Daun Emas
8. Bagian #8

73. INT. RUMAH AMIRA - KAMAR - PAGI

Amira melihat ponselnya. Satu foto telah dia terima di ponselnya, saat membuka foto itu Amira tertawa.

AMIRA

Hehe kakak kamu kok memaksa Ali foto seperti itu sih kan jadi ...

Amira kemudian diam.

AMIRA

Enak ya bisa ngabisin waktu dengannya disana.

Amira mematikan ponselnya.

AMIRA (V.O.)

Aku ingin selalu bersama dengannya. Apa jarak memang sesakit ini. Kenapa aku tidak mengatakannya.

74. INT./EXT. TAMAN KOTA - PAGI

Beberapa kali pohon terguncang oleh angin kuat. Beberapa daun yang ada di pohon itu jatuh dan gugur.

Lalu lalang kota tetap sama di negri manapun. Ali tengah mengajar di ruang kelasnya. Beberapa lembar buku telah ia buka.

Satu taun berlalu.

75. INT. KAMPUS - KELAS - SORE

Ali telah selesai mengajar. Tak lama dari itu ada sebuah postingan yang muncul di Instagram ali. Sebuah pemberitahuan pernikahan zidan dan Anisa.

ALI

Jadi mereka akan menikah besok ya ...

Ali hanya diam melihat layar ponselnya. Satu mahasiswi Bertanya padanya.

Bahasa Korea.

MAHASISWI

Pak mari.

ALI

Iya silahkan kalian duluan.

Ali kemudian mematikan ponselnya lalu pergi meninggalkan ruangan kelas. Namun tak lama dari itu ada postingan yang masuk.

Ali membaca postingan yang baru dia terima.

ALI (V.O.)

Ternyata aku di undang ya ...

76. INT./EXT. BANDARA - MALAM

Ali tengah menunggu jadwal penerbangannya ke Indonesia. Di tengah tengah banyak orang, ali hanya termenung melihat undangan pernikahan anisa.

77. INT./EXT. TERMINAL BUS - MALAM

Ali memasuki bus dan langsung duduk di kursi yang disediakan. Di tengah perjalanan ali memutuskan untuk tidur.

78. INT./EXT. TERMINAL BUS - PAGI

Ali turun dari bus lalu sarapan bubur dari pedagang kaki lima yang ada di sana.

ALI (V.O.)

Sepertinya aku akan melewatkan akad nikahnya.

Perjalan ali kemudian di lanjutkan menggunakan taksi yang ada.

Sepanjang perjalanan ali hanya memainkan ponselnya dan sering kali melihat jam tangannya.

79. INT. RESEPSI PERNIKAHAN - SIANG

Ali memasuki area tempat pernikahan. Ia mengisi daftar undangan lalu masuk ke tempat pernikahan. Hal yang pertama Ali lihat adalah kedua mempelai yang ada di depan sana.

Ali berjalan sambil menyiapkan amplop miliknya menjabat tangan zidan.

ZIDAN

Ali kamu ali kan.

ALI

Iya ini aku Muhammad Ali. Terakhir kali bertemu waktu wisuda ya. Kok nikah nggak ngasih tahu.

ZIDAN

Ngasih tahu kok, buktinya kan kamu datang.

ALI

Ya gitulah, semoga rumahtangganya barokah ya.

ZIDAN

Kapan nikah li.

ALI

(Tertawa)

Entahlah, calonnya belum ada.

Ali kemudian berjalan dan melihat anisa perasaannya ditahan sebisanya. Anisa hanya tersenyum melihat ali

ALI

Selamat ya impianmu tercapai anisa ...

ANISA

Iya terimakasih, kerjanya lancar li?

ALI

Alhamdulillah ...

ANISA

Lain kali cerita ya, kehidupanmu di sana.

Ali diam sebentar.

ALI

Iya ingsya Allah, kalau gitu aku pulang dulu. Semoga rumahtangganya diberikan kelancaran.

ANISA

Terimakasih ali, Kalau gitu aku tunggu ceritamu ya

ALI

Hmm, iya ...

Ali pergi meninggalkan tempat itu. Anisa hanya melihat ali dan di sibukkan kembali dengan tamu yang datang.

80. INT. RUMAH ALI - SORE

Ali mengunjungi rumahnya lalu mencari kedua orangtuanya. Tak lama dari itu ali melihat ayah dan ibunya sedang menonton televisi di ruang tengah.

ALI

Assalamualaikum.

Ali kemudian berjalan menghampiri mereka.

IBU ALI

Waalaikumsalam.

AYAH ALI

Waalaikumsalam.

Ibu dan ayah ali memeluk hangat kedatangan putra mereka. Tak lama dari itu Hani pulang ke rumah.

HANI

Kakak, kak baru pulang?

Ali menoleh kebelakang lalu adiknya memeluk ali.

ALI

Iya, gimana kamu sehat. maaf ya nggak sering pulang ke rumah.

HANI

Kenapa baru pulang sekarang, tahu gak mamah sama bapak kangen loh.

ALI

Hmm aku tahu itu, maaf ya tapi kamu kuliahnya lancar kan.

HANI

Iya hanya tinggal wisuda.

Saat Hani ingin melepaskan pelukannya isak tangis ali mulai terdengar seisih ruangan. Hani mulai memeluk erat kakaknya.

HANI

Jadi kakak nggak bisa melupakannya ya, apa sesakit itu.

ALI

Maaf, maaf ...

HANI

Nggak papa, lepasin saja, juga kakak tak perlu minta maaf seperti itu.

ALI

Maaf.

HANI

Sudahlah kak, jangan nangis kesannya jadi cengeng kan.

Hani mulai meneteskan air matanya.

ALI

Hmm, maaf ...

81. INT. RUMAH ALI - LATER

Hani memegang ponselnya. Membuka chatingnya dengan Amira. Beberapa percakapan mereka yang panjang terlihat sedikit akrab. Dengan cepat Hani menelpon amira.

HANI

Kak, assalamualaikum.

AMIRA (O.S.)

Waalaikumsalam, iya ada apa nelpon Hani.

HANI

Itu kak, kak Ali kayaknya habis ke acara pernikahan kak anisa.

AMIRA (O.S.)

Tunggu ali pulang, kok aku nggak tahu.

HANI

Iya kak ali pulang.

AMIRA (O.S.)

Aku kesana sekarang.

HANI

(Terkejut)

Iya kak, eh tunggu apa.

Amira menutup telponnya. Hani hanya terdiam mendengar perkataannya.

HANI (V.O.)

Kak Amira bener benar ya. yah kurasa mereka cocok.

82. INT. RUMAH ALI - MALAM

Amira tengah malam mengetuk rumah ali. Ayah ali yang mendengarnya langsung membuka pintu dan membiarkan Amira masuk ke rumah.

AMIRA

(Mengetuk pintu)

Pak assalamualaikum.

AYAH ALI

Iya tunggu sebentar siapa.

AMIRA

Ini Amira pak.

AYAH ALI

Oh Amira, tunggu sebentar.

Ayah Amira membuka pintu rumah, Terlihat amira kini telah menjadi muslimah yang cantik dengan kerudung coklat dan baju gamis panjang.

AYAH ALI

Kenapa malam malam ke sini nak, ada apa.

AMIRA

Katanya ali pulang ya.

AYAH ALI

Iya tadi sore tadi. Masuk kedalam nak, di luar dingin.

AMIRA

Iya pak terimakasih.

83. INT. RUMAH ALI - RUANG TAMU - CONTINUOUS

Ayah ali dan amira mengobrol di ruang tamu. Tak lama dari itu ibu ali yang terbangun dari tidurnya menghampiri mereka dan ikut ngobrol.

AYAH ALI

Duduk dimana saja ya, anggap rumah sendiri.

AMIRA

Iya pak terimakasih, saya selalu mengaggap nya begitu.

AYAH ALI

(Tertawa)

Haha tak kusangka kamu seserius ini nak. Kini bapak yakin kurasa kamu memang ingin bersamanya.

AMIRA

Iya, awalnya memang begitu. Beberapa tahun saya belajar agama kini saya paham kenapa Ali selalu menyimpan perasaannya dalam doa doanya. Lalu merahasiakan perasaannya pada anisa.

AYAH ALI

Hmm begitu ya, syukurlah kalau begitu. Apa itu yang membuatmu mencintainya.

AMIRA

Iya sikapnya terhadap perempuan yang dia cintai membuatku takjub sendiri. Tidak kusangka ali memiliki hati sebesar itu. Sebenarnya berapa banyak doa yang dipanjatkan olehnya. Lalu, apakah aku juga akan dia cintai sebesar itu jika aku menjadi istrinya kelak.

Ibu ali kemudian datang menemui amira dan ayah ali dengan terheran heran.

IBU ALI

Lho, ada amira ya ada apa nak malam malam.

AMIRA

Saya ingin ketemu ali. Setidaknya bila ali sedang tidur, saya ingin menitip pesan bu.

IBU ALI

Pesan seperti apa nak.

AMIRA

Saya menyukai putra ibu Ali. Saya ingin ali menjadi suami saya.

IBU ALI

(Tersenyum)

Hehe begitu ya, selain kamu dulu sering main sama Hani kamu juga suka dengan ali ya.

Amira mengangguk

IBU ALI

Soal itu, kamu yang bilang sama ali ya. Ibu bukan menolak, hanya saja bila kamu mengatakannya secara langsung pada ali itu akan berkesan padanya.

AMIRA

Begitu ya.

IBU ALI

Iya, soalnya ibu pernah bertanya kepadanya tentang perempuan seperti apa yang dia sukai saat sebelum pergi mengajar di korea. Jawabnya cukup membuat ibu terkejut.

AMIRA

Seperti apa bu perempuan yang ia sukai.

IBU ALI

Seperti kamu nak.

Amira Merona tidak bisa berkata saking senangnya.

84. INT. RUMAH ALI - RUANG KELUARGA - SORE

Sebelum berangkat ke Korea. Ali berbincang dengan ibunya. Mereka duduk berhadapan di sofa yang ada di sana.

IBU ALI

Hati hati di jalan nak jaga kesehatan dan solatmu di sana.

ALI

Iya bu, ali mengerti.

IBU ALI

Nak apa di sana kamu akan menemukan perempuan yang akan jadi istrimu.

Ali terdiam lalu tertawa sejenak.

ALI

Entahlah Bu, jodoh siapa yang tahu. Tapi bilamana memang jodohku di sana maka aku harus berusaha membimbingnya kelak.

IBU ALI

Kalau ibu menjodohkanmu nak apa kau akan menerimanya.

ALI

Aku akan menerimanya.

IBU ALI

Kira kira seperti apa nak perempuan yang kamu suka, ibu belum pernah kamu pacaran sekalipun.

Ali Hanya diam.

ALI

Perempuan yang benar benar menyukaiku hingga dia berani menyatakan perasaannya padaku. Aku suka perempuan yang seperti itu ...

85. INT. RUMAH ALI - RUANG TAMU - MALAM

Amira tersenyum mendengar perkataan ibu ali. Amira kemudian berdiri dan meminta pamit pulang namun oleh kedua orang tua ali tidak diizinkan.

AMIRA

Kalau begitu bu, amira pamit ya besok datang lagi.

IBU ALI

Menginap dulu nak, kamu bisa tidur sama Hani. Ini udah terlalu malam.

AYAH ALI

Udah nurut aja toh nanti juga kamu bakal sering tidur di rumah ini.

AMIRA

Jadi saya direstui pak.

Ayah ali mengangguk lalu pergi ke kamarnya.

AYAH ALI

Mah, bapak duluan ya assalamualaikum.

Ibu ali dan amira menjawab salamnya

IBU ALI

Waalaikumsalam.

AMIRA

Waalaikumsalam.

86. INT. RUMAH ALI - RUANG KELUARGA - SUBUH

Ali bersiap siap berangkat kembali ke Korea. Sebelum Ali berangkat ali meninggalkan sebuah surat di sebuah meja.

ALI

Aku berangkat lagi mah, pak, maaf tiba tiba aku pergi kembali Assalamualaikum ...

87. INT. RUMAH ALI - RUANG KELUARGA - LATER

Ayah ali yang hendak berangkat ke masjid solat berjamaah melihat ada sebuah surat di meja. Ayah ali mengambil surat itu lalu membacanya.

"Pak, mah maaf ali tidak bisa lama tinggal di sini. Ali pergi mengajar kembali, titip salam pada Hani juga mohon doanya mah, pak"

AYAH ALI

Haaah, anak itu. Apa tidak bisa libur sehari saja.

Ayah ali memanggil ibu ali

AYAH ALI

Mah sini mah.

IBU ALI (O.S.)

Iya ada apa.

Ibu ali kemudian menghampiri suaminya. Tak lama dari itu Hani dan amira juga datang menghampiri mereka.

HANI

Ada apa mah pak.

Ayah ali memperlihatkan surat itu pada istrinya. Tak lama dari itu ayah ali pergi meninggalkan ruangan.

AYAH ALI

Coba mah lihat surat itu. Bapak mau ke masjid dulu assalamualaikum.

Mereka bertiga menjawab salam dari ayah ali. Sambil menjawab salam ibu ali membaca surat itu setelahnya menatap amira.

IBU ALI

Ali sudah ke korea lagi, maaf ya nak padahal ibu ingin ali mengobrol denganmu.

AMIRA

Tidak apa apa bu. Saya sudah senang ibu menerima saya.

Ibu ali langsung memeluk amira cukup erat. Hani yang ada di sana hanya melihat amira dan ibunya dengan tersenyum.

88. INT. RUMAH AMIRA - KAMAR - PAGI

Amira duduk di kasurnya lalu membuka ponsel miliknya. Amira hendak menelpon ibunya namun tidak di angkat. Tanpa berpikir panjang amira kemudian mengirim email kepada Carla kakaknya.

Sebuah tulisan terlihat di ponsel amira.

"Kak alamat kakak di korea dimana aku mau ke sana, ada hal penting tolong bantu ya."

89. INT. APARTEMEN CARLA - CONTINUOUS

Carla yang sedang menonton TV karena hari libur melihat dan membaca notifikasi email yang masuk di ponselnya.

CARLA

Tumben ini anak ngirim email.

Carla hanya tersenyum melihat pesan yang diterimanya. Seketika carla Langsung mengetik balasan email adiknya.

90. INT. RUMAH AMIRA - KAMAR - CONTINUOUS

Amira menunggu balasan email merasa bahagia mendapatkan balasan dari kakaknya. Sebuah notifikasi berbunyi dan masuk di ponselnya.

Seketika amira langsung bersiap siap Menyiapkan segala sesuatu untuk pergi ke sana.



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar