90.INT.MOBIL SATRIA.SORE
Satria mencari Raya, dia menunggu di depan kost-san Riyan berharap Raya ada disana,tiba-tiba Albert menelpon
ALBERT
Sat,Raya ada di Kostsan Lucy, mau aku jemput dan ku antar pulang
SATRIA
Biar aku aja yang jemput
ALBERT
Oh Ok
Satria langsung tancap gas menuju rumah Lucy
CUT TO:
91.EXT.DEPAN KOST-SAN LUCI
Luci membantu Raya masuk ke mobil Satria, Satria mengikuti di belakang
SATRIA
Raya ada bilang sesuatu?
LUCI
Enggak pak, dia hanya menangis
SATRIA
Terimaakasih ya
Luci mengangguk,Satria buru-buru membawa Raya pulang
CUT TO:
92.INT.MOBIL SATRIA.MALAM
Raya diam memandang ke luar jendela, Satria sesekali menatapnya
SATRIA
kita ke rumah sakit ya, visum dan membuat laporan ke polisi
RAYA
Gak usah
SATRIA
Tapi Kevin sudah memperkosa kamu
RAYA
Percuma,kalian orang kaya hanya menjadikan kami objek penderitaaan
SATRIA
Kita harus kasih dia pelajaran Raya, aku gak terima
RAYA
Percuma Sat, keadilan tidak berpihak sama orang miskin kayak aku, kamu dan temen kamu bebas memperlakukan aku seburuk yang kalian mau
SATRIA
(Tercekat, sesekali menatap Raya disampingnya)
RAYA
(Menghembuskan nafas sambil menyeka air matanya)
CUT TO:
93.INT.RUMAH SATRIA RUANG TAMU.MALAM
Raya dan Satria baru sampai rumah, ternyata di ruang tamu sudah ada Arya, Pertiwi dan Kakek Yohan
Mereka menunggu kedatangan Satria dan Raya
PERTIWI
Satria, Raya duduk dulu ada yang ingin kami bicarakan
SATRIA
Gak bisa, Raya sedang sakit
KAKEK YOHAN
Sini dulu hanya sebentar
SATRIA
(Mengeram, menuntun Raya ke lantai atas)
Raya sakit, dia perlu istirahat
ARYA
Kalau Raya ingin mengakhiri semuanya, mungkin bisa bertahan disini sebentar
Raya melepaskan tangan Satria dan mendekati tempat mereka duduk
KAKEK YOHAN
Duduk Raya
Raya bergegas duduk diikuti Satria
PERTIWI
Aku dan papa sudah tau semua, bahwa pernikahn kalian hanya bohongan, dan Raya adalah anak dari Sailendra, orang yang sudah membunuh Zalika, ibu Satria
ARYA
(Menatap Satria)
Kenapa sih kamu sering berbuat kekacauan, kalau sekedar ingin balas dendam,hilangkan juga nyawa Raya, bukan menikahinya.
KAKEK YOHAN
Cukup Arya, saat ini polisi masih menyelidiki siapa pembunuh Zalika sebenarnya dan sampai sekarang Sailendra pun belum ditemukan.
(Menatap Satria)
Kakek harap kamu akhiri hubunganmu dengan Raya, dia gak salah apa-apa
SATRIA
Bisa gak usa ikut campur urusan ku, Zalika adalah ibuku,dan Raya adalah istriku
PERTIWI
Kalau mau urus, urusan mu sendiri, keluar dari perusahaan terlebih dahulu, jangan bawa-bawa nama Sanjaya
RAYA
Aku gak bermaksud ikut campur, aku gak masalah kalau Satria akan menceraikanku, aku hanya ingin keadilan untuk ayahku.
Raya pergi ke kamarnya, meninggalkan mereka di ruang tamu
CUT TO:
94.INT. SUNJAYA LAND.CAFETARIA.SIANG
Raya sedang makan siang bersama Luci saat Riyan tiba-tiba menghampiri mereka. Raya kaget melihat Riyan udah ada dihadapannya
RAYA
Riyan, kenapa ke sini?
RIYAN
Ada hal penting yang harus gue sampaikan, tapi gue gak bisa ngehubungin lo, hp loe gak aktif
RAYA
(Menarik Riyan keluar gedung kantor)
Sini-sini
Luci yang melihat hal itu mulai mengetik WA dan mengirimkannya pada Albert
CUT TO:
95.EXT.SUNJAYA LAND.TAMAN KANTOR
Raya dan Satria duduk berhadapan di tepi taman, Raya terlihat penasaran sedangkan Riyan menunjukan sesuatu dari handphonenya
Mereka tak sadar ada seseorang yang memotret mereka berdua dari jauh
RIYAN
Temen ngirimin video cctv yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya masuk ke kamar hotel tempat korban menginap, wajahnya terlihat jelas, siapa tahu lo kenal
RAYA
Mana?
Raya memperhatikan video Dari hp Riyan sambil terkejut
RAYA (CONT'D)
Hah, ini Bik Rum?
RIYAN
Bik Rum?
RAYA
Iya Asisten Rumah Tangga di rumah Satria
RIYAN
Waduh, bahaya! Jangan-jangan keluarga terlibat atas pembuhuhan ibunya Satria, di rekaman cctv yang lain terlihat bahwa perempuan itu juga yang mengajak ayahmu ke dalam kamar itu dan meninggalkannya.
RAYA
Apa? Berarti dia tahu soal ayahku?
RIYAN
Pastinya!!, coba lihat
Riyan kembali memperlihatkan cctv dimana Sailendra masuk ke hotel bersama Bik Rum, Kemudian Bik Rum pergi saat Sailendra masuk ke kamar, adegan selanjutnya Sailendra berlari tergopoh-gopoh keluar kamar seperti terkejut.
RIYAN (CONT'D)
Ada kemungkinan ini jebakan bagi ayahmu
Raya bergidik ngeri, keluarga Satria sungguh menyeramkan, bahkan Bik Rum yang dinilainya sangat baik, ternyata terlibat
CUT TO:
96.INT.RUMAH SATRIA RUANG TAMU.MALAM
Satria memandangi foto Raya dan Riyan di taman kantor tadi siang, selarut ini Raya bahkan belum pulang, Satria tak bisa menghubunginya.
Tak lama Ada telpon dari Albert
ALBERT
Halo Sat, Luci barusan WA bilang kalau Raya diantar Riyan ke kost-sannya, katanya Raya mau nginep disana, gimana? Perlu aku jemput?
SATRIA
Gak usa, biarin aja
Satria berusaha menahan amarahnya, dia tahu Raya perlu waktu dan marah akibat perkosaan yang dia alami.
CUT TO:
97.INT.SUNJAYA LAND.PANTRY ADMINISTTRI.PAGI
Raya sedang membuat kopi saat Satria tiba-tiba sudah ada dibelakangnya, kopi yang dipegang Raya tumpah ke jas Satria Saat Raya membalikkan badan dan beradu dengan tubuh Satria
SATRIA
(Mengibaskan jasnya menahan panas) Auhhh
RAYA
Yaa ampun, maaf aku gak tahu kamu di belakang
Raya sibuk mengambil tisu dan mengelap jas Satria, Satria tak marah, dia memperhatikan kepanikan Raya
RAYA (CONT'D)
Sakit?
(Menatap mata Satria)
Satria menggeleng, melepas jasnya, Raya mundur menjauhi Satria
SATRIA
Kamana kamu semalam?
RAYA
Aku nginep di rumah Luci
SATRIA
Kenapa gak bilang?
RAYA
Kenapa aku harus bilang? kamu aja gak pernah bilang kalu mau kemana-mana?
SATRIA
Mulai sekarang aku akan bilang sama kamu, kalau aku mau kemana-mana, asal kamu terima handphone pemberian aku
RAYA
(Mengernyitkan dahi, bingung dengan sikap Satria yang lembut, suaranya tak lagi keras)
Gak usah, aku uda beli
SATRIA
Kapan?
RAYA
kamu kenapa si Sat?
SATRIA
Kenapa? Aku gak pa-pa, mulai sekarang aku gak akan membuat kamu menderita lagi
RAYA
(Kaget dengan sikap satria, dia takut ini ada hubungannya dengan pembunuhan yang dilakukan oleh Bik Rum)
Aku harus kembali ke ruangan
Raya memutus pembicaraan, meninggalkan Satria di pantry, Satria mengatupkan bibirnya, suaranya kelu, dia bingung mengutarakan perasaannya, menahan cinta yang tiba-tiba datang.
CUT TO:
98.INT.SUNJAYA LAND.RUANG KERJA CEO.PAGI
Satria menghampiri Albert yang sedang bekerja
SATRIA
Minta Sama Luci nomor hanphone Raya yang baru
ALBERT
Ok
SATRIA
kamu udah tahu dia punya handphone baru?
ALBERT
Tadi pagi Luci bilang
SATRIA
Hubungan kamu sama Luci jangan sampai ketawan Raya nanti dia marah
ALBERT
Kamu takut dia marah?
SATRIA
Aku takut dia ninggalin aku
ALBERT
Oh iya Sat, barusan Kompol Surya nelpon, dia ngajak makan siang, Ada yang ingin dibicarakan, aku khawatir ini ada hubungannya dengan pertemuan Raya dan Riyan kemaren
SATRIA
Bukannya Riyan udah dipecat?
ALBERT
Yaa, mungkin aja
CUT TO:
99.INT.SUNJAYA LAND.TOILET WANITA.SIANG
Luci sedang cuci tangan sedangkan Raya baru keluar dari toilet.
RAYA
Jadi gue gak boleh nginep di kostsan lo lagi
LUCI
Bukannya gak boleh Ray, gue takut dimarahin Pak Satria, pas dia jemput loe malam itu, dia cemas banget, apalagi kalo sampai tahu lo saMa Riyan, makin marah dia!
Lo kenapa sih? Punya suami udah ganteng, CEO, perhatian, masih aja sama Riyan, kalau mau nyari bokap kan tinggal minta tolong Pak Satria
Raya tertegun, seandainya Luci tahu yang sebenarnya, Raya ingin sekali cerita semuanya ke Luci, tapi dia tahan sekuat tenaga. Raya tak mau menceritakan kejelekan Satria.
Tak lama Ada WA masuk, setelah dibuka itu dari Satria yang mengajaknya pulang bersama nanti. Raya semakin bingung dengan perubahan sikap Satria, Raya juga bingung, darimana Satria tahu nomor hpnya.
CUT TO:
100.INT.CAFE SENJA.SIANG
Satria Dan Kompol Surya duduk sambil berbincang, tampak mereka juga melihat ke arah tablet yang memutar CCTV yang sama dengan yang Riyan dan Raya tonton.
Tampak wajah Satria penuh amarah
SATRIA
Kenapa cctv ini baru muncul?
KOMPOL SURYA
Ini kesalahan kami, ternyata ada data di hardisk yang terlewat dan itu rekaman CCTV yang memperlihatkan kedatang seorang wanita paruh baya yang masuk ke kamar korban dan kedatang Sailendra bersamanya, Kemudian di tinggalkan begitu saja
dan rekamanan cctv ini sudah dicopy oleh Riyan, kemungkinan besar istrimu sudah mengetahui hal ini
SATRIA
(Menggelengkan kepala) Tangkap dia sekarang!
KOMPOL SURYA
Siapa wanita ini?
CUT TO:
101.INT.KANTOR POLISI.RUANGAN INTROGASI.SORE
Tampak Satria dan Bik Rum duduk berhadapan, wajah geram Satria beradu dengan ekspresi ketakutan Bik Rum
SATRIA
Bibik yang melakukan itu? Bibik bunuh ibu saya?
BIK RUM
Ampun Den
SATRIA
Saya gak nyangka, setelah bibik bunuh Ibu saya, bibik tetap tinggal bersama saya dan membiarkan saya menuduh orang lain
(Bangkit Dari duduknya, mendekati Bik Rum)
Kenapa bik? Kenapa???
Satria menggebrak meja, Bik Rum mulai menangis, beberapa polisi menjauhkan Satria, mengeluarkannya dari ruang introgasi.
Albert menenangkan
CUT TO:
102.INT.STUDIO MUSIK.SORE
Satria tampak sendiri di studio sedang bermain biola, matanya berair, teringat akan ibunya dan dugaan polisi yang salah. selama ini, dia harus menyiksa wanita yang tak berdosa, wanita yang kini dinikahi dan dicintainya, Satria menyesal, kenapa cinta datang di saat seperti ini?
Satria menghentikan permainannya, mengecek hpnya, tak ada balasan WA dari Raya, bahkan Raya tak mengangkat telpon darinya
SATRIA
(Mengeluh sedih) Heeehh, kamu dimana siihh??