45.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.DAPUR.PAGI
Raya sedang membuat sarapan bubur untuk Satria, ketika Albert menghampirinya
Raya membawakan beberapa makanan ke ruang makan untuk disantap saat sarapan
CUT TO:
46.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG MAKAN.PAGI
Di ruang makan sudah menunggu Kakek Yohan, Pertiwi dan Arya
Kakek Yohan dan Pertiwi menoleh ke Arya yang sudah mulai makan. Arya cuma mengangkat bahu tanpa menoleh sambil melanjutkan makanannya.
Raya mengemasi sarapan untuk Satria lalu beranjak ke kamar.
CUT TO:
47.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA-PAGI
Raya masuk ke kamar mendapati Satria baru saja terbangun, menyenderkan kepalanya ke atas dipan.
Albert masuk kamar dengan tergesa, Raya dan Satria terkejut
Raya duduk disamping Satria dan mulai menyuapinya bubur, tak lama Kakek Yohan dan Pertiwi masuk kamar
Satria berusaha bangkit, berdiri dan menyalami Pertiwi
Satria menoleh ke Kakek sambil tersenyum dan mengangguk
CUT TO:
48.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA.MALAM
Satria sedang merapikan pakaian sambil melirik Raya yang main Handphone di sofa.
Raya bangkit menuju ke toilet untuk berpakaian.
CUT TO:
49.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.RUANG KELUARGA.MALAM
Satria menggengam tangan Raya menuruni tangga menuju ruang keluarga, tampak tamu Pertiwi sudah ramai, mereka berbincang
Raya menatap Satria, lalu menatap para tamu dengan tatapan malas.
Satria dan Raya menoleh ke arah pintu luar, tampak Kevin datang bersama Arya
Raya mulai tak nyaman, dia merasa Kevin tahu tentang hubungan mereka.
Raya Dan Kevin bersalaman, Kevin terus memandangi Raya.
Arya mengajak Kevin berjalan ke teras samping, sementara Satria dan Raya masih mematung
CUT TO:
50.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS SAMPING.MALAM
Satria menarik tangan Raya menuju teras samping, mereka duduk berhadapan, Satria duduk di depan Arya sementara Raya duduk didepan Kevin
Kevin kembali memandangi Raya, membuat Raya tak nyaman, lalu mengalihkan pandangan ke Satria, Satria menyadari hal itu.
CUT TO:
51.INT.RUMAH KAKEK YOHAN.DAPUR.MALAM
Raya masih mempersiapkan makanan ringan sambil ngobrol dengan para pelayan, dia sengaja berlama-lama di sana
Tak lama Kakek Yohan menghampiri sambil membawa kue ulang tahun.
CUT TO:
52.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS SAMPING.MALAM
Kakek Yohan dan Raya berjalan menghampiri Satria yang sedang duduk, Satria menatap Raya heran, sedangkan Raya hanya menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti.
Kakek Yohan memeluk Satria, Satria tersenyum penuh arti, memandangi kue ulang tahunnya ditangan Raya
Satria mengecup kening Raya, Raya terkejut dalam hati,perlakuan Satria malam ini membuat hatinya terus bergetar.
Suasana malam itu sangat meriah, para undangan saling bercanda sambil mendengarkan musik, Ada juga yang berdansa dan menari di taman samping.
Raya, Satria, Kevin dan Arya msih duduk ber-empat,
Raya menyadari ketegangan mereka ingin mencairkan suasana
Mereka terlibat permainan yang seru, tampak sesekali Raya tersenyum bahkan tertawa, hal itu menarik perhatian Kevin, dia terus memandangi Raya dan Satria mulai tak nyaman
Tiba-tiba Satria mencium Raya dihadapan Arya dan Kevin, Raya yang kaget berusaha menolak dada Satria dengan tangannya, tapi Satria langsung mendekap pinggang Raya, Dan terus mencium bibirnya, Raya terus menekan dada Satria hingga akhirnya Satria menyelesaikan ciumannya.
Nafas Raya tersengal, Satria tersenyum lalu kembali mengecup kening Raya, Raya berusaha menjauh sambil terus menatap Satria yang tersenyum padanya.
Arya mengalihkan pandangan jengkel, sementara Kevin menatap heran.
Satria pergi sambil tersenyum sinis, melihat ekspresi Arya dan Kevin Yang tak karuan.
CUT TO:
53.INT. RUMAH KAKEK YOHAN.KAMAR SATRIA. MALAM
Satria masih menggandeng tangan Raya, Raya kesal mengibaskan tangannya berusaha melepaskan diri dari Satria
Raya menjauh, pergi ke toilet, berusaha menenangkan diri, dia memang merasa terbawa suasana.
CUT TO:
54.EXT. RUMAH KAKEK YOHAN.TERAS.PAGI
Pagi ini Satria, Albert dan Raya kembali ke Jakarta, Kakek Yohan mengantar mereka, sementara Pertiwi dan Arya masih tidur habis pesta semalam.
CUT TO:
55.INT.MOBIL SATRIA
Satria dan Raya mematung, diam menatap jalan lewat kaca di sampingnya, sementara Albert memandangi mereka dari kaca tengah mobil.
Raya tak berani menatap selain keluar jendela, Ada bulir air yang mengalir dari matanya, hatinya hancur dipermainkan orang-orang kaya ini.
CUT TO: