Kenapa Cinta?
1. RAYA DAN KEBINGUNGAN

1.INT. KOS LUCI-MALAM

Ruangan kamar yang rapi,tampak dua orang wanita berpandangan,Luci di kasur dan Raya di lantai. Luci menatap Raya yang termenung tanpa kata, pikirannya kalut, duduk di pojok ruangan, Luci menuangkan air, memberikannya pada Raya agar sedikit tersadar

Raya hanya menatap Luci cemas, meminum sedikit air digelas agar dapat berpikir.

RAYA
Gue harus gimana nih ?
LUCI
Lo sanggup gak hidup sendiri?
RAYA
Tapi gue mesti nyari bokap gue dulu

Raya berkata sedih, matanya berkaca-kaca memikirkan nasib ayahnya yang kabur karena dituduh membunuh seorang wanita paruh baya di sebuah kamar hotel.

LUCI
lo mau cari kemana?, sejak kejadian itu setahun yang lalu sampai sekarang, lo udah ngabisin tabungan buat nyari, tapi gak ketemu. Mau nyari dimana lagi sih Raya??
RAYA
Gue gak tahu! gue cuman gak mau sampai akhirnya polisi yang nemuin bokap.Gue yakin bokap gak bersalah.
LUCI
Kalau lo juga gak tau, mau nyari kemana! akan berapa banyak lagi uang yang lo keluarin buat keliling Jakarta,keliling Indonesia,atau mau sampai ke luar negeri?

Luci mulai letih memberikan penjelasan pada Raya. Luci bangkit dari duduknya, mengambil gelas, menuangkan air dan meminumnya lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela.

LUCI
Denger ya Raya, dalam setahun terakhir lo udah tiga kali dipecat gara-gara keseringan absen, cuti dan gaji lo dipakai buat nyari bokap lo, terus- terusan lo dulu-duluan sama polisi buat nemuin bokap,tapi apa yang lo dapet?? gak ada!!

Raya menatap Luci kesal

RAYA
Tapi dia bokap gue!! kalo emang lo ngerasa gue cuman ngabisin duit dan akhirnya cuman jadi beban lo, yaudah gue pergi dari sini?!

Raya bangkit dari duduknya, mengemasi pakaiannya ke dalam tas ransel,dan mengenakan jaket bersiap hendak pergi

Luci menatap Raya dengan wajahnya yang letih

LUCI
Lo mau kemana?lo lupa percakapan awal kita tadi, bos nawarin lo buat jadi istrinya

Raya yang sudah menenteng tas dan melangkah pergi terhuyung jongkok di lantai. kedua tangan menutupi wajahnya yang sudah penuh air mata

RAYA
Kenapa tiba-tiba sih? kenapa mesti gue sih Luc? gak ada orang lain apa? aneh banget
LUCI
Kalo dipikir-pikir sih emang aneh, lo baru dua minggu kerja di perusahaan, posisi lo juga masih pegawai kontrak bagian admin, ketemu bos juga gak pernah.
RAYA
Apa karena lo yang ngerekomendasiin gue untuk kerja disitu?

CUT TO

2.INT. SUNJAYA LAND.RUANG KERJA CEO-MALAM

Tampak dua orang pria berjas duduk di ruang kerja yang besar dan super mewah bernuansa hitam, Satria menatap serius ke laptop, duduk di kursi CEO, sedangkan Albert duduk di kursi tamu sambil mengeser layar tablet dengan jarinya.

sesaat dia teringat pertemuan dengan bawahannya tadi siang, tawaran yang dia ajukan kepada gadis yang baru saja menjadi pegawai di Sunjaya Land itu terasa mengusiknya

Albert menatap Satria sesaat, lalu mengarahkan lagi pandangannya ke tablet di tangan, lalu mencuri pandang lagi ke Satria.

SATRIA
Kenapa? ada masalah? Satria seolah membaca situasi
ALBERT
Raya? haruskah menikah dengannya?
SATRIA
Ya, sesuai rencana kita semula
ALBERT
Tapi dia gak tahu apa-apa?
SATRIA
Dia anak Sailendra

Satria menatap lekat laptopnya, kebingungan yang menyerang Albert tak dihiraukannya.

ALBERT
Emang kamu pernah lihat Raya sebelumnya?
SATRIA
Memangnya kenapa ?
ALBERT
Kamu akan menikah dengannya! masa gak penasaran sama wajahnya? kayak gimana orangnya? dan..
SATRIA
hahahha, kamu pikir pernikahan ini seperti apa sih? kamu pikir aku benar- benar menikah?
ALBERT
Tapi sepertinya dia wanita baik-baik, masih muda dan sedikit berantakan
SATRIA
mmphh, dia sibuk menutupi keberadaan ayahnya, Kompol Surya bilang dalam perburuan mereka,selalu bertemu Raya di lokasi yang sama.

Satria berdiri, menatap ke kaca yang menghadap langsung ke gemerlapnya pusat kota, dari lantai 21 Satria dapat melihat, kerlap-kerlip lampu bersinar

SATRIA
Besok kamu harus berikan perjanjian pernikahan itu ke dia, usahakan dia harus setuju dan mau menikah dengan ku

Albert membaca perjanjian pernikahan yang dikirimkan Satria padanya lewat Whatsapp, sesekali Albert mengernyitkan dahi, membayangkan apa yang akan terjadi pada Raya jika menyetujui pernikahan ini.

CUT TO:

3. INT.SUNJAYA LAND-RUANG KERJA ADMIN.PAGI

Seharian Raya bekerja tanpa tenang, pikirannya terus pada pertemuannya dengan Pak Albert kemarin,perbincangannya denga Luci semalam dan pertimbangannya sendiri untuk menikah dengan CEO mereka Satria Sanjaya. Berkali-kali Raya menghela nafas, memijit kepala dan meregangkan lehernya yang kaku.

Luci yang duduk di hadapannya menatap, takut manager mereka menyadari kegusaran Raya, dengan halus Luci menegur.

LUCI
Udah nanti aja kita bahas lagi, itu tu

Luci menunjuk sang manager yang duduk disamping mereka, jarak yang hanya dibatasi dengan cubicle itu membuat mereka tak leluasa untuk ngobrol.

Raya mengangguk dan lanjut bekerja

CUT TO:

4. INT.SUNJAYA LAND-CAFETARIA.SIANG

Cafetaria tampak tak begitu ramai, Raya dan Luci sudah membawa makanan di nampan masing-masing, duduk di salah satu meja.

Raya langsung mengeluarkan handphone nya, mengecek notifikasi dan meletakkannya di meja.

RAYA
Pak Albert ngajak ketemuan lagi nanti malam, katanya ada yang mau diomongin

Wajah Raya masih kebingungan

RAYA (CONT'D)
Gue yakin, ada sesuatu dengan pernikahan ini
LUCI
Maksudnya?
RAYA
kayak gak mungkin gak sih seorang CEO mau nikah sama cewek biasa kayak gue
LUCI
Yang gue tahu, Satria itu anak kedua dari keluarga Sanjaya, waktu muda dia agak begajulan, makanya perusahaan yang di New York tidak dipercayakan ke dia, malah ke abangnya yang seorang seniman.

Raya tampak berpikir

RAYA
Lo pernah ketemu langsung?
LUCI
Pernah, tapi menurut gue gayanya misterius banget, kenapa ya tiba-tiba mau nikah sama lo?
RAYA
Semalem gue mikir,apa gue terima aja pernikahan ini. gue gak enak udah banyak nyusahin lo selama setahun ini. tinggal sama lo, kerja lo yang nyariin, gue cuman sibuk nyari bokap gue.
LUCI
Trus setelah nikah sama dia, rencana lo apa?
RAYA
Siapa tahu kalo gue nikah sama orang kaya, gue bisa nabung lebih banyak buat modal nyari bokap
LUCI
Ihh beruntung banget sih, mau dinikahi CEO kaya, ganteng lagi...hehhe

Luci terkekeh, Raya menatap penasaran

RAYA
Lahh?? emang ganteng?
LUCI
Iya lagi, gue belum bilang ya?? hehhehe


CUT TO:

5. INT.CAFE SOUND OF FLOWER-MALAM

Cafe bertema bunga menjadi pilihan Albert untuk bertemu Raya, mereka duduk berhadapan, Albert masih dengan stelan jas dan Raya menggunakan dress selutut warna biru, sekilas mereka seperti pasangan, Albert dikenal Raya sebagai Sekretaris CEO idola para pegawai cantik di kantornya.

ALBERT
Kamu pasti masih bingung dengan tawaran saya kemarin
RAYA
terus terang, iya pak, kalau saya boleh bertanya, kenapa saya?, kenapa begitu tiba-tiba?
Albert menghela nafas, menyodorkan selembar kertas yang tak lain perjanjian pernikahan yang dibuat Satria kemarin semalam
ALBERT
Ada masalah besar yang menimpa Satria saat ini,kakak dan ibu tirinya yang tinggal di New York akan datang ke sini,mengambil alih Sunjaya Land,Satria harus punya istri, supaya bisa terus memegang perusahaan. Karena kalau tidak, dia dianggap tak serius meneruskan kepemilikan perusahaan. (MORE)
RAYA
Apa hubungan pernikahan dengan kepemilikan perusahaan?
ALBERT
Baca dulu ini!

Raya menerima surat dari tangan Albert dan mulai membaca dengan seksama.Pernikahan ini adalah pernikahan kontrak,kamu hanya enam bulan menjadi istrinya, dengan menikah Satria dianggap serius akan memiliki keturunan yang akan mewarisi perusahaan.

RAYA
jadi kami akan punya anak?
ALBERT
Tidak perlu, bulan depan kakak dan Ibu tiri Satria akan datang, tinggal disini selama lima bulan, jika Satria sudah menikah otomatis mereka akan memberikan kepemilikan perusahaan sepenuhnya ke Satria, setelah itu mereka akan kembali pulang ke New York, kalian bisa berpisah, ada bayaran yang tinggi di berikan Satria padamu, sesuai yang tertulis di situ

Albert menunjuk kertas yang dipeganga oleh Raya, Raya melongo' membaca nominal yang akan diberikan oleh Satria, tiga miliar, modal yang cukup besar untuk mencari dan membela ayahnya nanti.

ALBERT
Dalam surat perjanjian itu juga tertulis bahwa tidak akan ada kontak fisik antara kalian berdua,kedua belah pihak tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing dan tidak boleh ada yang tahu kalau pernikahan kalian hanya kontrak, yang tahu hanya aku, kamu dan tentunya Satria

Raya masih membaca surat perjanjian pernikahan dengan seksama

ALBERT (CONT'D)
Kalau kamu setuju, kita ketemu lagi ditempat ini besok malam untuk menandatangani Surat Perjanjian Pernikahan ini bersama-sama dengan Satria, ya aku harap kamu setuju, membantu CEO kita mendapatkan perusahaan.
RAYA
Aku akan memikirkannya
ALBERT
kalau besok kamu datang, berarti setuju. Sampai ketemu besok

Tanpa menunggu reaksi jawaban dari Raya, Albert bangkit dan bergegas pergi meninggalkannya, Raya masih termenung, hanya satu hari waktunya berpikir akan menerima atau tidak tawaran pernikahan ini.

CUT TO:

6.INT.KAMAR KOS LUCI.BERBARING DI KASUR BAWAH-MALAM

Raya tak bisa memejamkan mata, dia masih mempertimbangkan tawaran Albert barusan, Luci yang sudah tidur diranjang bahkan tak boleh tahu tentang pernikahan ini sebenarnya. Tapi tawaran tiga miliar itu sungguh menggoda, bahkan jika dijalani dengan kontrak pun akan cepat berlalu.

kontrak pernikahan ini dianggap Raya tak sulit, hal yang paling digaris bawahi olehnya bahkan tak ada kontak fisik antara mereka, jadi tak akan ada rasa atau kesempatan memiliki rasa yang lebih pada Satria.

Dan yang lebih penting jika dia punya uang yang banyak, dia tidak hanya bisa mencari ayahnya tapi punya tempat tinggal sendiri, sehingga tak lagi merepotkan Luci.

CUT TO:

7.INT. CAFE SOUND OF FLOWER-MALAM

Satria, Raya dan Albert sudah duduk disatu meja, Raya berhadapan dengan Satria sedangkan Albert ada disebelahnya. Di depan Raya dan Satria sudah tersedia Surat Perjanjian Pernikahan yang siap ditandatangani.

Raya hanya terdiam memandangi Satria, wajahnya misterius, walaupun matanya sendu namun ada garis ketegasan yang tergambar dari tatapannya yang tajam

SATRIA
Kamu sudah membaca dengan seksama? dan menyetujunya kan?
RAYA
Ada yang ingin aku tanyakan?
SATRIA
Apa?

Tiba-tiba Raya terkesima, walaupun Satria tidak setampan Albert tapi dia memiliki kharisma yang mengganggu Raya

RAYA
Kenapa dalam perjanjian ini tidak tertulis bahwa kedua belah pihak tidak boleh saling jatuh cinta?

Mendengar itu Satria sedikit mendehem, sedangkan Albert memasang wajah syok

SATRIA
Kamu Jatuh cinta Sama aku?, kalau aku sih enggak, kalau sampai aku menyentuh kamu, kamu boleh pergi

Albert menahan tangan Satria, memberi pertanda untuk jangan memperpanjang ucapannya. Raya menangkap keangkuhan Satria dengan cepat, namun tiga miliar mungkin bisa menambah kesabaran Raya atas sifat Satria

RAYA
Baik, aku setuju dan kita pastikan pernikahan ini hanya enam bulan dan berjalan mulus tanpa rasa

Satria senyum mengejek mendengar ucapan Raya. Raya mengulurkan tangannya ke Satria, mereka bersalaman dan mulai meneken perjanjian pernihakan

CUT TO:

8.INT. TAMAN SUNJAYA LAND-SIANG

Raya sudah bersiap menuju pelaminan, konsep pernikahan yang mendadak mengejutkan banyak pihak, baik itu pegawai,kolega, bahkan teman dari Satria, sedangkan Raya hanya ditemani Luci.

Proses pernikahan lancar dilaksanakan dari mulai akad hingga resepsi dan berakhir di malam hari. Setelah berganti pakaian Raya bersiap untuk pulang, menuju tempat menunggu taksi online.

ALBERT
Yuk pulang sama aku
RAYA
Satria mana?
ALBERT
Dia masih ada perlu

Raya bingung, Albert menuntun Raya menuju mobilnya

CUT TO:

9.INT.RUMAH SATRIA-MALAM

Raya disambut oleh Bik Rum, Asisten rumah tangga yang sudah berumur, dengan ramah dia menyambut Raya dan mengantarkannya ke kamar.

RAYA
(kebingungan sepanjang jalan menuju kamar, karena dia diarahkan ke kamar pembantu)
BIK RUM
Saya tahu Non Raya istri den Satria tapi saya diperintahkan untuk membawa Non Raya ke kamar ini, tepat disebelah kamar saya
RAYA
(Memandangi sekeliling kamar seolah membaca ada situasi yang tak beres)
Iya bik gak papa, terima kasih ya

Raya menutup pintu kamar, duduk ditepi ranjang, memandangi lagi sekeliling kamar, berpikir setidaknya kamar ini menjauhkannya dengan Satria dan dia sudah punya tempat tinggal yang layak.

CUT TO:

10.INT. RUANG MAKAN RUMAH SATRIA-PAGI

Satria dan Raya duduk sarapan berdua, Satria fokus makan sedangkan Raya sesekali melirik, seketika Satria menoleh

SATRIA
Untuk hari ini kamu boleh makan disini, tapi selanjutnya kamu makan di belakang sama asisten rumah tangga yang lain.
RAYA
Kenapa?
SATRIA
Kamu jangan berharap aku akan baik sama kamu. Aku punya pacar
RAYA
Bagaimana kalau pacar kamu tahu kita menikah?
SATRIA
Dia tahu aku tak mencintaimu
RAYA
(mengernyit marah merasa dicurangi)
jadi dia tahu kita hanya nikah kontrak??
SATRIA
Tahu, karena dia salah satu tim dari rencana pernikahan ini.
RAYA
(meremas keningnya, sadar bahwa dia sudah dijebak dalam pernikahan ini)
Untuk apa pernikahan ini??, bukan untuk kepemilikan perusahaan???
SATRIA
(tatapan tajam ke Raya) Untuk memberimu pelajaran, karena sudah melindungi seorang pembunuh

Raya mengernyitkan dahinya, mencoba merangkai puzle yang berantakan di depan mata.

SATRIA (CONT'D)
Sailendra ayahmu sudah membunuh ibuku Zalika. Dan kau terus menutupi keberadaan ayahmu.
RAYA
(Tercengang mengetahui alasan Satria menikahinya dan Raya berkata lemah)
Aku yakin ayahku tak bersalah, dan aku akan buktikan itu

Ada rasa bersalah ketika berhadapan langsung dengan keluarga korban, selama semua bukti memang mengarah ke ayahnya, namun Raya merasa tak menemukan alasan yang jelas mengapa ayahnya membunuh

SATRIA
Kamu harus terus bersamaku sampai bisa membuktikannya di pengadilan.

Satria bangkit dari duduknya, meninggalkan Raya yang semakin cemas. Gagal sudah semua rencananya,ternyata dia dijebak oleh lawannya sendiri. Raya merasa bodoh harus tersakiti selama enam bulan kedepan.

Seketika Raya tersadar, bagaimana jika sampai enam bulan ayahnya belum juga ditemukan, bisakah dia keluar dari penderitaan ini?

CUT TO:

11.INT.SUNJAYA LAND. RUANG KERJA ADMIN-SIANG

Raya memikirkan permasalahannya, wajahnya cemas berada didekat keluarga korban yang diduga dibunuh ayahnya, jika berencana kabur, tidak mungkin dia bisa hidup tanpa bekerja dan tempat tinggal. Mau menyusahkan Luci rasaya sudah tidak enak hati.

tak lama Albert menelepon, mengatakan Satria memanggil Raya ke ruangannya.

RAYA
Gue keluar dulu ya
LUCI
Kenapa?
RAYA
Ke ruangan Satria

Luci dan Manager mereka tersenyum sambil mengangguk

CUT TO:

12.INT.SUNJAYA LAND. RUANGAN CEO-SIANG

Raya berdiri menghadap Satria yang masih sibuk membaca berkas, Raya hanya diam, masih menyesali hal yang menimpanya kini, harus terus bertemu dengan orang yang paling membencinya.

SATRIA
(Menyerahkan berkas)
kerjakan ini, aku tunggu, hari ini sudah harus selesai
RAYA
(Membaca berkas)
tapi ini kan strategi bisnis, gak ada kaitannya dengan administrasi?
SATRIA
Kamu pikir bisa bekerja dengan tenang di perusahaan ini?

seketika Raya merasa hidupnya akan semakin sulit, dia harus mengatur strategi kembali.

Raya melengos tanpa senyum, wajah tegas Satria semakin membuatnya geram

CUT TO:

13.INT. RUANG KERJA ADMIN-MALAM

Raya mengerjakan pekerjaannya dengan seksama, sambil memutar rencananya sendiri, Raya harus bertahan kerja disini untuk tetap menghasilkan uang,dia tahu sikap buruk satria akan semakin menjadi.

Raya berencana untuk menabung gajinya dan tidak akan memakai uang yang diberikan Satria, uang itu untuk berjaga-jaga jika Raya sudah tidak tahan lagi dengan sikap satria dan harus membayar pinalti jika pernikahan ini gagal.

Luci yang beranjak hendak pulang bertanya heran

LUCI
Belum selesai Ray?
RAYA
(Menggeleng) Bentar lagi, duluan aja
LUCI
Ok, Semangat ya

CUT TO:

14.INT. SUNJAYA LAND. RUANG KERJA CEO-MALAM

Satria melempar berkas yang dilihatnya ke wajah Raya

SATRIA
Kamu sekolah gak sih?? bikin Strategi bisnis aja gak bisa??

Raya hanya diam menunduk, bulir air matanya akan pecah

RAYA
Aku belum pernah mengerjakan ini sebelumnya
SATRIA
Kerja yang bener, jangan hanya sibuk menyembunyikan pembunuh!!
RAYA
Akupun belum tahu dimana ayahku

Raya sedikit mengeram, ada amarah di suaranya

SATRIA
(Bangkit dari kursinya menuju ke arah Raya)
Kamu marah?? punya hak? segala hal yang berhubungan dengan mu sekarang aku yang atur, jangan pernah melawan aku, sampai ayah kamu berhasil kutemukan.

Raya membalikkan badan, ingin meninggalkan ruangan, tak berselang berkas yang tadi dilempar kearahnya kembali dilemparkan ke punggungnya oleh Satria

SATRIA (CONT'D)
Kerjakan ini segera

CUT TO:

15.INT. SUNJAYA LAND. DEPAN RUANG KERJA CEO-MALAM

Raya baru saja keluar dari ruangan Satria, melengos melihat Albert yang berdiri menatapnya.

ALBERT
Raya tunggu
RAYA
Kalian? kenapa melakuakan ini padaku?, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi
ALBERT
Satria juga sakit, dan terus disakiti

CUT TO:

16.INT. RUMAH SATRIA. KAMAR RAYA-MALAM

Raya membanting tubuhnya kekasur, kembali mencerna setiap hal yang sudah terjadi hari ini, yang membuat dirinya syok, takut, dan marah bersamaan

pintu kamar diketuk, raya bangkit untuk membuka

RAYA
Ada apa bik?
BIK RUM
Makan dulu non, Den Satria baru saja akan makanan, mungkin non mau makan bersama?
RAYA
Saya sudah makan bik, mau istirahat
BIK RUM
(Mengangguk nurut)

Raya teringat perkataan Satria tadi pagi, dia kembali membaringkan tubuhnya di kasur untuk mencoba tidur

CUT TO:

17.INT. RUMAH SATRIA.DAPUR KOTOR-PAGI

Raya membuat susu di dapur kotor yang biasanya dipakai oleh para asisten rumah tangga, melihat itu para asisten rumah tangga dirumah itu heran

tak lama Bik Rum datang, dan berterik melihat hal itu

BIK RUM
loh Non Raya kenapa membuat susu sendiri, kenapa disini? yuk bibik antar ke ruang makan sama den Satria
RAYA
(Raya tersenyum sambil duduk di meja makan yang ada di dapur itu)
Gak usa bik, Saya disini aja
BIK RUM
Jangan non, nanti saya yang dimarahin den satria
RAYA
(Menarik tangan Bik Rum untuk duduk bersamanya)
Gak pa-pa bibik aja yang disini menemani saya
BIK RUM
(Memasang wajah kebingungan) Jangan non nanti Den Satria marah
RAYA
Kenapa? dia suka marah-marah ya?
BIK RUM
(Diam, memikirkan jawaban)
Iya non, semenjak mamanya meninggal
RAYA
Sebelumnya gimana?
BIK RUM
(melihat seseorang dibelakang Raya, menatap takut)
SATRIA
(bernada marah)
Bibik saya suruh apa tadi??
BIK RUM
(Membungkuk kearah Satria) Maaf den, maaf
RAYA
(Menoleh ke Satria marah, sambil membetulkan posisi berdiri Bik Rum)
Gak usah berlebihan kayak gini, kamu tinggal panggil Bik Rum
SATRIA
Siapa kamu berani merintah aku, merintah asisten rumah tangga aku?
RAYA
Aku gak merintah

Satria menampar wajah Raya, semua yang melihat terkejut, termasuk Albert yang baru datang. Raya memegangi pipinya yang mulai memerah

ALBERT
Sat, udah

Raya melengos pergi, meninggalkan situasi yang menegangkan ini, dia meyakini keadaannya semakin memburuk bila dia terus disini

CUT TO:

18.INT. SUNJAYA LAND. DEPAN RUANG KERJA CEO-SIANG

Raya menghadap Satria sambil membawa berkas yang sudah dikerjakannya sebaik mungkin, Raya bahkan menghubungi temannya yang seorang manager perencanaan di sebuah perusahaan ternama untuk memeriksa pekerjaannya.

Satria menatapnya dingin sambil meletakkan berkas itu di meja,Raya menunduk bisu, tak lama dia mendengar kertas yang dirobek.

SATRIA
Strategi yang ketinggalan zaman, cari yang lebih kekinian
RAYA
Perusahaan ini sudah punya strategi bisnis yang oke, kenapa harus bikin lagi?
SATRIA
Kamu cuma karyawan, jangan banyak nanya

Raya mengangguk sambil cemberut, siap berbalik badan dan meninggalkan Satria

SATRIA (CONT'D)
Nanti malam ada dinner para pemegang saham, kamu ikut aku pergi

Raya menoleh

RAYA
kenapa gak sama pacar kamu aja?
SATRIA
Itu bukan urusan kamu, dan gara-gara kamu, hubungan kami jadi gak bisa terpublikasi
RAYA
(Mengingat Satria menamparnya) Hanya karena ingin menyiksaku?

Satria tak menjawab, dia memutar kursinya membelakangi Raya, menatap dinding kaca yang menembus cakrawala.

Raya meninggalkan ruangan Satria, pergi ke cafetaria untuk membeli minum. Amarahnya memuncak.

CUT TO :





Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)