Kenapa Cinta?
2. PERTIKAIAN

19.EXT. RUMAH SATRIA. TAMAN BELAKANG-MALAM

Raya sudah siap berpakaian untuk menemani Satria, Raya mengenakan gaun panjang berwarna krem dengan tali yang diikat di pinggang, sangat sederhana, gaun lebaran dua tahun yang lalu.

Bik Rum menghampiri Raya yang berdiri menunggu sambil menatap bunga-bunga ditaman

BIK RUM
Non udah ditunggu Den Satria di depan garasi
RAYA
(Mengangguk mengikuti langkah Bik Rum)

Satria berdiri membelakangi Raya, seketika Raya terkesima dengan perawakan Satria yang tinggi, gagah dan rapi mengenakan tuxedo hitam.

BIK RUM
Non Rayanya udah siap Den

Satria menoleh sesaat lalu melangkah menuju mobil, Raya mengikuti dibelakangnya.

CUT TO:


20.INT.MOBIL SATRIA.MALAM

Raya menatap keluar kaca tepat disebelahnya, Satria melajukan mobil tanpa Albert yang biasanya menyopiri. Ada rasa canggung di dada Raya, dia tak berani menoleh, rasa itu seolah ditangkap Satria. Satria tersenyum tipis mengejek situasi.

CUT TO:

21.INT. GAZE BAR.MALAM

Raya bingung kenapa Satria mengajaknya ke Bar, mereka memasuki ruangan private yang lumayan besar, disana berkumpul pria dan wanita dengan penampilan serba mewah, mereka sepertinya teman-teman Satria. Bukan seperti para pemegang saham

RAYA
Kenapa kita kesini?
SATRIA
Bersenang-senang

Satria menghampiri Marisa seorang wanita cantik, mereka berciuman lalu berpelukan, tak lama Marisa menatap rendah Raya.

MARISA
ini orangnya?

Satria mengangguk sambil memeluk pinggang Marisa.

Raya kebingungan, dia ternyata dikenalkan dengan kekasih Satria, bukan dinner dengan pemegang saham,

RAYA
(Menatap Satria sinis) Bodoh sekali aku percaya
SATRIA
(Tersenyum mendekati Raya) Kamu ngarep apa?aku akan memperkenalkan mu sebagai istri?

Satria menjentikkan jarinya didepan wajah Raya, seolah berisyarat pada teman-temannya, mereka menoleh kearah satria dan Raya.

SATRIA (CONT'D)
Teman-teman perkenalkan, ini Raya, putri dari buronan yang membunuh ibuku

Raya menelan ludah

teman-teman Satria saling pandang dan tersenyum, kemudian mereka bergumam, mengangguk, bahkan bisik-bisik

KEVIN
Dia manis

Raya menunduk, Satria menoleh kearah Kevin, temannya dari SD

MARISA
Dia kampungan
(tersenyum sinis, memandangi Raya)


Para wanita diruangan itu saling berbisik, tertawa kecil sambil memandangi Raya.

Seketika Raya berbalik, keluar dari ruangan itu, hatinya sakit, atas perlakukan dan dibohongi oleh Satria.

CUT TO:

22.EXT. DIPINGGIR JALAN.MALAM

Raya menunggu taksi online, sambil mengatur nafas, tak lama handphonenya berdering, Riyan temannya yang seorang polisi menelepon, mengabarkan ada berita terbaru mengenai ayahnya.

Raya bergegas pergi, seketika melupakan kejadian yang baru saja menimpanya

CUT TO:

23.INT. KOSTAN RIAN.MALAM

Rian membuka pintu kamar kostnya, didapatinya Raya tampak cantik dengan gaun kremnya yang cukup ketat

RIYAN
Darimana lo?
RAYA
Abis ada acara

Raya cuek masuk ke kamar Riyan, duduk di ranjang menunggu Riyan duduk dikursi menghadapnya

RAYA (CONT'D)
Gimana? ada berita apa?
RIYAN
Dari rapat yang kami lakukan tadi siang, sekitar dua hari yang lalu ditemukan jejak ayahmu sempat terlihat oleh warga di daerah Bantul,dan ada yang pernah melihat seorang wanita paruh baya berbincang denganya, sebelum akhirnya ayahmu tak terlihat lagi
RAYA
Wanita paruh baya?
RIYAN
(mengangguk sambil terus memperhatikan wajah mungil Raya, rambutnya tergerai cantik, dan kulitnya kuning langsat)
RAYA
Jadi apa yang harus kita lakukan? ke Jogya?
RIYAN
(menggeleng pelan)
Sudah kami pastikan tidak ada lagi disana, sepertinya pindah ke daerah Lembang, kami masih mencari

Raya mengernyit khawatir

RAYA
lo gak akan ketawan kan?? Gue khawatir atasan lo bakal marah, dan lo dipecat
RIYAN
Tenang aja, gak ada yang tau, besok kami akan melakukan penyergapan di daerah lembang, loe mau ikut?
RAYA
(Raya berpikir, bagaimana dia bisa pergi sekarang, apa Satria akan mencarinya? tapi seketika Raya menjadi kesal mengingat kejadian yang tadi dialaminya)
RIYAN
Gimana Ray?
RAYA
Ok, gue ikut, malam ini gue tidur disini ya?
RIYAN
(Terkejut senang) Kenapa?
RAYA
(Bingung bagaimana mau menjelaskannya)
Gue berantem sama suami gue
RIYAN
(Terkejut)
Lo udah nikah? sama siapa?
RAYA
CEO di kantor, maaf ya gue gak ngabarin
RIYAN
Satria Sanjaya, putra zalika yang menjadi korban??

Belum sempat Riyan menyelesaikan ucapannya, Raya sudah mengangguk, dia sadar tak bisa membicarakan pernikahannya lebih jauh.

RIYAN (CONT'D)
Kenapa tiba-tiba? apa lo tahu sebelumnya kalo dia???, gue sebenarnya khawatir saat tau lo kerja di Sunjaya Land

Raya kembali berbohong, dia mengangguk pelan tersenyum menatap Riyan.

RAYA
Gue tahu dia putra korban, gue tahu dia juga mencari ayah gue,gue menikahinya juga karena ingin menyelidiki kasus ini
RIYAN
(Menggeleng tak percaya) bukannya sebaliknya,lo menjadi target karena tahu lo anak si pembunuh

Raya berusaha tenang, dia tahu berhadapan dengan polisi yang cukup mengerti dengan ekspresi dan tingkah laku manusia, Riyan terus memperhatikannya

RAYA
Tenang aja, gue sedang berusaha sekuat tenaga membuktikan bahwa ayah gue gak bersalah

Riyan menggenggam tangan Raya, menatap matanya, namun seketika Raya teringat Satria. buru-buru Raya melepaskan genggaman itu dan berusaha menjauhi tubunya dari Riyan.

RIYAN
Lo gak papa kan?
RAYA
Iya gue gak papa

CUT TO:

25.EXT. RUMAH SATRIA. KOLAM RENANG.PAGI

Satria dan Marisa asik berenang, sesekali mereka berciuman dan bermanja, kemudian saling bercanda

Bik Rum yang melihat dari kejauhan merasa risih, yang dia tahu Satria sudah punya istri, walaupun hubungan mereka terlihat ganjal tapi Bik Rum takut Raya akan melihat pemandangan itu

Walaupun tergopoh tapi dengan berani Bik Rum mendekati mereka berdua, tampak Satria sedang duduk di kursi tepi kolam, dan Marisa sedang berenang

BIK RUM
Den Satria maaf, tapi dari semalam Non Raya belum pulang
SATRIA
Kemana dia?, apa dia menghubungi Bibik?
BIK RUM
Enggak Den, bibik Telepon HPnya gak aktif


Satria terlihat panik, mengambil Handphonenya di meja, berusaha mencari nomor Raya, tapi tidak ketemu, Marisa mendekatinya, memperhatikan kepanikannya

Satria baru sadar dia tak memiliki kontak Raya

SATRIA
Kirim nomornya Raya bik
MARISA
Kenapa gak minta Albert saja yang menghubunginya, kan perjanjian kita seperti itu?


Marisa duduk di kursi sebelah Satria berdiri, Satria menyadari bahwa Marisa sedikit kesal, Satria duduk disampingnya menggenggam tangannya, menyipitkan mata sambil menggeleng, memberi kode bahwa ada Bik Rum di dekat mereka.

SATRIA
Bik Rum boleh pergi


Satria menatap Marisa, dia tersenyum menyembunyikan kekhawatirannya

SATRIA (CONT'D)
Aku takut Raya pergi mencari ayahnya, semalam Kompol Surya mengabari bahwa hari ini akan ada penyergapan kembali ditempat yang diduga persembunyian dari Sailendra. Awas aja kalau terbukti ada Raya di sekitaran situ


Marisa menatap Satria yang berbicara sambil mengarahkan pandangannya lurus kedepan

Satria dengan sigap menelepon Albert

SATRIA (CONT'D)
Halo bert, Raya gak pulang dari semalam, kayaknya dia ke Lembang, lokasi penyergapan Sailendra hari ini, tolong temukan dia.
ALBERT
Ok, Siap

Sesaat Satria menutup teleponnya, Marisa kembali tersenyum,dia merangkul pundak Satria

MARISA
Kalau gitu kita bisa ke Singapur hari ini??
SATRIA
(Tahu Marisa ingin bersenang- senang tapi ada rasa berat yang mengganggunya)
Harus banget hari ini?
MARISA
Yak kan udah ditangani sama Albert
SATRIA
Aku takut kali ini Raya berhasil
MARISA
Bagus dong, kalau sampai terbukti dia menyelamatkan tersangka, dia juga bisa masuk penjara.
SATRIA
(tersenyum menatap Marisa)
MARISA
Ayok kita ke Singapur

Marisa berdiri, menarik lengan Satria untuk bangkit

CUT TO:

26.INT.MALL DI SINGAPURA.MALAM

Marisa dan Satri berbelanja di sebuah Mall, di tengah kesibukan Marisa di kamar pas, tampak Satria berkali-kali mengecek handphonenya, menelepon Kompol Surya dan Albert

CUT TO:

27.INT. SEBUAH WARUNG KOPI DI LEMBANG. MALAM

Tampak Raya sedang menunggu Riyan yang melakukan penyergapan, untuk kali ini Raya menunggu cukup jauh dari lokasi, dia takut Satria pasti curiga dengan kepergiannya, belum lagi Raya tidak tahu siapa sebenarnya mata-mata Satria. Tak lama Riyan mendatangi Raya, misinya sudah selesai

RAYA
Gimana Yan?
RIYAN
Gagal Ray, dilokasi sudah tak ditemukan ayahmu.

Raya memasang wajah khawatir


RAYA
Apa yang terjadi di situ?
RIYAN
Dan perlu lo tahu, lokasi merupakan sebuah vila yang diduga milik keluarga Sanjaya
RAYA
(Tercengang dengan fakta)
Gue gak ngerti, berarti hilangnya ayah ada kaitannya dengan keluarga Sanjaya, siapa yang melakukan ini?
RIYAN
lo tenang dulu, kita selidiki pelan- pelan, lo harus tinggal di rumah Satria lebih lama lagi, gak papa kan?
RAYA
(Terdiam lesu menatap Riyan)
RIYAN
Kalo ada apa-apa hubungi gue ya

Raya mengangguk, Riyan melihat sekeliling dengan seksama, takut ada yang mengetahui pertemuan mereka.

CUT TO:

28.INT. RUMAH SATRIA RUANG TAMU.SORE

Satria baru pulang dari Singapura, Dia buru-buru pulang setelah mendapat kabar dari Albert bahwa dia menemukan Raya di kostsan Luci. Satria melemparkan tubuhnya di sofa ruang kelurga, Bik Rum tak lama menghampiri,

SATRIA
Raya sudah pulang Bik?
BIK RUM
Sudah Den, ada di kamarnya
SATRIA
Panggil kemari
BIK RUM
Baik Den
SATRIA
(Memijit kepalanya, melepaskan jaket, dan melepas kancing kemejanya)
BIK RUM
Non Raya sudah disini Den

Satria menoleh, sudah dua hari dia tak bertemu Raya, wanita itu menatapnya tajam, Bik Rum meninggalkan mereka berdua. Satria mendekat, Raya melangkahkan kakinya mundur

SATRIA
Kamu pikir aku gak tahu kamu kemana?
RAYA
(Hanya diam sambil tertunduk) Itu bukan urusan kamu
SATRIA
(Geram menggengam lengan Raya, menariknya hingga terduduk di sofa)
Kamu berusaha mencegah polisi menangkap Sailendra lagi
RAYA
(Membenahi roknya yang terangkat sampai ke atas paha akibat hentakan duduknya di sofa, Raya risih Satria melihat hal itu)
Bukannya ini tak masuk dalam perjanjian pernikahan kita, aku boleh melakukan apapun yang aku mau, dan diantara kita tidak boleh saling mencampuri urusan masing-masing!

Satria semakin geram, makin mendekatkan tubuhnya ke Raya, Raya bangkit dari duduk, hendak menjauhi Satria, lagi-lagi Satria menahan tubuhnya, menggengam lengannya, mata mereka beradu

RAYA (CONT'D)
Lepasin aku
SATRIA
Kamu lupa bahwa perjanjian pernikahan itu hanya cara agar aku bisa menyiksamu
RAYA
Sakit (Menatap marah)
SATRIA
Dan Aku gak akan membiarkan kamu dengan bebasnya mencari dan menyelamatkan ayahmu
RAYA
(Berusaha melepaskan tangan Satria) Tapi tetap saja, jangan pernah ada kontak fisik diantara kita!!

Satria masih memegang lengan Raya, mengamati wajahnya dalam, Raya mengalihkan pandangan, menghindari pesona Satria yang mengganggu.

Disaat genggaman Satria melemah, Raya melepaskan tangannya dan kabur ke kamarnya.Raya takut Satria akan menyakitinya lagi.

CUT TO:

29.INT. SUNJAYA LAND RUANG ADMINISTRASI.SIANG

Raya berusaha menyelesaikan pekerjaannya, strategi bisnis perusahaan yang belum juga selesai.

Luci memperhatikan, dia menyadari Raya semakin terpojok, seperti tertekan dan terlihat lelah

LUCI
Raya, Are you Ok?
RAYA
(Raya mengangguk dan kembali bekerja)
LUCI
Satria memperlakukan lo dengan baik?
RAYA
(Tersenyum) Iya, tenang aja
LUCI
Dia marah gak lo pergi tanpa dia kemarin?
RAYA
(Menggeleng)
Enggak, dia tahunya gue jalan sama lo
LUCI
Tapi kenapa Albert yang jemput ?
RAYA
(Memperhatikan wajah Luci yang cemburu)
EETs cemburu ya??
LUCI
(Tertunduk malu) Apaan sihh??


CUT TO:

30.INT. SUNJAYA LAND. RUANG KERJA CEO-SIANG

Albert tampak berdiri dihadapan Satria yang memperhatikan foto-foto Raya yang sedang berbincang dengan seorang laki- laki di kawasan lembang dua hari yang lalu dari handphone nya

ALBERT
Fix dia masih berusaha melindungi ayahnya
SATRIA
Siapa laki-laki ini?
ALBERT
Mungkin orang yang membantu Raya selama ini
SATRIA
Siapa dia?
ALBERT
Aku masih mencari tahu, fotonya kurang jelas, Kompol Surya dan rekannya yang ku tanya tak tahu pasti, mungkin saja polisi atau pacarnya Raya?
SATRIA
(Menatap Albert)
Lalu bagaimana bisa dia ada di kostsan Luci? mungkinkah mereka kenal ?
ALBERT
(Memutar kedua bola matanya) Haruskah aku mendekati Luci?

Satria mengangguk, terus memandangi foto Raya di handphonenya bersama Riyan

CUT TO:

31.INT. SUNJAYA LAND. CAFETARIA. SIANG

Raya sedang menyantap makan siangnya, tiba-tiba handphonenya berdering, ada panggilan dari Albert,Raya acuhkan dia terus makan, tak lama Satria sudah berdiri didepannya bersama Albert

Semua orang yang ada di Cafetaria memandangi mereka, semua heran karena baru kali ini melihat mereka bersama setelah menikah

Satria duduk didepan Raya, dan Albert duduk di meja sebelahnya, dia menghiraukan tatapan semua orang yang ada disitu.

SATRIA
Kenapa gak angkat telepon Albert?
RAYA
Aku sedang makan
SATRIA
Malam ini kita harus ke Bandung, ke rumah kakek ku, besok Mama dan Arya datang
RAYA
Oo betulkah? atau aku malah dibohongi lagi
SATRIA
Gak usah mancing emosi di kantor (Menoleh ke sekeliling, banyak mata curiga dengan kekakuan mereka)
SATRIA (CONT'D)
(Mengedipkan mata perlahan, seolah memberi tanda pada Raya, lalu menyentuh punggung tangan Raya)
Kamu siap-siap ya nanti malam kita berangkat
RAYA
(Hanya mengangguk sambil memahami isyarat Satria kemudian makan lagi)


CUT TO:

32.INT. RUMAH SATRIA. KAMAR RAYA.MALAM

Raya sudah siap mengemasi barangnya, Bik Rum yang melihat kamar Raya terbuka, melongo'kan kepalanya kedalam kamar

BIK RUM
Sudah siap Non?
RAYA
Sudah Bik, bawaan Saya gak banyak, cuman tiga hari kan?
BIK RUM
Iya non
(Mengangkat Tas Raya keluar)

Raya mengikuti langkah Bik Rum menuju garasi, sudah ada Albert yang menunggu dan memasukan tas Raya ke bagasi

ALBERT
(Membukakan pintu mobil dan tersenyum)
Silahkan naik duluan
RAYA
Iya makasih

CUT TO:

33.INT. DALAM MOBIL SATRIA.MALAM

SATRIA
Yuk Bert

Raya terkejut tiba-tiba Satria menyusulnya naik ke mobil dengan tergesa, wajahnya hampir menabrak punggung Raya

Raya berusaha duduk senyaman mungkin, tak mau memulai perbincangan, tampak Satria sedang membalas chat dari Marisa.

ALBERT
Marisa aman Sat?
SATRIA
Aman, dia sedang di New york
ALBERT
Fashion Show?
SATRIA
Yup

Raya seolah acuh, memandang keluar jendela mobil, dalam pikirnya, entah apa lagi yang akan dilakukan Satria kepadanya

ALBERT
(Sambil nyetir melirik ke kaca tengah mobil, duduk sendiri di depan)
Karena ini bertemu keluarga Satria, buatlah diri kalian senyaman mungkin, sedekat mungkin layaknya suami istri
RAYA
(Walaupun sebenarnya tahu, namun Raya tetap bertanya dengan nada ketus sambil menoleh ke Satria)
Ternyata kamu benar punya ibu tiri dan kakak?
SATRIA
Kamu bisa gak sadar diri?, udah tahu salah, masih ngoceh?
RAYA
Salah?, Ayahku belum tentu salah, kamu yang menuduh
SATRIA
(Terlihat emosi)
ALBERT
Udah jangan berantem, kita fokus untuk terlihat alami didepan keluarga Satria
SATRIA
Awas aja kalo kali ini kita gagal, aku gak segan-segan melakukan segala cara untuk membuat ayahmu dihukum mati
RAYA
(Menoleh ke arah Satria) Apalagi yang kamu bisa? mengancam? balas dendam? menuduh tanpa bukti?
SATRIA
(Emosi sambil merengkuh wajah Raya dengan tangan kanannya)
Jangan kurang ajar kamu! (Melepaskan wajah Raya dengan kasar)
ALBERT
Sat, jangan main tangan!

Raya kembali melengos, kesal dan sesak di dadanya menjadi satu, ingin sekali dia menjauh dari pria kasar ini. Satu-satunya keinginan Raya adalah mencari tahu lebih dalam kenapa sampai tragedi yang menimpa ayahnya terjadi, hal inilah yang membuat dirinya bertahan.

CUT TO:















CUT TO:


Satria, Raya dan Albert mengikuti langkah Kakek Yohan, Raya semakin tertekan akan tidur sekamar dengan Satria dalam beberapa hari kedepan

KAKEK YOHAN

Ini kamar kalian

SATRIA

Iya inikan memang kamar ku kalo nginep disini

KAKEK YOHAN

Ya, istrimu harus tahu kamar ini, kamar yang sempat kau tempati saat

(MORE)


KAKEK YOHAN (CONT'D)

remaja dan kamu Albert tidur disebelah kamar ku, jangan ganggu orang yang mau bulan madu

ALBERT























Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)