Kenapa Cinta?
6. TAK TERKENDALI

70.INT.CLUB.MALAM

Satria menggandeng Raya masuk ke club, di sana sudah ada tante Pertiwi dan teman-temannya, di pojok juga sudah ada Arya, Kevin dan teman-temanya.

Raya mulai tak nyaman, mereka semua memperhatikannya, Satria tahu dan menggenggam tangan Raya.

PERTIWI
Kalian datang?
SATRIA
Iya tante, Sekarang di Jakarta?
PERTIWI
Iya, tante kurang cocok sama kakek kamu, sekarang tante tinggal di apartemen, tapi tante harap kamu dan Raya mau ngundang ke rumah

Terlihat Arya melambaikan tangannya, meminta Satria untuk menghampiri. Raya dan Satria duduk di depan Kevin dan Arya kali ini mereka memiliki pasangan

Musik keras pun berganti musik dansa yang mendayu, beberapa pasangan sudah turun

ARYA
Kalian gak dansa
RAYA
(Menoleh ke Satria) Aku Gak bisa
SATRIA
Ayook
RAYA
Sat

Satria menarik tangan Raya menuju lantai dansa, mereka berhadapan, Satria memegang pinggang Raya, Raya mengikuti gerakan Satria, Satria menatap wajah Raya. Raya mengalihkan wajahnya

RAYA (CONT'D)
Kita gak perlu melakukan ini
SATRIA
(Tersenyum sambil mencium kepala Raya)
RAYA
Sat cukup!

Tiba-tiba seluruh lampu mati dan hanya satu lampu sorot yang mengarah ke mereka, tak lama terdengar suara MC

MC
Bagi pasangan yang tersorot lampu, wajib berciuman

Raya dan Satria kebingungan, Satria menatap Raya, suara riuh meminta mereka berciuman terdengar di club

RAYA
(Menggeleng) Ini gak per....

Belum selesai Raya berbicara, mulutnya sudah dibungkam dari bibir Satria, Satria menciumnya dengan ganas. Raya berusaha menahan dada Satria, dia mulai merasa Satri menyentuh punggung telanjangnya, mereka tak menyadari bahwa Kevin merekam itu semua

Tepukan riuh seisi club memecahkan suasana, Satria baru menyelesaikan ciumannya saat MC bicara

MC
Wahhh, pasangan yang hot

Raya menatap Satria kesal, Satria kembali menggandeng Raya duduk ke tempatnya.

ARYA
Waah gila tiap kali ketemu, kalian pasti ciuman
KEVIN
Iya, seharusnya sih Raya sudah hamil
SATRIA
Hehe

Sepanjang acara Raya hanya diam, dia menolak ditawari Satria alkohol,Satria minum banyak malam itu

CUT TO:

71.INT.CLUB.TOILET.MALAM

Satria sedang cuci tangan di toilet, Kevin yang baru selesai buang air menghampiri

KEVIN
Mendalami peran banget lo sama Raya??. gimana kalau Marisa tahu?
SATRIA
Ya Gak usah dikasih tahu, gue cuman gak mau keluarga gue curiga dan kalau sampai bocor,pasti dari lo
(Menatap Kevin tajam)
KEVIN
Lo suka sama Raya?
SATRIA
Lo kan tahu dia anak Sailendra, gue ingin menghancurkannya sehancur mungkin
KEVIN
Kalau begitu biar aku bantu
SATRIA
Gak Usah
KEVIN
Gue suka sama Raya, kalau lo ngijinin
dia tidur sama gue, rahasia lo aman
SATRIA
Bajingan
(Menarik kemeja Kevin)
KEVIN
(Melepaskan cengkraman Satria) Kalau suka bilang aja, Marisa juga perlu tahu

Kevin menunjukan rekamannya kepada Satria, Satria memandang Kevin marah lalu berlalu meninggalkannya.

CUT TO:

72.INT. CLUB.MALAM

Satria kembali ke mejanya, dia melihat Raya sudah tak ada

SATRIA
Kemana Raya?
ARYA
Tadi nerima telepon ke luar

Satria keluar mencari Raya, dia menemukan Raya menelepon dengan wajah cemas, pikirannya kalut, dia tahu itu dari Riyan.

Satria merebut Handphone Raya, Raya terkejut

SATRIA
Nelpon siapa kamu??? haahhh???
RAYA
Kembaliin handphone aku!!!

Raya berusaha merebut handphonenya dari tangan Satria, Satria menarik tangan Raya menuju mobil.

Raya duduk di mobil sambil menatap Satria yang sudah mabuk, dia terus menggenggam handphone Raya dan benar panggilan itu dari Riyan. Satria mematikan handphone dan mengantonginya

RAYA (CONT'D)
Apa sih mau kamu?
SATRIA
Diam kamu, atau aku cium lagi

Raya mengalihkan pandangannya, dia tahu Satria mabuk

CUT TO:

73.INT.RUMAH SATRIA.RUANG TAMU.MALAM

Mereka sudah sampai, Raya berjalan didepan Satria, Satria tak bisa lagi menahan hasratnya, dia melihat tubuh Raya yang polos dengan gaun seksi.

Raya baru saja ingin ke arah dapur tiba-tiba Satria mengangkat tubuhnya, membawanya ke lantai atas, Raya teriak, Satria tak menghiraukan, dia membawa Raya ke kamarnya.

CUT TO:

74.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.MALAM

Satria meletakkan tubuh mungil Raya di ranjangnya, Raya berusaha bangkit, tapi Satria menindihnya.

RAYA
Jangan Sat, Kamu gila
SATRIA
Gak usah sok suci
RAYA
Lepasin aku!!
SATRIA
Gak pernah ada perempuan yang nolak aku
RAYA
Aku bukan pelacur
SATRIA
(mencengkram wajah Raya)
Kamu sama aja dengan pelacur, aku bayar kamu untuk menikah dengan ku

Satria mulai mencium Raya, membuka paksa pakaiannya, Raya memberontak, tapi tubuhnya tak mampu melawan genggaman Satria di tiap jengkal tubuhnya.

Malam itu Satria memperkosa Raya.

CUT TO:

75.INT. RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.PAGI

Raya memberanikan diri untuk bangkit dari ranjang sesaat setelah Satria terlelap, waktu baru menunjukan pukul empat pagi. Tubuh Raya serasa remuk, dengan terseok dia mengenakan pakaiannya, mencari jas Satria yang berserakan dilantai dan mengambil handphonenya.

Saat pagi sudah meninggi, Satria bangun dari tidurnya, waktu sudah menunjukan pukul sembilan. Satria duduk ditepi ranjang, mengingat kejadian semalam. Dia ingat sudah memperkosa Raya. saat ingin bangkit dari ranjang, Satria melihat noda merah di seprei, Satria kembali mengingat kejadian semalam.

CUT TO:

76.INT. SUNJAYA LAND. DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG

Satria terburu-buru berjalan menuju ruang rapat, Albert mengikuti Albert

ALBERT
Mendadak banget, tiba-tba para pemegang saham ingin mengadakan rapat. Mereka ingin tahu perkembangan dari usaha yang kamu dan Marisa lakukan
SATRIA
Marisa juga ada?
ALBERT
Ada, Arya dan tante Pertiwi juga
SATRIA
Ahhh?

Satria masuk ke ruang rapat, tampak Raya sedang menjelaskan strategi perencanaan yang dia buat, Satria tercekat melihat Raya. Raya tak menoleh ke arahnya, dia terus menjelaskan sampai selesai.

Saat Satria duduk Raya menghentikan presentasinya

PEMEGANG SAHAM 1
Dari strategi yang dippaparkan sepertinya akan membuat perusahaan baru
MARISA
ini anak perusahaan Sunjaya Land yang khusus menyediakan properti yang berupa apartemen low budget
PEMEGANG SAHAM 2
Apa kalian sudah merencanakannya dengan matang?
MARISA
mmm???
RAYA
Kami sudah berkoordinasi dengan tim ahli, kami rasa ada peluang yang cukup bagus dengan konsep yang ditawarkan
PERTIWI
(menoleh ke Satria)
Apa kamu berencana membuat perusahaan baru?
SATRIA
Seperti yang Marisa bilang, ini anak perusahaan, market kami untuk pasangan muda, single, masyarakat menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau
ARYA
Tumben kamu menyasar masyarakat menengah ke bawah?, apa karena Raya yang membuat Strategi bisnisnya?
SATRIA
Hunian yang nyaman untuk semua oarang menjadi prioritas kami
PERTIWI
Sejak kapan kamu bekerjasama dengan Marisa?, apa kalian masih berhubungan?
SATRIA
Maaf rasanya tidak etis menjawab pertanyaan seperti itu saat rapat dengan para pemegang saham

Raya mengalihkan pandangannya, sementara Satria terus mencuri pandang kepadanya.

Setelah rapat selesai dan para pemegang saham sudah meninggalkan ruangan, Pertiwi kembali mencecar Satria dengan pertanyaan, sementaara Raya mengacuhkan mereka dengan mengemasi berkas

PERTIWI
Sat, kamu gak mikirin perasaan Raya?
MARISA
Tenang aja tan, kami hanya kerja sama, iyaakan Raya?
RAYA
(Hanya menoleh dan mengangguk) Aku duluan ya semua, masih ada yang harus aku kerjakan
SATRIA
Tolong bawa berkas ini ke ruangan ku (Memberikan berkas ke Raya)

Raya menerima berkas dan pergi, Satria dengan cepat mengikutinya. Saat Marisa ingin menyusul Pertiwi menahannya

PERTIWI
Marisa sini dulu, udah lama gak ketemu
MARISA
Eh iya tante

CUT TO:

77.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG

Raya menaruh berkas di meja Satria, saat berbalik Satria sudah ada didepannya.

SATRIA
Semalam aku mabuk
RAYA
Jangan bahas ini, ada Marisa dan keluargamu
SATRIA
Apa yang aku lakukan semalam diluar kesadaran ku.
RAYA
Kamu melanggar perjanjian kita
SATRIA
Perjanjian yang mana?
RAYA
(Menatap Satria kesal)
Sat
SATRIA
Itu bagian dari penyiksaan ku terhadapmu
RAYA
Kamu sendiri yang bilang tidak akan pernah menyentuh dan mencintaiku
SATRIA
Apakah melakukan itu harus dengan cinta?
RAYA
(Menggeleng sambil meteskan air mata)

Raya berusaha menghindari Satria yang kian mendekat, Raya melangkah pergi meninggalkan ruangan, saat dari luar terdengar suara Pertiwi, Marisa dan Arya.

CUT TO:

78.EXT.SUNJAYA LAND.LOBY KANTOR

Satria baru ingin pulang bersama Marisa dan Albert saat mereka melihat Raya sedang menunggu taksi online, hal ini mengundang perhatian pegawai lain yang keheranan, Albert memberi isyarat pada Satria dan Marisa.

Marisa merengut sambil membuka pintu penumpang di bagian depan mobil, sementara Albert memberi isyarat kepada Raya untuk naik ke mobil.

CUT TO:

79.INT. MOBIL SATRIA.SORE

Wajah Marisa merengut, Satria berusaha sibuk dengan

handphonenya, sementara Raya cuek menerima telpon dan Riyan

RAYA
Iya aku masih dijalan
SATRIA
(berusaha mengontrol emosi)
RAYA
Nanti aku telpon balik

Raya baru saja menutup telponnya, Satria langsung merebut handphone Raya

SATRIA
Terus aja telpon Riyan!!
RAYA
Apa sih Sat, kembaliin handphone ku!

Satria membuka kaca mobil dan membuang handphone Raya, Raya syok, sementara Albert cemas memandang Marisa yang hampir meledak

MARISA
CUKUP!, berhentiin mobilnya!!

Mobil berhenti, Marisa turun dan membuka pintu belakang, menarik Raya keluar

MARISA (CONT'D)
Aku gak suka sama kamu, keluar kamu dan pulang sendiri

Satria keluar mobil, menenangkan Marisa

SATRIA
Marisa udah, malu diliat orang
MARISA
Kenapa? kamu mau belain Raya?

Satria menatap Marisa, Raya berjalan menjauh pergi

CUT TO:

80.INT.GAZE BAR.MALAM

Satria menatap kesal layar handphonenya, malam ini dia tak mendapat info sama sekali kemana Raya pergi, dalam pikirannya, Raya bersama Riyan di kostsan. sementara Marisa sudah mabuk dipelukannya.

CUT TO:

81.INT.BAR.MALAM

Arya, Kevin dan Pertiwi tampak berbincang membahas sesuatu

RIYAN
Gue udah nyangka dari awal bahwa mereka hanya pura-pura
PERTIWI
Bener-bener anak itu????!, dibesarin dikeluarga terhormat, tapi masih aja membela pelakor, sampai menikahi anak Sailendra
KEVIN
Jadi bagaimana sekarang?
PERTIWI
Aku gak terima dibohongi,aku akan membuat mereka berdua menyesal, kasih liat video kamu sama Marisa, kita susun rencana menghancurkannya
RIYAN
Satria akan kehilangan segalanya

CUT TO:

82.INT.RUMAH SATRIA.DAPUR KOTOR.PAGI

Raya sedang membuat sarapan bersama Bik Rum, Satria menghampiri mereka

SATRIA
Nanti malam kita adain pesta kedatangan Tante Pratiwi dan Arya dirumah ini. Persiapkan semuanya
BIK RUM
Siap Den

Satria kembali mencuri pandang ke Raya, Raya menjauh pergi ke halaman belakang. Raya sedih handphonenya hilang, walaupun Riyan ingin membelikan, Raya menolaknya, Raya tak pernah memakai uang bulanan dan uang bayaran yang diberikan Satria padanya, semuanya masih utuh ditabungan yang diberikan Satria padanya.

Raya takut suatu saat Satria akn menagih semua itu.

CUT TO:

83.EXT.RUMAH SATRIA.TAMAN BELAKANG.PAGI

Raya masih menyelesaikan sarapannya, Satria datang membawa dua kotak di tanganya,

SATRIA
Ini gaun baru, dan nanti ada makeup artist yang akan makeuapin kamu
RAYA
(Menganguk pelan)
SATRIA
(Menyodorkan kotak kecil)
Ini handphone baru, sudah ada nomornya
RAYA
(Menggeleng)
Gak usah nanti aku beli sendiri
SATRIA
Kamu marah??
RAYA
Apa aku punya hak marah?
SATRIA
Raya, aku?
RAYA
Aku mau bantuin Bik Rum

Satria memandangi Raya yang berlalu pergi sambil memegang kotak handphone, dia takut Raya akan meninggalkannya.

CUT TO:

84.EXT.KOLAM RENANG.RUMAH SATRIA.MALAM

Malam ini pesta diadakan di area kolam renang, suara musik dan rombongan tamu berjoget menyemarakan acara, Raya mendampingi Satria berbincang dengan para tamu, tak lama Arya dan Pertiwi datang.

PERTIWI
Terimakasih Sat, sudah ngadain pesta kedatangan kami dirumahmu
SATRIA
Iya, gak masalah tante
ARYA
Aku bawa, minuman banyak. kita party malam ini, Raya juga harus ikut minum
RAYA
Aku gak bisa minum
ARYA
Dikit aja
SATRIA
Gak usa, biar aku yang gantiinnya

Raya menoleh ke Satria yang menatapnya, Satria menggengam tangan Raya.

Suasana pesta semakin meriah, malam pun kian larut, Satria dan Arya kian mabuk, sementara Pertiwi asik ngobrol dengan teman-temannya, mereka dikejutkan dengan kedatangan Kevin dan Marisa.

Raya mulai gelisah dengan tatapan Marisa yang sinis.

Raya membisikan sesuatu ke Satria yang sudah hampir tak sadarkan diri

RAYA
Aku ke kamar duluan ya
SATRIA
Iya, ke kamar ku ya?!
RAYA
(Mengangguk)


CUT TO:

85.INT.RUMAH SATRIA.DEPAN KAMAR SATRIA.MALAM

Marisa dan Kevin mengikuti Raya ke lantai atas, sebelum Raya membuka pintu kamar Satria, Marisa menjambak rambut Raya

MARISA
Kamu pikir akan jadi pasangan Satria sesungguhnya?? hahh?
RAYA
Lepasin, Apa sih maksud kamu?
MARISA
Jangan harap banyak sama hubungan kalian, apalagi sampai kepikiran untuk menguasai harta Satria.
RAYA
Jangan sembarangan bicara
MARISA
Berani kamu ya?
RAYA
Lepasin!!!

Raya terlepas dari cengkraman Marisa, dia berlari turun ke bawah menuju kamarnya namun Kevin berhasil mengikutinya hingga ke kamar, Raya berusaha menutup pintu kamar namun Kevin lebih kuat, masuk ke kamr Raya dan mengunci pintunya

CUT TO:

86.INT.RUMAH SATRIA. KAMAR RAYA.MALAM

RAYA
Mau ngapain??, keluar kamu!!
KEVIN
(Mendekati Raya)
Mau bersenang-senang sama kamu!!
RAYA
Jangan gila!! keluar

Raya berusaha menghindar, tapi Kevin terus mengejarnya, menangkapnyaa, dan melukainya dengan benturan keras ke dinding. Raya berusaha keras teriak tapi suara musik lebih keras.Kevin berhasil memperkosa Raya. setelah puas melaksanakan hasratnya Kevin pergi meninggalkan Raya begitu saja.

Raya terisak tak ada yang menolongnya, hatinya hancur, sedih

CUT TO:

87.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG

Satria berusaha bekerja, kepalanya masih berat, Albert datang menemuinya.

ALBERT
Sat, Raya kayaknya gak masuk kerja,kata Luci dari pagi gak ada kabarnya
SATRIA
Kemana dia?
ALBERT
Gak tau, Luci gak bisa menghubungingya, karena Raya gak punya handphone
SATRIA
Dia menolak Handphone pemberianku
ALBERT
Sat, sepertinya ada sesuatu yang menimpa Raya
SATRIA
(Menoleh ke Albert heran)
Apa?
ALBERT
Barusan Bik Rum nelpon, dia gak berani ngomong ke kamu langsung
SATRIA
Apa sih Bert?
ALBERT
Bik Rum semalam liat, Kevin ngikutin Raya masuk ke kamarnya, Bik Rum berusaha mengintai dan mendengar suara di dalam kamar, namun ketutup sama suara musik.
selang berapa lama Kevin keluar kamar, Bik Rum buru-baru masuk dan mendapati Raya sedang menangis dan pakaiannya...
SATRIA
Cukup!!

Satria mengepalkan tangannya, mulutnya mengeram, matanya merah, lalu bergegas pergi meninggalkan Albert

CUT TO:

88.INT.RUMAH SATRIA RUANG TAMU.SIANG

Satria berdiri geram sedangkan Bik Rum duduk dilantai sambil terisak

SATRIA
Kenapa bibik gak bilang dari semalam ?
BIK RUM
Maaf den, semalam Den Satria mabuk berat dan waktu bibik mau bilang, Bibik liat Den Satria ke kamar sama Non Marisa
SATRIA
Raya bilang apa?
BIK RUM
Non Raya hanya nangis, kasian Den badannya luka-luka
SATRIA
(Membuang nafas, menahan amarah) Bibik tahu Raya pergi?
BIK RUM
(Menggeleng sambil menunduk)

Satria menggelengkan kepala, mencari Kevin

CUT TO:

89.INT.ONGOLF.SORE

Satria mendapati Kevin, Marisa dan Arya sedang bermain golf, Satria langsung menghantam tubuh Kevin sampai terbaring, Satria terus memukuli wajah Kevin, Orang-orang disitu melerai

ARYA
Apa-apan kamu Sat?
SATRIA
Dia sudah melecehkan istriku
KEVIN
(berusaha bangkit sambil menyeka darah di bibirnya)
Bukannya dari dulu kita sering bersenang senang dengan perempuan?!
SATRIA
TAPI DIA ISTRIKU
MARISA
Lalu aku apa??, bukannya dari awal kita sudah sepakat akan menghancurkannya???
lalu kenapa sekarang kamu membela dia??
SATRIA
(Tercekat dengan perkataan Marisa, terdiam duduk di kursi)
ARYA
(Mendekati)
Aku udah tahu semua, dan aku juga yang merencanakan acara semalam. baiknya kamu akhiri pernikahan bohongan mu itu kalau tidak mau kehilangan Marisa
SATRIA
Kalian bersekongkol?Marisa?

Satria menoleh ke Marisa, Marisa mendekatinya

MARISA
Apa bedanya dengan kita dan Albert? yang menjebak Raya? sekarang kamu bela dia? aku benci, dan aku sudah melihat video dari Kevin, gila kamu Sat, kamu yang kecintaan sama Raya ternyata.
ARYA
(Merangkul pundak Marisa, sambil menatap Satria)
Anak pelakor kayak dia gak pantas dapetin kamu

CUT TO:
















Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)