Kenapa Cinta?
5. Kenapa Satria?

56.INT.SUNJAYA LAND RUANG ADMINISTRASI.SIANG

Raya Dan Luci sedang bekerja, sementara manager mereka masuk sambil membawa berita hangat dari ruang CEO

MANAGER
Raya, tadi ibu lewat ruangan CEO, kok ada mantan pacarnya ya?, ibu tahu si Marisa sering kesini dulu sebelum Pak Satria nikah sama kamu
RAYA
Oh ya?, mungkin ada urusan (Wajah Raya tampak muram)
LUCI
Udah telepon aja suami lo
RAYA
(Menggeleng sambil melanjutkan kerjaannya)

Tak lama telepon yang Ada di meja manger berbunyi, mereka diajak rapat oleh CEO

CUT TO:

57.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG

Manager, Raya dan Luci duduk di meja tamu ruangan Satria, tampak didepan mereka Satria dan Marisa duduk bersebelahan,semen Allbert baru memasuki ruangan memberikan berkas kepada manager.

SATRIA
Saya Dan Marisa sedang mengembangkan perusahaan ini dengan imej baru, makanya saya minta Raya membuat Strategi perencanaannya beberapa waktu yang lalu.
MANAGER
Baik pak, tadi Raya sudah memberikannya pada Pak Albert

Albert memberikan berkas kepada Satria

SATRIA
Iya saya sudah melihatnya dan Marisa setuju.
MARISA
Iya, mulai sekarang saya akan sering main ke kantor ini, saya harap Raya gak cemburu
RAYA
(Tersenyum sambil menggeleng pelan) Aman, tenang aja

CUT TO:

58.EXT.RUMAH SATRIA.TAMAN BELAKANG.MALAM

Raya duduk di taman belakang sambil memandang langit, dia mengingat semua yang terjadi di rumah Kakek Yohan, terutama saat Satria mencium bibirnya, hatinya resah, akan sering bertemu Marisa di kantor, apakah dia cemburu?

Selarut ini Satria baru pulang, Raya berusaha mengintip dari ujung taman yang menghadap ke kolam renang, tampak Satria pulang bersama Marisa, Raya bingung takut para asisten rumah tangga tahu.

Raya masih mematung memandangi Satria yang memeluk erat pinggang Marisa berjalan menuju lantai atas, lagi-lagi airmatanya mengalir. Tak lama Bik Rum menghampiri

BIK RUM
Banyak-banyak sabar yaa Neng
RAYA
(Mengangguk pelan sambil berlalu ke kamarnya)

CUT TO:

59.EXT.RUMAH SATRIA.KOLAM RENANG.PAGI

Raya baru akan berangkat ke kantor, berjalan melewati kolam renang, tampak Satria dan Marisa sedang bercanda ditepi kolam renang, mereka tampak mesra. Raya berusaha mengalihkan pandangannya, berjalan lurus.

CUT TO:

60.INT.SUNJAYA LAND.RUANG ADMINISTRASI.SIANG

Raya bekerja seperti biasa, tiba-tiba handphonenya berdering

RAYA
Halo Yan
RIYAN
Ray gue punya kabar baru dari kasus bokap lo, kapan kita bisa ketemu?
RAYA
Ok, nanti sore ya pulang dari kantor
RIYAN
Ok, di Cafe Senja ya
RAYA
Ok, kalo uda jalan aku kabarin

Luci yang sedari tadi mendengarkan merasa penasaran

LUCI
Mau kemana Ray?
RAYA
Biasa ketemuan sama Riyan
LUCI
Soal bokap?
RAYA
Iya
LUCI
Gimana perkembangannya sekarang?
RAYA
Masih stuck, gak tau deh nanti pas ketemu Riyan ada perkembangan apa?
LUCI
Lo gak takut suami lo bakal marah?
RAYA
Gak usah sampai dia tahu lah
LUCI
Emang mau ketemuan dimana?
RAYA
Kafe Senja, kenapa mau ikut?
LUCI
Gak, gue ada janji
RAYA
Sama siapa?
LUCI
Ada deh
RAYA
ihh rese'

mereka berdua terus berbincang sambil tertawa

CUT TO:

61.INT.CAFE SEJA.MALAM

Raya dan Riyan tampak duduk berhadapan sambil menyeruput kopi, mereka berdua tak sadar ada yang mengintai dan memotret mereka berdua

RAYA
Gimana Yan? ada perkembangan apa?
RIYAN
Dari penyelidikan terbaru, ditemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang perempuan paruh bayah masuk ke kamar hotel tempat korban menginap, sebelum bokap lo datang
ini memungkinkan bahwa sebenarnya perempuan itulah pembunuh Zalika
RAYA
Perempuan? paruh bayah?!
RIYAN
Iya, tapi sampai sekarang bokap lo belum ketemu, kita tidak bisa menguak fakta tanpa saksi
RAYA
Apa yang harus aku lakukan?? (mematut cemas)
RIYAN
(menggenggam tangan Raya) Kita harus temukan dulu bokap lo
setelah itu kita sewa pengacara untuk membantu mengungkapkan fakta
RAYA
Seperti apa wanita paruh bayah itu?
RIYAN
Yaa, saat melihat rekamannya, gue sama temen-temen jadi gak sempat mengcopy, tapi kalo ada kesempatan, gue bakal kasih rekaman itu ke lo
RAYA
(Mengangguk sambil menatap Riyan) Makasih ya Yan

CUT TO:

62.INT.BAR.MALAM

Satria sedang minum bersama Albert dan Marisa, tampak Satria sedang melihat-lihat foto kiriman Albert yang berisi Raya dan Riyan yang sedang berbincang malam ini.

Satria terhenti di foto yang menampilkan Riyan sedang menggenggam tangan Raya, sementara Raya tersenyum memandangi Riyan. Perasaan Satria mulai gelisah, dia marah dan cemburu

sementara Marisa memperhatikan mimik Satria. Dia tahu bahwa Satria cemburu melihat foto itu

SATRIA
Aku mau polisi ini dipecat besok
ALBERT
Harus? dia cuman polisi berpangkat rendah, gak kan bisa membantu Raya terlalu jauh
SATRIA
Aku gak mau Raya ketemu dia lagi
MARISA
Kenapa? kamu cemburu?
SATRIA
(Menggeleng kaget)
Mereka akan menghambat proses penyidikan, mungkin saja mereka menyembunyikan Sailendra
MARISA
Bagaimana kalau memang bukan Sailendra yang membunuh ibu mu? apa kamu akan melepaskan Raya?
SATRIA
Aku yakin dia yang membunuhnya
ALBERT
Ok, nanti aku hubungi Kompol Surya, aku pergi dulu
MARISA
Kemana?
ALBERT
Biasa
SATRIA
Luci aman kan?
ALBERT
(Mengangguk yakin) Aman, dia bisa kita pegang

Albert berlalu meninggalkan Satria dan Marisa

SATRIA
Udahlah, jangan cemburu sama Raya, aku gak mungkin sama dia
MARISA
Tapi Raya kayaknya suka sama kamu
SATRIA
Yaa kan dari awal aku bilang, dia bukan tipe aku, kampungan, jauh beda sama kamu
MARISA
Jadi malam ini nginep di apart ku kan?
SATRIA
Loh kenapa?
MARISA
Aku gak mau kerumah kamu, aku gak mau ketemu Raya
SATRIA
Aku gak bisa, ada yang harus aku kerjakan, aku mau ngasih dia pelajaran
MARISA
Tuh kan, kalian mau berduaan lagi (emosi manja)
Kamu mau ngapain?
SATRIA
Tenang aja, aku gak akan bakal suka sama dia dan aku yakin, dia juga bakal benci sama aku

CUT TO:

63.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR RAYA.MALAM

Raya sudah tertidur ketika Bik Rum mengetok pintu, dengan malas Raya bangkit dan membukakan pintu

RAYA
Ada apa Bik?
BIK RUM
Non dipanggil Den Satria diminta mengantarkan susu ini ke kolam renang
RAYA
(menatap heran)
Kenapa gak bibik aja yang nganter?
BIK RUM
Maunya saya juga begitu, tapi saya takut nanti dimarahin
RAYA
(Mengangguk mengerti) Ok sini bik

Raya mengambil nampan yang berisi susu dan berjalan ke arah kolam renang

CUT TO:

64.EXT.RUMAH SATRIA.KOLAM RENANG.MALAM

Raya melihat Satria berenang sendiri di kolam, dia lega tidak ada Marisa disana. Raya hanya menaruh susu di meja tepi kolam dan bersiap pergi

SATRIA
Siapa yang nyuruh naruh disitu??
RAYA
Terus dimana?
SATRIA
Masuk kesini
(Berdiri ditengah kola)
RAYA
Aku gak bisa berenang
SATRIA
Siapa yang nyuruh kamu berenang?
RAYA
Mau kamu apa sih?
SATRIA
Susu, sini
RAYA
jangan ngaco' aku gak mungkin masuk ke kolam membawa susu
SATRIA
Masuk!! kalau kamu gak mau terjadi apa-apa dengan Riyan
RAYA
(kaget)
Jangan macem-macem kamu
SATRIA
Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau, apalagi cuman sama kalian berdua
RAYA
(kalut, mulai berjalan mendekati tepi kolam, dia takut harus masuk ke kolam. apalagi dirinya hanya mengenakan daster selutut)

pelan-pelan Raya masuk ke kolam, ternyata dalam dan Raya tak mampu menyeimbangkan badanya. Raya oleng, dan hampir tenggelam, sebelum benar-benar mencapai dasar kolam Satria mengangkat tubuh Raya.

memposisikan tubuhnya berdiri dan dipepetkan ke tembok kolam renang. Raya berusaha mengatur nafas, melingkarkan tangannya ke pundak Satria.

SATRIA
Kamu akan menyesal melawan aku
RAYA
(Berusaha berontak dan keluar kolam)
Tolong aku takut
SATRIA
Kalau masih melawan aku, tandanya kamu masih berani
RAYA
Kamu bahkan gak tahu kebenarannya!!
SATRIA
Kamu pikir aku percaya sama bajingan itu!!, dia yang selama ini bantuin kamu!? hah?

Satria mencengkram wajah Raya, mendekatkan ke wajahnya, Satria mulai mendekap Raya, Raya berusaha berontak, tapi gerakannya malah membuka kancing dasternya.

Satria terus memandangi wajah Raya sambil mengingat foto Raya bersama Riyan

RAYA
Riyan gak salah apa-apa, jangan ganggu dia!!
SATRIA
(semakin cemburu merasakan perlakuan Raya yang spesial terhadap Riyan)
Apa hubungan kamu sama dia?, kamu pikir gak bakal ada yang lihat kalian berdua bertemu?
semua orang tahu kamu istri aku!!
RAYA
Kamu sendiri?? bebas bersama Marisa (Mulai meneteskan air mata)
SATRIA
Hal itu gak berlaku buat kamu
RAYA
Egois, lepasin aku (berusaha berontak)

Satria semakin mendekap Raya, hasratnya tak terkendali tapi di tak mungkin melakukan itu,Raya terus berontak. Satria mengangkat tubuh Raya keluar dari kolam renang.

RAYA (CONT'D)
Turunin aku Sat
SATRIA
(Menurunkan Raya dari gendongannya, memperhatikan tubuh Raya yang basah)
Sekali lagi kamu ketemu sama dia, kamu gak akan pernah lagi ngeliat dia
RAYA
Jahat, kami hanya orang kecil yang mencari keadilan
SATRIA
Keadilan apa yang pantas untuk pembunuh??

Raya berusaha menjauh mundur,

MARISA
Ngapain kalian?
RAYA
(Menoleh, ternyata Marisa sudah ada disampingnya)

Raya langsung berlalu pergi, Satria mematung menatapnya

SATRIA
Kok kesini?
MARISA
Aku penasaran kamu apain dia, ternyata berenang bareng
(bicara ketus)
SATRIA
Ahhh kamu nih, kalau cemburu terus gimana kasus ini bakal selesai, aku harus menghukum Sailendra dan seluruh keluarganya
Satria memeluk Marisa, saat pelukannya dilepas Marisa mencium bibir Satria.
MARISA
Aku takut kehilangan kamu
SATRIA
Gak bakal sayang, semua ini kulakukan untuk mama ku

Satria mulai melepas gaun Marisa, mereka tertawa sementara Raya hanya menatap sedih dari kejauhan.

CUT TO:

65.EXT.RUMAH SATRIA.TAMAN BELAKANG.PAGI

Raya sedang sarapan, saat handphonenya berdering, itu panggilan dari Riyan

RAYA
Iya kenapa?
RIYAN
Ray gue dipecat
RAYA
(kaget dan mulai cemas) Kok bisa?
RIYAN
Tiba-tiba, gue aja baru sampai kantor, sepertinya atasan gue tahu, kalau selama ini gue bantuin lo
RAYA
Yan, trus gimana?, semua ini gara-gara gue
RIYAN
Kayaknya suami lo yang nyuruh buat mecat gue, lo gak pa-pa kan Ray, dia gak jahat kan sama lo
RAYA
Jangan pikirin gue, trus lo sekarang gimana?, gak punya kerjaan??
RIYAN
Gue lagi mikirin kelanjutan hidup gue sekarang
RAYA
Yan maafin gue
RIYAN
Jangan minta maaf demi bajingan itu, kalo sampai dia macam-macam sama kamu, aku gak bakal maafin dia

Riyan menutup teleponnya, Raya terdiam marah kepada Satria

CUT TO:

66.INT.SUNJAYA LAND.DEPAN RUANG KERJA CEO.SIANG

Satria sedang bekerja saat Raya tiba-tiba masuk dan mendekat ke meja kerjanya

RAYA
Kamu keterlaluan, kenapa sampai harus meemecat Riyan dari pekerjaanya??
SATRIA
(Tersenyum melihat kedatangan Raya) Aku kan sudah bilang, aku bisa melakukan apapun yang aku mau, dan mendapatkan apa yang aku mau
RAYA
Bagaimana kelanjutan hidupnya tanpa pekerjaan
SATRIA
Kenapa kamu khawatir banget sama dia? (Bangkit dan mendekatkan dirinya ke Raya)
RAYA
Kamu jahat
(membalikkan badannya ingin pergi)
SATRIA
(menangkap tangan Raya dan mendekatkan tubuh Raya ke dirinya)
Kamu cinta sama dia
RAYA
Bukan urusan kamu??
SARIA
(menatap dalam mata Raya, mencari bibir Raya)


Albert masuk ke ruangan, melihat pemandangan itu

ALBERT
Kalian berdua ngapain?

Raya melepaskan tangannya dari cengkraman Satria dan menjauh

RAYA
seharusnya kalian gak melakukan ini, Riyan tidak punya siapa-siapa, dan sekarang gak punya pekerjaan
SATRIA
(Emosi mendengar Raya membela Riyan)
Cukup, jangan sebut nama itu lagi, atau dia benar-benar aku lenyapkan
RAYA
(Menggelengkan kepalanya dan menjauh pergi)
sakit

Satria mengalihkan pandangannya dari Albert, memandangi pusat kota sambil berdiri, Albert menghampiri, menepuk pundak Satria

ALBERT
Aku tahu kamu marah, polisi itu sepertinya tahu bahwa Kompol Surya membantu kita selama ini
SARIA
Sialan, Kita harus kasih pelajaran dia
ALBERT
Gak perlu begitu Sat, dia hanya polisi rendahan
SATRIA
Apa Raya dan dia punya hubungan?
ALBERT
kenapa? Kamu cemburu?
SARIA
(Menggeleng sambil duduk di meja kerjanya untuk kembali bekerja)
ALBERT
Yak,kamu cemburu
SATRIA
(terus menatap laptop) Apaan sih
ALBERT
kalau aku cerita kamu akan tambah cemburu
SATRIA
Aku gak cemburu, uda cerita aja
ALBERT
(Tersenyum meledek)
Mereka pernah pacaran waktu SMA dan kayaknya Riyan masih cinta sama Raya, udah ahh aku keluar aja, takut dihajar sama orang yang lagi cemburu
SATRIA
(Menatap laptop dengan wajah marah)

CUT TO:

67.INT.RUMAH SATRIA.GARASI.SORE

Raya baru pulang kerja dan berjalan kearah kamarnya, tiba- tiba Satria muncul membawa kotak

SATRIA
Pakai ini, nanti malam Tante Pertiwi mengundang kita ke pesta dansa di club
RAYA
(Mengacuhkan Satria) Apa aku harus ikut?
SATRIA
Apa kamu harus diancam dulu supaya nurut?. Jam 9 nanti udah siap, aku tunggu disini

CUT TO:

68.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR RAYA.MALAM

Raya mematut wajahnya dicermin,riasan tipis dan gaun yang diberi Satria sudah dikenakan,model backless, sangat seksi, Raya tak pede memakainya.

Dia bingung dengan sikap Satria, dia takut Satria akan membohonginya lagi.

CUT TO:

69.INT.RUMAH SATRIA.GARASI.MALAM

Raya berjalan menghampiri Satria yang menatapnya, Raya terlihat makin tak nyaman, dia merasa pakaiannya sangat terbuka

RAYA
Aku boleh ganti baju?
SATRIA
(Menarik tangan Raya dan masuk ke mobil)
Jangan norak, malam ini kita harus berekting lagi

Raya hanya diam, menggeser duduknya hingga ke tepi pintu, mengalihkan pandangannya ke jendela.

Satria terus menatapnya,hal ini diperhatikan oleh Albert yang menyupiri mereka.

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)