Kenapa Cinta?
3. BANDUNG

34.EXT.RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS.MALAM

Mereka tiba di Bandung, memasuki rumah yang bergaya vintage, tapi sangat besar, halamannya luas.

Satria keluar dari mobil, Raya mengikuti di belakangnya, mereka melihat kakek Yohan sudah berdiri membelakangi mereka diteras rumahnya

Satria menoleh, meminta tangan Raya untuk digandeng, Raya menyambutnya, mereka mulai bersandiwara

SATRIA
Halo Kek apa kabar?
KAKEK YOHAN
(Membalikan badan)
OOhooo sudah sampai

mereka berdua berpelukan erat, Kakek Yohan juga memeluk Albert yang mengekor di belakang mereka


KAKEK YOHAN (CONT'D)
(Tersenyum menyambut ciuman tangan Raya)
Maaf kemarin gak sempat datang ke pernikahan kalian, aku sedang di Jepang untuk berobat
RAYA
Gak papa Kek, mendengar kakek sudah datang kami kemari, lagian juga besok akan ada Mama dan Kak Arya
KAKEK YOHAN
Waw kamu harus belajar dari istrimu yang bisa memanggil Mama, bukan tante
(Menatap lekat Satria)
SATRIA
(Tersenyum sinis)
Bahkan Kakek sudah memuji Raya sejak pertama ketemu
RAYA
(Membaca situasi yang tak enak akibat perkataanya, buru-buru bergelayut manja di lengan Satria)
Kami memohon restu dan doa dari Kakek
KAKEK YOHAN
Tentu, Yuuk masuk, kamar kalian sudah Kakek siapkan


CUT TO:

35.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.LANTAI ATAS.MALAM

Satria, Raya dan Albert mengikuti langkah Kakek Yohan, Raya semakin tertekan akan tidur sekamar dengan Satria dalam beberapa hari kedepan

KAKEK YOHAN
Ini kamar kalian
SATRIA
Iya inikan memang kamar ku kalo nginep disini
KAKEK YOHAN
Ya, istrimu harus tahu kamar ini, kamar yang sempat kau tempati saat remaja dan kamu Albert tidur disebelah kamar ku, jangan ganggu orang yang mau bulan madu
ALBERT
(Tersenyum semangat) Siap Kek

CUT TO:


36.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR ARYA.MALAM

Satria dan Raya masuk kemar, barang mereka dibawakan asisten rumah tangga rumah itu

SATRIA
Kamu jangan melewati batas dirumah ini!
RAYA
Ya jadi apa yang harus aku lakukan?
SATRIA
Turuti semua perkataanku, jangan banyak protes dan kamu harus membelaku kalau sampai mereka memojokan ku
RAYA
Kenapa mereka memojokan mu?

Satria masuk ke kamar mandi, meninggalkan tanya dari Raya. Raya melihat ke sekeliling kamar, interiornya ala 2010-an. mungkin saat itu Satria beranjak remaja, Raya mengambil album foto, melihat-lihat foto yang ada didalamnya, tampak seorang anak kecil lucu dipangku wanita cantik, Raya tahu itu Satria dan ibunya Zalika, dia mengamati foto wanita itu, sama dengan foto korban yang terduga dibunuh ayahnya.

Tiba-tiba album foto dirampas oleh Satria

SATRIA
Udah aku bilang jangan melampaui batas!
RAYA
(Terkejut saat tahu Satria bertelanjang dada)
Kenapa kamu gak pake baju?
SATRIA
Gak usah ge er!, aku mau ngambil baju di koper, malam ini kita tidur di kamar ini, kamu tidur di sofa

Raya masih memperhatikan Satria yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya, tanpa mengindahkan Raya dia berpakaian di kamar, melepas handuk, menggunakan celana dalam lalu celana pendek.

Raya mengalihkan pandangan, berusaha bangkit dari duduk menuju kopernya, dan membawanya ke kamar mandi.

Tak berapa lama, Raya keluar kamar mandi, memakai piyama dan bersiap tidur di sofa, seketika Raya terkesima dengan wajah Satria yang tidur menyamping menghadapnya, baru kali ini mereka sekamar.

Satria tidur tanpa baju, tapi tenggelam di bawah selimut, Raya iri, di sofa tak ada selimut, dia tak berani mencari, takut Satria terbangun dan memarahinya lagi, hawa dingin menusuknya.

CUT TO:

37.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.DAPUR.PAGI

Karena terlalu dingin Raya tak bisa tidur nyenyak, dia terbangun saat ART bersiap membuat sarapan. Raya memaksa untuk diberi kesempatan membuatkan Kakek sarapan

tak berapa lama nasi goreng buatan Raya jadi

CUT TO:

38.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG MAKAN.PAGI

Raya sedang menata makanan di meja, menyendokkan nasi ke piring lalu menaruhnya di depan kursi Kakek Yohan

KAKEK YOHAN
Wahh kamu bikin sarapan?
RAYA
(Tersenyum ramah) Ayo, cobain Kek
KAKEK YOHAN
(Hidangan dipiring yang sudah disiapkan Raya disantap Kakek dengan lahap)
Kamu pinter masak, sama seperti Zalika, ibunya Satria
RAYA
Terima kasih Kek
KAKEK YOHAN
Sebenarnya, Zalika menantu yang baik, sabar, penurut, pintar masak, ngurus suami dan anak. Tapi sayang dia istri kedua.
RAYA
(Mendengarkan dengan seksama)
KAKEK YOHAN
Anak ku Gunawan, menikahi sirih pegawainya di kantor, Zalika, dia tak tahan dengan sikap dan sifat istrinya sendiri Pertiwi, ibu tiri Satria ini hanya ingin harta Gunawan, tak pernah mengurusnya sampai Gunawan meninggal.
Apalagi dia tahu Gunawan menikah lagi dengan pegawainya sendiri, dia merasa tersaingi, takut Zalika juga mengincar harta Gunawan, Pertiwi membenci Zalika dan Satria.
RAYA
Lalu kenapa Mama tinggal di New York?
KAKEK YOHAN
Gunawan membelikan rumah dan membuat perusahaan untuk Pertiwi dan Arya, sedangkan Zalika diungsikan ke sini, Gunawan takut Zalika berbuat hal keji pada Zalika, baru setelah Satria remaja dia pindah kesini.
RAYA
(Berpikir bahwa sifat Pertiwi justru mirip dengan Satria)
KAKEK YOHAN
Satria sebetulnya anak yang baik, tapi dia semakin berubah sejak diperlakukan buruk oleh Pertiwi, dipisahkan dengan ibunya, dituntut jadi anak yang sempurna, tapi tak pernah dianggap
Satria harus bersikeras agar diterima oleh Pertiwi, ayahnya sibuk kerja tak tahu bahwa Satria sering disiksa oleh Pertiwi. Tak diberi makan, dipukuli kalau terlambat pulang sekolah bahkan disiram air comberan saat pulang ngeband
Sedangkan Arya, dileskan piano, gitar bahkan sampai ke luar negeri, padahal menurut Kakek, Satria jauh lebih berbakat di bidang musik
RAYA
(Menutup mulutnya, syok mendengar cerita Kakek Yohan)
KAKEK YOHAN
Kamu harus banyak mendukung Satria, saat ini dia sedang berusaha mempertahankan perusahaannya, kalau Pertiwi dan Arya sudah datang kesini, apalagi yang ingin diperbuat selain soal harta.
RAYA
(Mengangguk pelan)

Satria dan Albert menuruni anak tangga, Kakek Yohan melihatnya

KAKEK YOHAN
Mau kemana kalian?, ayo sarapan dulu

Satria hanya diam, malas bergabung tapi Albert membelalakan matanya berisyarat.

Satria duduk disamping Raya, Albert duduk didepannya, Raya mengambilkan nasi dan lauk di piring untuk Satria, sedangkan Albert menyendok sendiri

Satria dan Albert mulai makan

SATRIA
Enak banget nasi goreng kamu!
RAYA
Makasih, nih tambah lagi
(Raya menambahkan secentong nasi ke piring Satria)
KAKEK YOHAN
Kamu baru tahu istrimu pintar masak?
ALBERT
(Membelalakan matanya ke arah Satria)
SATRIA
Raya jarang masak Kek, kan dia juga bekerja
(Menggenggam tangan Raya lembut)
KAKEK YOHAN
Dia mirip ibumu, pegawai yang dinikahi bosnya.
SATRIA
hehe tapi aku akan membahagiakannya, tak akan mengecewakannya, aku tak akan membuat Raya sakit seperti Mama

Raya terkesima mendengar ucapan Satria, seolah mempertanyakan kebenaran, atau pesimis ini hanya sandiwara.

Satria mengelap mulutnya dengan tisu, menyudahi makannya dengan minum, lalu menggenggam erat tangan Raya sambil mengecup keningnya

SATRIA (CONT'D)
Aku pergi dulu ya sayang
RAYA
Iya, aku antar kedepan
SATRIA
(berkata pelan dekat di telinga Raya)
Kamu jangan kemana-mana sampai Tante Pertiwi dan Arya datang
RAYA
(Menoleh sambil terus berjalan) Aku harus apa?, kamu mau kemana?
SATRIA
(Membuka pintu mobil)
Ada yang harus aku kerjakan, kalau mereka tanya bilang aja aku ada urusan bisnis
RAYA
Kamu mau meninggalkan aku dengan keluarga mu?
SATRIA
(Menatap lekat Raya, masuk ke mobil dan meninggalkannya tanpa jawaban)

Raya masih menatap kepergian mobil Satria, dan Albert menatap Raya dari kaca spion mobil

tak lama berselang handphone yang ada di saku Raya bergetar, ternyata itu dari Riyan, Raya menoleh ke kiri dan kanan sebelum mengangkatnya, buru buru Raya berjalan menuju taman yanga ada di samping rumah kakek

CUT TO:

39.EXT.RUMAH KAKEK YOHAN.TAMAN SAMPING.PAGI

Raya mengangkat telepon Riyan sambil duduk dikursi taman

RAYA
Ada apa Yan?
RIYAN
Gue dapat kabar dari temen kalau salah satu petinggi atasan kami akan bertemu Satria hari ini di Bandung
RAYA
Sekarang kami di Bandung
SATRIA
Hah kalian berdua?
RAYA
Ya, sama sekretarisnya juga, hari ini ibunya datang dari New York,mengunjungi mertuanya, jadi kami dari semalam nginep dirumah kakeknya Satria.
Oh ya, Satria baru aja berangkat, apa mungkin bertemu atasan lo?
RIYAN
Mungkin, bekingan Satria adalah Kompol Surya, gue harap lo tetap hati-hati
RAYA
Iya, selama disini aku akan mencari tahu lebih banyak tentang keluarga Sanjaya.

CUT TO:

40.INT.COFFE SHOP.PAGI

Satria dan Kompol Surya sedang berbincang disebuah Cafe, perbincangan mereka cukup serius, sesekali Satria melirik ke Albert yang duduk di meja sebelah bersama bawahan Kompol Surya

KOMPOL SURYA
Menurut penyeledikan kami, Sailendra sepertinya dibawah penguasaan orang lain. Dia selalu bisa kabur sebelum bisa kami tangkap.
Kami sedang mencari tahu siapa yang membantunya, sepertinya dia bekerja dengan seorang wanita.
SATRIA
Saya berharap anda bekerja cepat,sudah setahun Sailendra buron,sampai sekarang belum ketemu dan saat ini ada dugaan baru bahwa Sailendra dibantu? nanti apa lagi
KOMPOL SURYA
Tenang Sat, kuat dugaan bahwa Sailendra dibayar untuk membunuh ibumu, ada orang yang membayarnya sekaligus melindunginya.
SATRIA
(Menggeleng, kehabisan akal) Siapa yang ingin ibuku mati?
KOMPOL SURYA
Faktanya, Sailendra sebenarnya orang kepercayaan ibumu yang mengkhianatinya
SATRIA
(Mengerutkan kening)
Aku tak pernah mengenal Sailendra
KOMPOL SURYA
Kau sempat terpisah dengan ibumu saat Ibu tirimu masih di Indonesia kan?
Saat itu Sailendra menjadi pegawai ibumu saat mengelola bisnis di Bandung, yang tak kami pahami adalah, kenapa Sailendra sampai membunuh ibumu?, apakah ada masalah diantara mereka? atau karena disuruh pihak lain?

CUT TO:

41.EXT.RUMAH KAKEK YOHAN.TAMAN SAMPING

Raya masih duduk memperhatikan taman indah itu sambil kembali memikirkan rencana untuk bertahan dengan keluarga Satria, tanpa dia sadari ada Arya sudah yang berdiri dibelakangnya

ARYA
Siapa ini? orang yang juga suka duduk ditaman sambil termenung
RAYA
(Terkejut sambil menoleh) Maaf,

Raya menatap Arya dengan wajah bingung, dia berusaha menebak siapa pria tampan yang tinggi dan berkulit putih ini

Dibelakang Arya, Kakek Yohan mengekor

KAKEK YOHAN
Arya perkenalkan ini Raya istri Satria

Arya menatap Raya dalam, matanya memperhatikan dari kepala hingga ujung kaki Raya.

Raya berusaha tenang saat tahu lelaki ini adalah Arya, Raya mengulurkan tangannya sambil tersenyum, uluran tangan itu tak disambut Arya, dia hanya tersenyum dengan wajah yang merendahkan. Raya lagi-lagi berusaha tenang dengan tetap tersenyum, Arya berlalu acuh.

KAKEK YOHAN (CONT'D)
Sudah Jangan dipikirkan, yuk kita masuk bertemu mama mertua mu
RAYA
Iya Kek


CUT TO :

42.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG KELUARGA.PAGI

Kakek Yohan, Raya, Pertiwi dan Arya duduk di ruang keluarga, pertemuan ibu mertua dan menantu yang canggung, tampak asisten rumah tangga menyuguhkan teh hangat untuk mereka berdua.

Pertiwi memperhatikan Raya, menatapnya sama seperti yang Arya lakukan tadi, sementara Arya hanya bermain handphone

PERTIWI
Bagaimana kabar Papa?
KAKEK YOHAN
Baik, walau terus kontrol ke rumah sakit
PERTIWI
Kenapa gak stay di Jepang saja untuk pengobatan?
KAKEK YOHAN
Aku sudah terlalu lama di Jepang, sejak kematian Zalika, jantungku semakin parah, hampir setahun aku disana. Saat aku dengar Satria tiba-tiba menikah, aku pulang, aku ingin menjaga Satria dan istrinya.

Raya menoleh ke Kakek lalu kembali menatap Pertiwi yang masih acuh terhadapnya.

Pertiwi lalu tersenyum, menoleh ke arah Raya.

PERTIWI
KENAPA PERNIKAHAN KALIAN BEGITU TIBA-TIBA?
RAYA
(Tertegun, tak siap dengan pertanyaan yang diajukan mertuanya)
Kami bertemu di kantor, aku bawahannya, kami baru tiga bulan berhubungan kemudian memutuskan menikah

Mendengar itu Pertiwi menggeleng, Arya berhenti menatap ke handphonenya untuk kemudian menatap Raya

PERTIWI
Anak itu, sama seperti ayahnya, yang saya tahu dia punya pacar yang cantik, model terkenal dan kaya, kenapa lalu jatuh hati dengan bawahannya sendiri.
Kamu tahu itu?, apa mereka masih berhubungan?
RAYA
(Mengernyitkan dahinya, walaupun dia tahu tentang Marisa, tapi dia sadar sedang bersandiwara)
KAKEK YOHAN
Sudah, jangan bahas masa lalu Satria, sekarang sudah ada Raya yang mendampingi

CUT TO:

43.INT.CLUB THE JAV.MALAM

Satria dan Albert masih berbincang, kali ini mereka bertemu di club malam, Satria seharian bersama Kompol Surya melakukan beberapa pengintaian ke tempat-tempat yang dicurigai berdasarkan penyelidikan dari anak buah Kompol Surya

SATRIA
Dari dua tempat pengintaian tadi aku baru tahu bahwa salah satunya milik keluar Sanjaya, bahkan atas nama mama. Apa kaitan dari semua ini?
ALBERT
Kenapa Sailendra yang merupakan orang kepercayaan ibumu justru membunuhnya dan bersembunyi di rumah milik ibu mu?
SATRIA
(Menggeleng resah)
ALBERT
Eh kenapa sih ribut banget

Albert dan Satria menoleh ke arah Hall, tampak dua orang pria sedang berkelahi, pria pertama bertubuh kekar, berkepala plontos dan mengacungkan pisau, sementara pria kedua bertubuh tinggi, berpakain rapi dan menantang dalam keadaan mabuk.

Satria dan Albert mengenali pria itu

SATRIA
Arya?
ALBERT
(Mengangguk)

Satria dan Albert langsung menghampiri Arya, memegangi tubuhnya yang gontai, namun Arya terlanjur emosi dia berteriak menghampiri lawannya

ARYA
Siaalan !! berani kau!!

Satria yang melihat lawan Arya yang siap menebasnya dengan pisau langsung mendorong tubuh Arya kesamping, akibatnya lengan kiri Satria terkena tebasan pisau.

CUT TO:

44.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA.MALAM

Raya resah menatap keluar jendela besar dari kamarnya yang menuju ke pagar depan rumah, rasa kesal menggelayut, Satria meninggalkannya dirumah keluarga Satria.

Seharian dia harus menghadapi mama mertua dan Arya yang acuh.Sekarang waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari dan Satria belum juga pulang.

Raya akhirnya menutup gorden jendela, mencoba berbaring di sofa dan kali ini Raya sudah punya selimut

sesaat terlelap, pintu kamarnya diketok, Raya buru-buru bangun dan membuka pintu, tampak Satria yang ditemani Albert masuk ke kamar, Satria tampak menggendong tangan kirinya yang diperban.

RAYA
(tampak panik) Kamu kenapa?
ALBERT
Ditebas oleh salah seorang geng motor yang berantem sama Arya
RAYA
Hahhh? kok bisa?
SATRIA
Udahlah gak papa ini
(Duduk di tepi ranjang, membuka baju seadanya)
ALBERT
Tolong dia membuka baju, aku ambil bajunya dulu di lemari

Raya hanya diam, canggung dengan perintah Albert, tapi dia memperhatikan Satria yang kesulitan melepaskan kaos yang dipakainya.

Raya reflek menarik kalos pelan, saat kaos terbuka, tampak tubuh Satria, terlihat pula lengannya yang diperban

Albert kembali dengan celana pendek, dia tahu Satria sering tidur tanpa baju

ALBERT
Ray, tolong jaga Satria, kasih obat ini jika dia ngerasa sakit, tolong liatin kalau tiba-tiba dia demam, obat bius habis jahitan di lengannya sebentar lagi hilang. Aku gak mungkin tinggal dikamar ini
RAYA
(Menatap khawatir ke Albert) Kenapa sampai kejadian gini sih?
SATRIA
(Nada tingggi, sambil berusaha membaringkan diri ke kasur)
udahlah aku gak apa-apa, gak usah dijaga.

Raya dan Albert berjalan ke arah luar kamar

ALBERT
Tadi waktu di club, kami melihat Arya berantem dengan seorang pria, kami berusaha melerai karena orang itu memegang pisau, tanpa sengaja pisau itu justru menyabet lengan Arya.

Setelah Albert pergi, Raya kembali mendekati Satria yang sudah berbaring, Raya menyelimutinya

SATRIA
Aku kan udah bilang gak usah melampaui batas, apalagi kalau kita cuma berdua
RAYA
Panggil aku kalau butuh sesuatu

Raya pergi ke sofanya, menyelimuti diri membelakangi Satria, Satria memperhatikan punggung Raya

Belum lama Raya terlelap, dia mendengar Satria meringis, Raya bangkit, mengambil obat dan air putih, Raya duduk dipinggir ranjang dekat Satria yang berusaha duduk. Raya ingin menolong tapi tangannya ditepis Satria .

Raya membuka bungkusan obat dan memberikannya pada Satria, Satria menepak tangannya, bungkusan obat berhamburan ke lantai, Raya bangkit memungutinya lalu kembali menyiapkan tiga buah pil kepada Satria.

Satria menatapnya benci, tapi Raya tak perduli

RAYA (CONT'D)
Minum, atau kamu mau terlihat sangat terluka akibat menolong Arya, segitunya banget pengen dihargai?
SATRIA
(Menggebrak gelas bekas dia minum obat ke meja disamping kasur)
Jangan ikut campur urusan ku

Raya yang kaget, bangkit dari duduknya di dekat Satria, Satria menahan tangan Raya, Raya terhuyung, terjatuh ke pangkuan Satria, wajah mereka hampir menempel, tangan Kanan Satria menjambak rambut Raya

SATRIA (CONT'D)
Selama masih bersama keluargaku, turuti semua perintahku

Raya mengalihkan pandangannya, Satria masih memperhatikannya.

RAYA
Kamu, dan keluargamu sama gilanya

Raya berusaha bangkit namun Satria masih menahan rambut Raya, Raya berontak kesakitan, tangannya mengenai lengan Satria

SATRIA
(Kesakitan) Awww Sakit
RAYA
Ahh

Raya buru-buru mengalihkan perhatiannya pada luka Satria, Meniupnya lembut, Satria memperhatikan kepedulian Raya, ini sungguh menganggunya.

Satria mencoba membaringkan diri untuk tidur kembali, ia tak mau terbawa suasana. Raya menunggui Satri hingga tertidur.

CUT TO:





Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)