kalah modal, mending pulang kampung, buka salon di sana.

NANDA

Kalo salonnya pindah, rumah ini gimana, Tante?

TANTE KIKI

Kan, ini rumah saudara Tante, gimana sih, kamu!

CUT TO :

INT. RUKO ELANG – SIANG

Nanda berbicara di kamera.

NANDA

Tante Kiki galak. Lah mana gue tahu itu rumah siapa? Kapok gue sok-sokan basa-basi.

CUT BACK TO :

INT. RUMAH TANTE KIKI - MALAM

Tante Kiki berbicara di hapenya.

TANTE KIKI

Mas. Mobilnya sudah datang.

EXT. RUMAH TANTE KIKI - MALAM

Seorang lelaki keluar dari dalam rumah tante Kiki menggotong kardus besar dan memasukkannya ke dalam minivan Nanda. Disusul temannya keluar juga untuk memasukkan kardus ke dalam mobil.

EXT. JALANAN KOTA - MALAM

Tante Kiki meminta Nanda untuk menepikan mobil ke sebuah rumah makan.

TANTE KIKI

Kita berhenti di depan. Itu ada rumah makan.

NANDA

Iya, tante.

Nanda menepikan minivan di depan rumah makan.

TANTE KIKI

Kita makan di sini saja, ya? Pembantu Tante gak bisa masak.

NANDA

Saya gak usah tante, saya nunggu di mobil aja.

TANTE KIKI

Udah jangan banyak omong. Turun.

INT. RUMAH MAKAN - MALAM

Nanda masuk rumah makan dan duduk satu meja dengan tante Kiki, sedang dua orang bagian angkat-angkat barang di meja lain. Seorang pelayan mendatangi meja Nanda.

TANTE KIKI

Disini ayam kecapnya enak, loh.

NANDA

Ya udah, saya coba ayam kecapnya.

TANTE KIKI

Ayam kecap dua, mas.

Tante Kiki menunjuk ke meja dua orang yang membantu angkat barang salon.

TANTE KIKI

Sama itu masnya yang dua, tawarin. Saya yang bayar.

PELAYAN

Iya, mbak.

Setelah pelayan meninggalkan mejanya, tante Kiki berbicara ke Nanda.

TANTE KIKI

Ngomong-ngomong pacar kamu anak mana?

NANDA

Anu, masih pendekatan, Tante.

TANTE KIKI

Hmm, berarti sekarang masih jomblo, dong.

Nanda tersenyum pahit.

TANTE KIKI

Aku lihat kamu lumayan manis. Kok, kamu mau bawa mobil jemputannya Pak Bas?

NANDA

Buat ngisi liburan kuliah, Tante.

TANTE KIKI

Kamu ikut tante ke Semarang aja. Kalo rame, kerja salon uangnya lumayan. Banyak tipsnya.

NANDA

Eh, tapi sepertinya saya nggak cocok kerja salon, Tante.

TANTE KIKI

Emangnya kenapa?

NANDA

Ee, kalo pegang gunting, saya suka geli.

TANTE KIKI

Pegang gunting, geli? Kok bisa gitu, ya?

INT. RUMAH MAKAN - MALAM

Pelayan restoran datang membawa pesanan tante Kiki dan Nanda.

INT. RUMAH MAKAN - MALAM

Sambil menyantap ayam kecap bersama nasi putih yang tersedia, Tante Kiki kembali berbincang dengan Nanda.

TANTE KIKI

Gimana ayam kecapnya, enak kan?

NANDA

Enak, Tante. Bumbunya sampai kerasa di daging.

TANTE KIKI

Bener kan? Ini, cobain punya Tante!

Tante Kiki menyodorkan sepotong ayam kecap dari piringnya ke depan Nanda. Nanda mendelik kaget.

CUT TO :

INT. RUKO ELANG – SIANG

Nanda berbicara di kamera.

NANDA

Gue bukan pakar  kuliner. Tapi, tante Kiki pesan ayam kecap dan gue juga pesan ayam kecap. Yang gue tahu, dimana-mana yang namanya satu restoran, menu masakannya sama, rasanya bakal sama. Tapi lagi-lagi dengan terpaksa, gue membuka mulut untuk menampung potongan ayam kecap dari tante Kiki.

Dan anehnya. Pulang dari rumah tante Kiki, dengkul jadi lemes. Tapi perut kenyang.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)