Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Pandemi COVID 19 sangat menggoncang kehidupan keluarga Irwan. Irwan sebagai kepala keluarga dipecat dari pekerjaannya karena ia lebih mempertahankan prinsip hidupnya dengan menentang sikap atasannya yang korup. Istri Irwan, Anita, meninggal karena virus Corona. Anak pertama Irwan, Beni, mengalami PHK karena perusahaannya mengalami dampak dari pandemi. Akibatnya pernikahan Beni dan Vita yang sudah direncanakan jauh-jauh hari terancam bubar. Hal ini juga berimbas kepada anak kedua Irwan, Dina, ia pun terancam tidak dapat melanjutkan kuliahnya karena selama ini biaya kuliah dibantu oleh Beni.
Dalam keadaan yang serba sulit ini, Irwan dan anak-anaknya diperhadapkan kepada sebuah tantangan untuk tetap waras dan saling mendukung agar dapat bertahan hidup.
Dalam keadaan yang serba sulit ini, Irwan dan anak-anaknya diperhadapkan kepada sebuah tantangan untuk tetap waras dan saling mendukung agar dapat bertahan hidup.
Premis
Keluarga Irwan harus berjuang untuk bertahan hidup saat pandemi COVID 19 yang perlahan-lahan menghancurkan kehidupan keluarga ini.
Pengenalan Tokoh
Saat Pandemi Covid 19 terjadi, Irwan harus dipecat dari pekerjaanya karena tidak mau memalsukan laporan pajak perusahaannya. Pak Irwan akhirnya menjadi pengangguran. Namun ia berusaha untuk menanam sawi di taman depan rumahnya. Selain untuk makanan sehari-hari kadang ia pun menjual tanaman sawi itu.
Ibu Anita terkena Covid 19 sekembalinya ia pulang dari toko tanaman. Saat makan malam Ibu Anita merasa kondisi badannya kurang fit. Namun ia masih sempat bersenda gurau dengan Dina di kamar Dina. Ketika melihat Beni sedang menonton TV Ibu Anita jatuh pingsan. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Disitulah terakhir kali Pak Irwan, Beni dan Dina melihat Ibu Anita. Mereka pun hanya bisa menangis dan melihat Ibu Anita dikubur dari kejauhan.
Setelah itu ada kabar dari Beni bahwa ia di PHK karena pengurangan karyawan akibat dampak dari pandemi. Beni benar-benar terpuruk, karena selain ia yang membiayai kehidupan keluarga, pernikahannya dengan Vita terancam batal. Dina pun terkena imbasnya karena selama ini uang kuliah dan kos di tanggung oleh Beni. Dina tidak terima jika ia harus cuti kuliah. Beni semakin stress. Konflik pun tak terhindarkan. Pak Irwan berusaha untuk mencari jalan keluarnya .
Berharap tanaman sawi yang di tanam pak Irwan bisa membantu membiayai kehidupan keluarga. Tapi ternyata semua tanaman sawinya terkena hama. Pak Irwan, Beni dan Dina ada di ujung keputusasaan. Namun tekad dan semangat hidup Pak Irwan masih ada sehingga dia masih bisa tetap bertahan dan menguatkan anak-anaknya. Ia mencoba kembali menanam anggrek dari bibit anggrek yang pernah Ibu Anita beli sebelum ia meninggal. Dina pun mencoba tidak mengandalkan Beni. Ia berusaha melamar pekerjaan demi meneruskan kuliahnya. Beni meminta pengertian Vita supaya tetap bersabar agar pernikahan mereka bisa terwujud.
Ibu Anita terkena Covid 19 sekembalinya ia pulang dari toko tanaman. Saat makan malam Ibu Anita merasa kondisi badannya kurang fit. Namun ia masih sempat bersenda gurau dengan Dina di kamar Dina. Ketika melihat Beni sedang menonton TV Ibu Anita jatuh pingsan. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Disitulah terakhir kali Pak Irwan, Beni dan Dina melihat Ibu Anita. Mereka pun hanya bisa menangis dan melihat Ibu Anita dikubur dari kejauhan.
Setelah itu ada kabar dari Beni bahwa ia di PHK karena pengurangan karyawan akibat dampak dari pandemi. Beni benar-benar terpuruk, karena selain ia yang membiayai kehidupan keluarga, pernikahannya dengan Vita terancam batal. Dina pun terkena imbasnya karena selama ini uang kuliah dan kos di tanggung oleh Beni. Dina tidak terima jika ia harus cuti kuliah. Beni semakin stress. Konflik pun tak terhindarkan. Pak Irwan berusaha untuk mencari jalan keluarnya .
Berharap tanaman sawi yang di tanam pak Irwan bisa membantu membiayai kehidupan keluarga. Tapi ternyata semua tanaman sawinya terkena hama. Pak Irwan, Beni dan Dina ada di ujung keputusasaan. Namun tekad dan semangat hidup Pak Irwan masih ada sehingga dia masih bisa tetap bertahan dan menguatkan anak-anaknya. Ia mencoba kembali menanam anggrek dari bibit anggrek yang pernah Ibu Anita beli sebelum ia meninggal. Dina pun mencoba tidak mengandalkan Beni. Ia berusaha melamar pekerjaan demi meneruskan kuliahnya. Beni meminta pengertian Vita supaya tetap bersabar agar pernikahan mereka bisa terwujud.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Sutha Flashova
-
Bergabung sejak 2020-09-02
Telah diikuti oleh 6 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Novel
Arah Musim
Bentang Pustaka
Novel
TANGIS YANG TAK PERNAH PERGI
Herman Siem
Skrip Film
IKHLAS
Sutha Flashova
Novel
Ruang dan Batas
Sri Winarti
Novel
Senja di Pendakian Terakhir
Randy Satrya
Novel
Belenggu Masalalu
Dinar sen
Flash
Memotret Hujan
Rie Yanti
Novel
MEMORI BUNGA DAISY
trianpn_
Novel
Believe
lisa wijaya
Flash
Nyanyian Penyemangat Hidup
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Cerita Juju Pindah ke Rumah Besar
Yutanis
Novel
I Will Always...
Wildan Ravi
Flash
Cinta di Negeri 1001 Malam
annastasia
Flash
Tunggu Iklan
Reyan Bewinda
Novel
Jampi Penari
Anggoro Gunawan
Rekomendasi