70.INT.CLUB.MALAM
Satria menggandeng Raya masuk ke club, di sana sudah ada tante Pertiwi dan teman-temannya, di pojok juga sudah ada Arya, Kevin dan teman-temanya.
Raya mulai tak nyaman, mereka semua memperhatikannya, Satria tahu dan menggenggam tangan Raya.
Terlihat Arya melambaikan tangannya, meminta Satria untuk menghampiri. Raya dan Satria duduk di depan Kevin dan Arya kali ini mereka memiliki pasangan
Musik keras pun berganti musik dansa yang mendayu, beberapa pasangan sudah turun
Satria menarik tangan Raya menuju lantai dansa, mereka berhadapan, Satria memegang pinggang Raya, Raya mengikuti gerakan Satria, Satria menatap wajah Raya. Raya mengalihkan wajahnya
Tiba-tiba seluruh lampu mati dan hanya satu lampu sorot yang mengarah ke mereka, tak lama terdengar suara MC
Raya dan Satria kebingungan, Satria menatap Raya, suara riuh meminta mereka berciuman terdengar di club
Belum selesai Raya berbicara, mulutnya sudah dibungkam dari bibir Satria, Satria menciumnya dengan ganas. Raya berusaha menahan dada Satria, dia mulai merasa Satri menyentuh punggung telanjangnya, mereka tak menyadari bahwa Kevin merekam itu semua
Tepukan riuh seisi club memecahkan suasana, Satria baru menyelesaikan ciumannya saat MC bicara
Raya menatap Satria kesal, Satria kembali menggandeng Raya duduk ke tempatnya.
Sepanjang acara Raya hanya diam, dia menolak ditawari Satria alkohol,Satria minum banyak malam itu
CUT TO:
71.INT.CLUB.TOILET.MALAM
Satria sedang cuci tangan di toilet, Kevin yang baru selesai buang air menghampiri
Kevin menunjukan rekamannya kepada Satria, Satria memandang Kevin marah lalu berlalu meninggalkannya.
CUT TO:
72.INT. CLUB.MALAM
Satria kembali ke mejanya, dia melihat Raya sudah tak ada
Satria keluar mencari Raya, dia menemukan Raya menelepon dengan wajah cemas, pikirannya kalut, dia tahu itu dari Riyan.
Satria merebut Handphone Raya, Raya terkejut
Raya berusaha merebut handphonenya dari tangan Satria, Satria menarik tangan Raya menuju mobil.
Raya duduk di mobil sambil menatap Satria yang sudah mabuk, dia terus menggenggam handphone Raya dan benar panggilan itu dari Riyan. Satria mematikan handphone dan mengantonginya
Raya mengalihkan pandangannya, dia tahu Satria mabuk
CUT TO:
73.INT.RUMAH SATRIA.RUANG TAMU.MALAM
Mereka sudah sampai, Raya berjalan didepan Satria, Satria tak bisa lagi menahan hasratnya, dia melihat tubuh Raya yang polos dengan gaun seksi.
Raya baru saja ingin ke arah dapur tiba-tiba Satria mengangkat tubuhnya, membawanya ke lantai atas, Raya teriak, Satria tak menghiraukan, dia membawa Raya ke kamarnya.
CUT TO:
74.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.MALAM
Satria meletakkan tubuh mungil Raya di ranjangnya, Raya berusaha bangkit, tapi Satria menindihnya.
Satria mulai mencium Raya, membuka paksa pakaiannya, Raya memberontak, tapi tubuhnya tak mampu melawan genggaman Satria di tiap jengkal tubuhnya.
Malam itu Satria memperkosa Raya.
CUT TO:
75.INT. RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.PAGI
Raya memberanikan diri untuk bangkit dari ranjang sesaat setelah Satria terlelap, waktu baru menunjukan pukul empat pagi. Tubuh Raya serasa remuk, dengan terseok dia mengenakan pakaiannya, mencari jas Satria yang berserakan dilantai dan mengambil handphonenya.
Saat pagi sudah meninggi, Satria bangun dari tidurnya, waktu sudah menunjukan pukul sembilan. Satria duduk ditepi ranjang, mengingat kejadian semalam. Dia ingat sudah memperkosa Raya. saat ingin bangkit dari ranjang, Satria melihat noda merah di seprei, Satria kembali mengingat kejadian semalam.
CUT TO:
76.INT. SUNJAYA LAND. DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG
Satria terburu-buru berjalan menuju ruang rapat, Albert mengikuti Albert
Satria masuk ke ruang rapat, tampak Raya sedang menjelaskan strategi perencanaan yang dia buat, Satria tercekat melihat Raya. Raya tak menoleh ke arahnya, dia terus menjelaskan sampai selesai.
Saat Satria duduk Raya menghentikan presentasinya
Raya mengalihkan pandangannya, sementara Satria terus mencuri pandang kepadanya.
Setelah rapat selesai dan para pemegang saham sudah meninggalkan ruangan, Pertiwi kembali mencecar Satria dengan pertanyaan, sementaara Raya mengacuhkan mereka dengan mengemasi berkas
Raya menerima berkas dan pergi, Satria dengan cepat mengikutinya. Saat Marisa ingin menyusul Pertiwi menahannya
CUT TO:
77.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG
Raya menaruh berkas di meja Satria, saat berbalik Satria sudah ada didepannya.
Raya berusaha menghindari Satria yang kian mendekat, Raya melangkah pergi meninggalkan ruangan, saat dari luar terdengar suara Pertiwi, Marisa dan Arya.
CUT TO:
78.EXT.SUNJAYA LAND.LOBY KANTOR
Satria baru ingin pulang bersama Marisa dan Albert saat mereka melihat Raya sedang menunggu taksi online, hal ini mengundang perhatian pegawai lain yang keheranan, Albert memberi isyarat pada Satria dan Marisa.
Marisa merengut sambil membuka pintu penumpang di bagian depan mobil, sementara Albert memberi isyarat kepada Raya untuk naik ke mobil.
CUT TO:
79.INT. MOBIL SATRIA.SORE
Wajah Marisa merengut, Satria berusaha sibuk dengan
handphonenya, sementara Raya cuek menerima telpon dan Riyan
Raya baru saja menutup telponnya, Satria langsung merebut handphone Raya
Satria membuka kaca mobil dan membuang handphone Raya, Raya syok, sementara Albert cemas memandang Marisa yang hampir meledak
Mobil berhenti, Marisa turun dan membuka pintu belakang, menarik Raya keluar
Satria keluar mobil, menenangkan Marisa
Satria menatap Marisa, Raya berjalan menjauh pergi
CUT TO:
80.INT.GAZE BAR.MALAM
Satria menatap kesal layar handphonenya, malam ini dia tak mendapat info sama sekali kemana Raya pergi, dalam pikirannya, Raya bersama Riyan di kostsan. sementara Marisa sudah mabuk dipelukannya.
CUT TO:
81.INT.BAR.MALAM
Arya, Kevin dan Pertiwi tampak berbincang membahas sesuatu
CUT TO:
82.INT.RUMAH SATRIA.DAPUR KOTOR.PAGI
Raya sedang membuat sarapan bersama Bik Rum, Satria menghampiri mereka
Satria kembali mencuri pandang ke Raya, Raya menjauh pergi ke halaman belakang. Raya sedih handphonenya hilang, walaupun Riyan ingin membelikan, Raya menolaknya, Raya tak pernah memakai uang bulanan dan uang bayaran yang diberikan Satria padanya, semuanya masih utuh ditabungan yang diberikan Satria padanya.
Raya takut suatu saat Satria akn menagih semua itu.
CUT TO:
83.EXT.RUMAH SATRIA.TAMAN BELAKANG.PAGI
Raya masih menyelesaikan sarapannya, Satria datang membawa dua kotak di tanganya,
Satria memandangi Raya yang berlalu pergi sambil memegang kotak handphone, dia takut Raya akan meninggalkannya.
CUT TO:
84.EXT.KOLAM RENANG.RUMAH SATRIA.MALAM
Malam ini pesta diadakan di area kolam renang, suara musik dan rombongan tamu berjoget menyemarakan acara, Raya mendampingi Satria berbincang dengan para tamu, tak lama Arya dan Pertiwi datang.
Raya menoleh ke Satria yang menatapnya, Satria menggengam tangan Raya.
Suasana pesta semakin meriah, malam pun kian larut, Satria dan Arya kian mabuk, sementara Pertiwi asik ngobrol dengan teman-temannya, mereka dikejutkan dengan kedatangan Kevin dan Marisa.
Raya mulai gelisah dengan tatapan Marisa yang sinis.
Raya membisikan sesuatu ke Satria yang sudah hampir tak sadarkan diri
CUT TO:
85.INT.RUMAH SATRIA.DEPAN KAMAR SATRIA.MALAM
Marisa dan Kevin mengikuti Raya ke lantai atas, sebelum Raya membuka pintu kamar Satria, Marisa menjambak rambut Raya
Raya terlepas dari cengkraman Marisa, dia berlari turun ke bawah menuju kamarnya namun Kevin berhasil mengikutinya hingga ke kamar, Raya berusaha menutup pintu kamar namun Kevin lebih kuat, masuk ke kamr Raya dan mengunci pintunya
CUT TO:
86.INT.RUMAH SATRIA. KAMAR RAYA.MALAM
Raya berusaha menghindar, tapi Kevin terus mengejarnya, menangkapnyaa, dan melukainya dengan benturan keras ke dinding. Raya berusaha keras teriak tapi suara musik lebih keras.Kevin berhasil memperkosa Raya. setelah puas melaksanakan hasratnya Kevin pergi meninggalkan Raya begitu saja.
Raya terisak tak ada yang menolongnya, hatinya hancur, sedih
CUT TO:
87.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG
Satria berusaha bekerja, kepalanya masih berat, Albert datang menemuinya.
Satria mengepalkan tangannya, mulutnya mengeram, matanya merah, lalu bergegas pergi meninggalkan Albert
CUT TO:
88.INT.RUMAH SATRIA RUANG TAMU.SIANG
Satria berdiri geram sedangkan Bik Rum duduk dilantai sambil terisak
Satria menggelengkan kepala, mencari Kevin
CUT TO:
89.INT.ONGOLF.SORE
Satria mendapati Kevin, Marisa dan Arya sedang bermain golf, Satria langsung menghantam tubuh Kevin sampai terbaring, Satria terus memukuli wajah Kevin, Orang-orang disitu melerai
Satria menoleh ke Marisa, Marisa mendekatinya
CUT TO: