19.EXT. RUMAH SATRIA. TAMAN BELAKANG-MALAM
Raya sudah siap berpakaian untuk menemani Satria, Raya mengenakan gaun panjang berwarna krem dengan tali yang diikat di pinggang, sangat sederhana, gaun lebaran dua tahun yang lalu.
Bik Rum menghampiri Raya yang berdiri menunggu sambil menatap bunga-bunga ditaman
Satria berdiri membelakangi Raya, seketika Raya terkesima dengan perawakan Satria yang tinggi, gagah dan rapi mengenakan tuxedo hitam.
Satria menoleh sesaat lalu melangkah menuju mobil, Raya mengikuti dibelakangnya.
CUT TO:
20.INT.MOBIL SATRIA.MALAM
Raya menatap keluar kaca tepat disebelahnya, Satria melajukan mobil tanpa Albert yang biasanya menyopiri. Ada rasa canggung di dada Raya, dia tak berani menoleh, rasa itu seolah ditangkap Satria. Satria tersenyum tipis mengejek situasi.
CUT TO:
21.INT. GAZE BAR.MALAM
Raya bingung kenapa Satria mengajaknya ke Bar, mereka memasuki ruangan private yang lumayan besar, disana berkumpul pria dan wanita dengan penampilan serba mewah, mereka sepertinya teman-teman Satria. Bukan seperti para pemegang saham
Satria menghampiri Marisa seorang wanita cantik, mereka berciuman lalu berpelukan, tak lama Marisa menatap rendah Raya.
Satria mengangguk sambil memeluk pinggang Marisa.
Raya kebingungan, dia ternyata dikenalkan dengan kekasih Satria, bukan dinner dengan pemegang saham,
Satria menjentikkan jarinya didepan wajah Raya, seolah berisyarat pada teman-temannya, mereka menoleh kearah satria dan Raya.
Raya menelan ludah
teman-teman Satria saling pandang dan tersenyum, kemudian mereka bergumam, mengangguk, bahkan bisik-bisik
Raya menunduk, Satria menoleh kearah Kevin, temannya dari SD
Para wanita diruangan itu saling berbisik, tertawa kecil sambil memandangi Raya.
Seketika Raya berbalik, keluar dari ruangan itu, hatinya sakit, atas perlakukan dan dibohongi oleh Satria.
CUT TO:
22.EXT. DIPINGGIR JALAN.MALAM
Raya menunggu taksi online, sambil mengatur nafas, tak lama handphonenya berdering, Riyan temannya yang seorang polisi menelepon, mengabarkan ada berita terbaru mengenai ayahnya.
Raya bergegas pergi, seketika melupakan kejadian yang baru saja menimpanya
CUT TO:
23.INT. KOSTAN RIAN.MALAM
Rian membuka pintu kamar kostnya, didapatinya Raya tampak cantik dengan gaun kremnya yang cukup ketat
Raya cuek masuk ke kamar Riyan, duduk di ranjang menunggu Riyan duduk dikursi menghadapnya
Raya mengernyit khawatir
Belum sempat Riyan menyelesaikan ucapannya, Raya sudah mengangguk, dia sadar tak bisa membicarakan pernikahannya lebih jauh.
Raya kembali berbohong, dia mengangguk pelan tersenyum menatap Riyan.
Raya berusaha tenang, dia tahu berhadapan dengan polisi yang cukup mengerti dengan ekspresi dan tingkah laku manusia, Riyan terus memperhatikannya
Riyan menggenggam tangan Raya, menatap matanya, namun seketika Raya teringat Satria. buru-buru Raya melepaskan genggaman itu dan berusaha menjauhi tubunya dari Riyan.
CUT TO:
25.EXT. RUMAH SATRIA. KOLAM RENANG.PAGI
Satria dan Marisa asik berenang, sesekali mereka berciuman dan bermanja, kemudian saling bercanda
Bik Rum yang melihat dari kejauhan merasa risih, yang dia tahu Satria sudah punya istri, walaupun hubungan mereka terlihat ganjal tapi Bik Rum takut Raya akan melihat pemandangan itu
Walaupun tergopoh tapi dengan berani Bik Rum mendekati mereka berdua, tampak Satria sedang duduk di kursi tepi kolam, dan Marisa sedang berenang
Satria terlihat panik, mengambil Handphonenya di meja, berusaha mencari nomor Raya, tapi tidak ketemu, Marisa mendekatinya, memperhatikan kepanikannya
Satria baru sadar dia tak memiliki kontak Raya
Marisa duduk di kursi sebelah Satria berdiri, Satria menyadari bahwa Marisa sedikit kesal, Satria duduk disampingnya menggenggam tangannya, menyipitkan mata sambil menggeleng, memberi kode bahwa ada Bik Rum di dekat mereka.
Satria menatap Marisa, dia tersenyum menyembunyikan kekhawatirannya
Marisa menatap Satria yang berbicara sambil mengarahkan pandangannya lurus kedepan
Satria dengan sigap menelepon Albert
Sesaat Satria menutup teleponnya, Marisa kembali tersenyum,dia merangkul pundak Satria
Marisa berdiri, menarik lengan Satria untuk bangkit
CUT TO:
26.INT.MALL DI SINGAPURA.MALAM
Marisa dan Satri berbelanja di sebuah Mall, di tengah kesibukan Marisa di kamar pas, tampak Satria berkali-kali mengecek handphonenya, menelepon Kompol Surya dan Albert
CUT TO:
27.INT. SEBUAH WARUNG KOPI DI LEMBANG. MALAM
Tampak Raya sedang menunggu Riyan yang melakukan penyergapan, untuk kali ini Raya menunggu cukup jauh dari lokasi, dia takut Satria pasti curiga dengan kepergiannya, belum lagi Raya tidak tahu siapa sebenarnya mata-mata Satria. Tak lama Riyan mendatangi Raya, misinya sudah selesai
Raya memasang wajah khawatir
Raya mengangguk, Riyan melihat sekeliling dengan seksama, takut ada yang mengetahui pertemuan mereka.
CUT TO:
28.INT. RUMAH SATRIA RUANG TAMU.SORE
Satria baru pulang dari Singapura, Dia buru-buru pulang setelah mendapat kabar dari Albert bahwa dia menemukan Raya di kostsan Luci. Satria melemparkan tubuhnya di sofa ruang kelurga, Bik Rum tak lama menghampiri,
Satria menoleh, sudah dua hari dia tak bertemu Raya, wanita itu menatapnya tajam, Bik Rum meninggalkan mereka berdua. Satria mendekat, Raya melangkahkan kakinya mundur
Satria semakin geram, makin mendekatkan tubuhnya ke Raya, Raya bangkit dari duduk, hendak menjauhi Satria, lagi-lagi Satria menahan tubuhnya, menggengam lengannya, mata mereka beradu
Satria masih memegang lengan Raya, mengamati wajahnya dalam, Raya mengalihkan pandangan, menghindari pesona Satria yang mengganggu.
Disaat genggaman Satria melemah, Raya melepaskan tangannya dan kabur ke kamarnya.Raya takut Satria akan menyakitinya lagi.
CUT TO:
29.INT. SUNJAYA LAND RUANG ADMINISTRASI.SIANG
Raya berusaha menyelesaikan pekerjaannya, strategi bisnis perusahaan yang belum juga selesai.
Luci memperhatikan, dia menyadari Raya semakin terpojok, seperti tertekan dan terlihat lelah
CUT TO:
30.INT. SUNJAYA LAND. RUANG KERJA CEO-SIANG
Albert tampak berdiri dihadapan Satria yang memperhatikan foto-foto Raya yang sedang berbincang dengan seorang laki- laki di kawasan lembang dua hari yang lalu dari handphone nya
Satria mengangguk, terus memandangi foto Raya di handphonenya bersama Riyan
CUT TO:
31.INT. SUNJAYA LAND. CAFETARIA. SIANG
Raya sedang menyantap makan siangnya, tiba-tiba handphonenya berdering, ada panggilan dari Albert,Raya acuhkan dia terus makan, tak lama Satria sudah berdiri didepannya bersama Albert
Semua orang yang ada di Cafetaria memandangi mereka, semua heran karena baru kali ini melihat mereka bersama setelah menikah
Satria duduk didepan Raya, dan Albert duduk di meja sebelahnya, dia menghiraukan tatapan semua orang yang ada disitu.
CUT TO:
32.INT. RUMAH SATRIA. KAMAR RAYA.MALAM
Raya sudah siap mengemasi barangnya, Bik Rum yang melihat kamar Raya terbuka, melongo'kan kepalanya kedalam kamar
Raya mengikuti langkah Bik Rum menuju garasi, sudah ada Albert yang menunggu dan memasukan tas Raya ke bagasi
CUT TO:
33.INT. DALAM MOBIL SATRIA.MALAM
Raya terkejut tiba-tiba Satria menyusulnya naik ke mobil dengan tergesa, wajahnya hampir menabrak punggung Raya
Raya berusaha duduk senyaman mungkin, tak mau memulai perbincangan, tampak Satria sedang membalas chat dari Marisa.
Raya seolah acuh, memandang keluar jendela mobil, dalam pikirnya, entah apa lagi yang akan dilakukan Satria kepadanya
Raya kembali melengos, kesal dan sesak di dadanya menjadi satu, ingin sekali dia menjauh dari pria kasar ini. Satu-satunya keinginan Raya adalah mencari tahu lebih dalam kenapa sampai tragedi yang menimpa ayahnya terjadi, hal inilah yang membuat dirinya bertahan.
CUT TO:
CUT TO:
Satria, Raya dan Albert mengikuti langkah Kakek Yohan, Raya semakin tertekan akan tidur sekamar dengan Satria dalam beberapa hari kedepan
KAKEK YOHAN
Ini kamar kalian
SATRIA
Iya inikan memang kamar ku kalo nginep disini
KAKEK YOHAN
Ya, istrimu harus tahu kamar ini, kamar yang sempat kau tempati saat
(MORE)
KAKEK YOHAN (CONT'D)
remaja dan kamu Albert tidur disebelah kamar ku, jangan ganggu orang yang mau bulan madu
ALBERT