Kenapa Cinta?
4. CIUMAN PERTAMA

45.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.DAPUR.PAGI

Raya sedang membuat sarapan bubur untuk Satria, ketika Albert menghampirinya

ALBERT
Gimana Satria ?
RAYA
Tadi udah aku kasih obat pas dia kesakitan, sekarang dia masih tidur

Raya membawakan beberapa makanan ke ruang makan untuk disantap saat sarapan

CUT TO:

46.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG MAKAN.PAGI

Di ruang makan sudah menunggu Kakek Yohan, Pertiwi dan Arya

KAKEK YOHAN
Raya, Satria udah bangun?
RAYA
Aku lihat dulu ke atas ya kek
PERTIWI
Kebiasaan, kalo di rumah ini pasti banyak tingkahnya
RAYA
Semalam Satria pulang dengan lengan dijahit akibat sabetan pisau
KAKEK YOHAN
Kok bisa?
PERTIWI
Ada ada aja anak itu
RAYA
Dia menolong Arya yang berantem sama preman

Kakek Yohan dan Pertiwi menoleh ke Arya yang sudah mulai makan. Arya cuma mengangkat bahu tanpa menoleh sambil melanjutkan makanannya.

Raya mengemasi sarapan untuk Satria lalu beranjak ke kamar.

CUT TO:

47.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA-PAGI

Raya masuk ke kamar mendapati Satria baru saja terbangun, menyenderkan kepalanya ke atas dipan.

RAYA
Kamu udah bangun, sarapan dulu, nih udah aku bawain
SATRIA
Gak usah sok perhatian kenapa sih??
RAYA
(Meletakkan sarapan dengan kasar di samping Satria)
Aku cuman akting
SATRIA
(Tersenyum sinis)
Gak usah alasan! Gak ada siapa-siapa disini

Albert masuk kamar dengan tergesa, Raya dan Satria terkejut

ALBERT
Ada, Ada Kakek dan Tante Pertiwi di belakang, mereka mau kesini

Raya duduk disamping Satria dan mulai menyuapinya bubur, tak lama Kakek Yohan dan Pertiwi masuk kamar

KAKEK YOHAN
Kamu gak pa-pa Sat?
SATRIA
Gak pa-pa kek, biasa ini
PERTIWI
Satria gak usah terlalu dimanja Raya, nanti kebiasaan, sudah dua hari saya disini, sekedar menyapa pun enggak

Satria berusaha bangkit, berdiri dan menyalami Pertiwi

SATRIA
Apa kabar Tante?
PERTIWI
Ada acara Welcome Party tante nanti malam, kamu undang temen-temen kamu kesini.
SATRIA
Baik tan
KAKEK YOHAN
Udah istirahat aja dulu, jahitan lukanya masih belum kering

Satria menoleh ke Kakek sambil tersenyum dan mengangguk

CUT TO:

48.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA.MALAM

Satria sedang merapikan pakaian sambil melirik Raya yang main Handphone di sofa.

SATRIA
Kamu belum ganti baju?
RAYA
Apa aku harus ikut pesta?
SATRIA
Menurut mu?

Raya bangkit menuju ke toilet untuk berpakaian.

CUT TO:

49.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG KELUARGA.MALAM

Satria menggengam tangan Raya menuruni tangga menuju ruang keluarga, tampak tamu Pertiwi sudah ramai, mereka berbincang

TAMU 1
Nah ini dia Satria, udah lama gak ketemu, ternyata nikah diam-diam
TAMU2
Pertiwi kok Satria bisa nikah duluan sih? Padahalkan Arya yang lebih tua
PERTIWI
Satria menikah dengan perempuan yang bukan pilihan kami, jadi keluarga tak merayakannya
SATRIA
(Setengah berbisik) Apa sih?!

Raya menatap Satria, lalu menatap para tamu dengan tatapan malas.

KEVIN
Eh Satria

Satria dan Raya menoleh ke arah pintu luar, tampak Kevin datang bersama Arya

SATRIA
Eh datang lo
KEVIN
Iya, Arya nelepon gue

Raya mulai tak nyaman, dia merasa Kevin tahu tentang hubungan mereka.

KEVIN (CONT'D)
Haii Raya, apa kabar?
RAYA
Baik

Raya Dan Kevin bersalaman, Kevin terus memandangi Raya.

ARYA
Yuk ngobrol di teras samping

Arya mengajak Kevin berjalan ke teras samping, sementara Satria dan Raya masih mematung

RAYA
(Cemas sambil berbisik)
Gimana kalau Kevin ngomong ke Arya??
SATRIA
kamu takut keluarga ku tahu siapa kamu sebenarnya?
RAYA
(Menatap Satria sinis)

CUT TO:

50.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS SAMPING.MALAM

Satria menarik tangan Raya menuju teras samping, mereka duduk berhadapan, Satria duduk di depan Arya sementara Raya duduk didepan Kevin

KEVIN
Setelah balik ke Indo, apa rencana lo?
ARYA
Yaa, balik ke Sunjaya group la
SATRIA
(Memutar bola matanya sambil tersenyum)
KEVIN
Gimana dengan pernikahan?
ARYA
Gue akan menikah dengan orang yang tepat
SATRIA
Dengan orang pilihan mama mu
ARYA
Setidaknya bukan sama pegawai biasa (Menatap Raya sinis)
SATRIA
Lo sendiri kapan nikah vin?
KEVIN
Sedang mununggu orang yang tepat

Kevin kembali memandangi Raya, membuat Raya tak nyaman, lalu mengalihkan pandangan ke Satria, Satria menyadari hal itu.

SATRIA
Kenapa Sayang??
RAYA
Aku boleh ke dapur sebentar ngambil snack?
SATRIA
Ok

CUT TO:

51.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.DAPUR.MALAM

Raya masih mempersiapkan makanan ringan sambil ngobrol dengan para pelayan, dia sengaja berlama-lama di sana

Tak lama Kakek Yohan menghampiri sambil membawa kue ulang tahun.

KAKEK YOHAN
Berikan ini kepada Satria hari ini dia ulang tahun,
RAYA
(Berusaha menyembunyikan kekagetannya, karena tak tahu hari ini Satria ulang tahun)
Iya Kek
KAKEK YOHAN
Yuk kita kasih surprise

CUT TO:

52.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS SAMPING.MALAM

Kakek Yohan dan Raya berjalan menghampiri Satria yang sedang duduk, Satria menatap Raya heran, sedangkan Raya hanya menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti.

KAKEK YOHAN
Selamat ulang tahun Satria!!

Kakek Yohan memeluk Satria, Satria tersenyum penuh arti, memandangi kue ulang tahunnya ditangan Raya

RAYA
Selamat ulang tahun Satria
SATRIA
Terima kasih sayang

Satria mengecup kening Raya, Raya terkejut dalam hati,perlakuan Satria malam ini membuat hatinya terus bergetar.

Suasana malam itu sangat meriah, para undangan saling bercanda sambil mendengarkan musik, Ada juga yang berdansa dan menari di taman samping.

Raya, Satria, Kevin dan Arya msih duduk ber-empat,

KEVIN
Sayang gue gak bawa pasangan, Kan bisa dansa juga
ARYA
Kevin, Kevin, masa kita kalah sama Satria
SATRIA
Gak semua bisa kamu menangkan (Menatap Arya sinis)

Raya menyadari ketegangan mereka ingin mencairkan suasana

RAYA
Kita main remi aja yuk
KEVIN
Yuk

Mereka terlibat permainan yang seru, tampak sesekali Raya tersenyum bahkan tertawa, hal itu menarik perhatian Kevin, dia terus memandangi Raya dan Satria mulai tak nyaman

SATRIA
Kalau Kali ini gue menang, gue bakal cium istri gue di depan kalian berdua
RAYA
(Menatap Satria terkejut)
KEVIN
Ok, tapi kalo gue yang menang, gue boleh ajak Raya dansa malam ini
RAYA
(Menggeleng pelan)
ARYA
Wiih terang-terangan banget lo
SATRIA
Enak aja, gak boleh
KEVIN
Lah terus kenapa taruhan
SATRIA
Gue gak mau taruhan, gue cuman mau Mencium istri gue aja

Tiba-tiba Satria mencium Raya dihadapan Arya dan Kevin, Raya yang kaget berusaha menolak dada Satria dengan tangannya, tapi Satria langsung mendekap pinggang Raya, Dan terus mencium bibirnya, Raya terus menekan dada Satria hingga akhirnya Satria menyelesaikan ciumannya.

Nafas Raya tersengal, Satria tersenyum lalu kembali mengecup kening Raya, Raya berusaha menjauh sambil terus menatap Satria yang tersenyum padanya.

Arya mengalihkan pandangan jengkel, sementara Kevin menatap heran.

SATRIA (CONT'D)
(Menggandeng tangan Raya sambil berdiri)
Yuk kita lanjutkan di atas
RAYA
(Diam mengikuti dengan wajah memerah)


Satria pergi sambil tersenyum sinis, melihat ekspresi Arya dan Kevin Yang tak karuan.

CUT TO:

53.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA. MALAM

Satria masih menggandeng tangan Raya, Raya kesal mengibaskan tangannya berusaha melepaskan diri dari Satria

RAYA
Kamu keterlaluan!!
SATRIA
Inget kita sedang akting, aku mau menghindari mereka semua
RAYA
Gak Perlu sampai ciuman
SATRIA
Kenapa? Kamu kebawa suasana? (Mendekatkan wajahnya ke wajah Raya)

Raya menjauh, pergi ke toilet, berusaha menenangkan diri, dia memang merasa terbawa suasana.

CUT TO:

54.EXT. RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS.PAGI

Pagi ini Satria, Albert dan Raya kembali ke Jakarta, Kakek Yohan mengantar mereka, sementara Pertiwi dan Arya masih tidur habis pesta semalam.

CUT TO:

55.INT.MOBIL SATRIA

Satria dan Raya mematung, diam menatap jalan lewat kaca di sampingnya, sementara Albert memandangi mereka dari kaca tengah mobil.

ALBERT
Sat jadi semalem dilanjut ciumannya? (Terkekeh mengejek)
SATRIA
Sialan, enggak lah, aku cuman gak suka mereka terus memojokan aku
RAYA
(Menatap sinis keluar jendela)
ALBERT
Kalau Marisa tahu, bisa ngamuk dia
SATRIA
Jangan sampai tahulah, jangan sampai Kevin brengsek itu ngasih tahu dia

Raya tak berani menatap selain keluar jendela, Ada bulir air yang mengalir dari matanya, hatinya hancur dipermainkan orang-orang kaya ini.

CUT TO:


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)