Daun Emas
10. Bagian #10

106. INT. APARTEMEN CARLA - MALAM

Amira berada di luar apartemen carla berpamitan pada ali dan carla karena harus pulang ke Indonesia. Sebuah senyuman manis terlihat di wajah amira saat melihat ali.

AMIRA

Kak, ali, aku pulang dulu ya nanti kalian cepat pulang juga ya.

CARLA

Iya nanti kakak kesana.

AMIRA

Ali, sampai ketemu lagi. Kali ini kamu yang harus menemui aku ya.

Amira tersenyum menatap ali lalu pergi. Ali membalas senyumannya dengan tulus lalu melambaikan tangannya pada Amira yang telah memasuki taksi.

AMIRA

Aku pergi dulu ali.

ALI (V.O.)

Iya, semoga kamu sehat selalu.

Carla dan ali kemudian pergi masuk setelah mengantar kepulangan Amira.

107. INT. KAMPUS - KELAS - PAGI

Ali dan carla disibukan dengan pekerjaan mereka menjadi dosen di sana. Beberapa kali terlihat suasana hati ali sedang sangat bagus bagusnya.

ALI (V.O.)

Kapan aku bisa lebih bersamamu amira, baru saja kemarin bertemu aku sudah merindukanmu.

108. INT. APARTEMEN ALI - KAMAR - MALAM

Sebuah notifikasi di layar ponsel ali masuk begitu banyak. Ponselnya terus menerus berbunyi mendapatkan notifikasi pesan dan email masuk. Ali tidak menyadari hal itu karena telah tidur.

109. INT. APARTEMEN CARLA - KAMAR - CONTINUOUS

Beberapa notifikasi email juga masuk kedalam ponselnya carla. Semua pesan itu adalah pesan dari ibunya carla.

110. INT. APARTEMEN ALI - LATER

Carla mengetuk pintu apartemen ali sangat keras. Tak lama dari itu ali langsung membuka pintu apartemennya.

Wajah carla yang menangis dilihat oleh ali. Carla langsung memeluk ali erat.

CARLA

Kenapa ini bisa terjadi, aku nggak menyangka sama sekali.

ALI

Kenapa kak, ada apa.

CARLA

Amira li, amira.

ALI

Iya amira kenapa kak.

CARLA

Kecelakaan.

Carla menangis histeris memeluk ali. Ali hanya diam terkejut dengan apa yang dia dengar barusan.

111. INT. BANDARA - PAGI

Ali dan carla duduk di bangku pesawat yang sama. Carla masih sedih Dengan berita yang terjadi pada adiknya Amira hingga carla tertidur di bahu ali.

Carla dan ali berada di bandara menunggu penerbangan selanjutnya ke Indonesia. Terlihat wajah carla masih sedih hingga tatapannya kosong ke depan. Sedangkan ali hanya diam lalu melihat carla dan email yang dikirim hani ke ponselnya.

"Ali, kak Ali, kak amira kecelakaan saat pulang dari Bandara."

112. INT. PESAWAT - CONTINUOUS

Carla tertidur pulas di pundak ali. Ali hanya menatap layar ponselnya kembali melihat tulisan email lainya.

"Kak bagaimana ini kak, kak amira belum sadarkan diri di rumah sakit. Kumohon, kakak segera pulang. Ayah dan ibu juga sedang berada di rumah sakit bersama orang tua kak amira."

113. INT. RUMAH SAKIT - RUANG TUNGGU - CONTINUOUS

Ali dan carla tergesa gesa memasuki ruangan tunggu, terlihat kedua orang tua Carla dan ali sedang menunggu kehadiran mereka dengan cukup sedih.

Ayah dan ibu Carla langsung memeluk carla erat. Sedangkan ali langsung menghampiri kedua orangtuanya.

ALI

Pak, mah apa benar sampai saat ini amira belum sadarkan diri?

Kedua orang tua ali hanya mengangguk. Ali kemudian duduk di bangku yang ada di sana

CARLA

Mah, pah, apa amira akan baik baik saja.

IBU AMIRA

Entahlah nak, semoga saja baik baik saja.

CARLA

Hmm, semoga saja.

AYAH AMIRA

Kita berdoa saja, semoga.

114. INT. RUMAH SAKIT - RUANG TUNGGU - LATER

Carla dan ali seharian menunggu amira dengan sabar. Sedangkan kedua orang tua mereka telah pergi pulang ke rumah sebentar untuk mengambil beberapa hal untuk Carla dan ali yang ingin menunggu di ruangan itu.

ALI

Apa amira akan sadar kak?

CARLA

Semoga ali, semoga.

115. INT. RUMAH SAKIT - RUANG TUNGGU - CONTINUOUS

Tak lama kemudian ada dokter yang keluar dari ruangan amira. Dokter itu menghampiri carla dan ali dengan tatapan pasrah.

DOKTER

Kami sudah mencoba sebisa mungkin yang kami bisa, syukur saja amira bisa bertahan dari keadaan kritisnya.

CARLA

Jadi dok, apa kami bisa menemui amira?

DOKTER

Sebaiknya tidak dulu, saya mohon kalian jangan dulu mengunjungi amira saat ini.

ALI

Kenapa dok.

DOKTER

(Menghela nafas)

Amira hilang sebagian ingatan nya. Dari hasil saya mengobrol dengannya, ingatan amira saat ini adalah ingatan 3 tahun lalu.

CARLA

Berarti, dia tak ingat kejadian saat setelah wisuda?

DOKTER

Dia ingat samar samar, namun hal itu membebani otaknya. Sekarang amira sedang tidur, saya sarankan kalian pulang saja sekarang dan besok datang lagi.

Carla dan ali menggangguk, dokter itu pergi meninggalkan mereka.

116. INT. RUMAH SAKIT - RUANG AMIRA - PAGI

Carla dan ali menjenguk Amira yang ada di rumah sakit. Mereka berbincang pendek amira terkejut dengan carla yang datang bersama ali. Keluarga amira hanya diam dan membuat kebohongan lainya agar tidak membebani otak amira.

AMIRA

Lho, apa itu kak Carla. Kakak sungguh cantik ya.

Amira menatap ali, seketika ali hanya tersenyum melihat amira yang duduk di tempatnya.

AMIRA

Apa itu ali. Ali jadi pacar kakak, kapan jadiannya?

Carla dan ali bingung menanggapinya, seketika ayah amira langsung mengatakan.

AYAH AMIRA

Iya, mereka pacaran sebentar lagi mereka akan menikah kok, bagaimana menurutmu amira.

Ali menatap amira, amira melihat ali secara menyeluruh.

AMIRA

Kurasa kak carla tidak akan asal asalan memilih pria kan, lagi pula aku tahu ali orangnya seperti apa.

CARLA

(Gugup)

Iya kamu benar, hemm benar.

Ali hanya tersenyum canggung lalu menarik carla keluar kamar yang digunakan amira.

117. EXT. HALAMAN RUMAH SAKIT - CONTINUOUS

Ali membawa carla Keluar ruangan, ali membawanya duduk di kursi yang ada di sana. Mereka berdua tampak bingung dengan apa yang terjadi tadi.

ALI

Kak, kok bisa jadi gini. Kenapa ayahmu bilang gitu.

CARLA

Ya mana kutahu li, mungkin saja ayah nggak mau membebankan pikiran amira dulu untuk saat ini.

ALI

Jadi harus gimana?

CARLA

Mau diterusin kebohongan ini?

ALI

Maksudnya, kita akan nikah gitu. Kak apa mungkin itu terjadi.

Carla menatap ali serius.

CARLA

Itu mungkin, tak ada yang Tak mungkin di Dunia ini li. Aku yakin kamu yang lebih tahu hal itu.

ALI

Iya tapi aku nggak bisa.

CARLA

Nggak bisa kenapa li, kenapa. Apa kamu akan terus menghindari dari adikku bukankah kamu mencintainya.

ALI

Iya aku tahu itu tapi kan.

CARLA

Stop, cukup. Gak bakal selesai selesai.

ALI

Biar kutanya dulu, apa kakak mau hal itu terjadi, bisa saja cara itu berdampak buruk pada amira nantinya.

CARLA

Ingatannya hilang 3 tahun li, dia perlu waktu. Ini bukan cerita film yang dengan ajaibnya Amira memiliki ingatannya kembali.

ALI

Entahlah kak, sepertinya ini salah.

Carla menatap tajam ali.

CARLA

Nggak ada yang salah li, kita disini berusaha mencoba yang terbaik. Aku tidak ingin dia kehilangan ingatannya li, terlebih ingatan amira setelah memeluk agama mu, dia saat itu lebih bisa aku anggap sebagai motivasiku dan alasanku untuk berubah juga.

ALI

Jadi kita harus gimana, nikah?

Carla menatap ali lalu tersenyum

CARLA

Aku akan menjadi tanah untukmu, karena kamu itu daun yang berharga bagi adikku.

ALI

Aku sudah gugur beberapa kali, merelakan seseorang yang aku cintai, saat aku dipilih olehnya aku merasa bahagia, tapi apa sekarang aku juga harus tertiup oleh angin yang namanya ingatan kak? Dan jauh darinya kali ini.

Carla hanya diam menanggapinya.

ALI

Apakah Seperti itu kak, apa takdirku memang harus jadi seperti ini.

CARLA

Saat daun jatuh di tanah, kau tahu kan mereka akan bersatu membuat alam lebih hidup. Walaupun tak ada yang tahu apa yang saat ini terjadi.

Ali mengangguk.

CARLA

Kita juga sama li, nggak berbeda. Ku harap kamu mengerti.

ALI

Jadi kapan kita akan menikah.

CARLA

Terserah, secepatnya saja. Tapi li ada satu hal yang harus ku katakan padamu.

Ali menatap carla.

CARLA

Cintai aku sama halnya kamu mencintai adikku, karna aku juga mencintaimu sama halnya adikku mencintaimu.

ALI

(Mengehela nafas)

Haah ... Kenapa jadi gini.
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar