Daun Emas
4. Bagian #4

28. INT. KAMPUS - LUAR KELAS - LATER

Ali sontak terkejut dan kebingungan dengan perkataan anisa. Namun saat melihat ali yang terkejut anisa hanya tertawa dan tersenyum di depannya.

ANISA

(Tertawa)

Kamu serius amat ali.

Salsa dan fajar mulai memanggil anisa dan ali untuk segera masuk ke kelas.

SALSA

(Teriak)

Anisa cepat sini. Coba liat MV mereka bagus loh.

FAJAR

(Berteriak)

Li. Woi, Muhamad ali.

ANISA

Ya bentar.

Anisa berjalan masuk duluan meninggalkan ali. Seketika fajar menghampiri ali dan menepuk pundaknya.

FAJAR

(Merangkul ali)

Napa malah bengong li. Nggak nyadar tadi udah gua Panggil panggil?

Ali hanya diam dan tersenyum.

ALI

Sory jar nggak sadar.

FAJAR

(Menghela nafas )

Hah, kau itu ya ...

29. INT. KAMPUS - KELAS - CONTINUOUS

Ali masih terdiam dengan kata kata Anisa. Terlihat ali tengah duduk di bangkunya memikirkan kata kata dari Anisa.

ALI(V.O.)

Kata kata itu. Apa dia tahu aku menyukainya?

Ali melihat kepada anisa. Sekilas terlihat anisa sedang mengobrol dengan salsa.

Saat ali melihat ke arah anisa, anisa langsung melihat ke arah ali dan tersenyum seperti biasanya.

ALI (V.O.)

(Menghindari tatapan anisa)

Kenapa sih senyumannya bisa seperti itu ...

Ali langsung memegang dan memainkan ponselnya.

Masih memikirkan Anisa. Ali teringat kembali pada gadis di mimpinya.

ALI (V.O.)

Kenapa aku nggak bisa melupakannya ...

30. INT. RUMAH ALI - KAMAR - MALAM

Layar ponsel berisi chat Anisa tengah ali pandangi. Ali masih memikirkan perkataan anisa tadi pagi di depan pintu kelas.

ANISA (V.O)

Cuma padaku kamu bersikap seperti itu. Jadi ali, sebenarnya kenapa?

Tangannya ali langsung mengetik sebuah pesan sesuai pikiran hatinya.

"Anisa, maksud kata kata tadi pagi itu apa ..."

31. INT./EXT. PESANTREN - ASRAMA - CONTINUOUS

Anisa yang tengah berjalan masuk ke asrama seketika menghentikan langkahnya setelah mendengar suara ponselnya.

Anisa membuka ponsel miliknya dan melihat pesan dari ali. Tanpa pikir panjang anisa langsung menjawabnya pesannya.

"Bukan apa-apa ali. Hanya bercanda kok, kamu tuh mirip adik laki-lakiku tahu."

Pesan yang lainnya anisa kirimkan kembali.

"Soalnya, seru juga bisa ngerjain km kelas kek gitu hehe.”

32. INT. RUMAH ALI - KAMAR - CONTINUOUS

Ali hanya diam melihat caht itu. Dia tersenyum kecil lalu membuat balasan caht agar suasana seolah olah tak terjadi apa-apa.

"Haha gitu ya, emang mirip banget ya sama adikmu itu?”

33. INT./EXT. PESANTREN - ASRAMA - CONTINUOUS

Anisa tersenyum, lalu duduk di kasur miliknya dan membalas chat ali.

"Mirip banget. Semua sifat dalam dirimu itu sama dengan adikku, humoris, tapi dinginnya enggak yak."

Pesan yang lainya anisa telah ia kirimkan pada ali.

"Tapi aku suka memiliki teman sepertimu, orang yang cukup asik buat di ajak ngobrol."

Tak lama dari itu, Anisa tersenyum. KIRANI (19) yang melihat anisa tersenyum langsung mengerjainya.

KIRANI

(Tertawa)

Tumben senyumnya kek gitu, lagi ngobrol sama yang terkasih ya haha.

ANISA

Bukan kok, hanya seorang km.

KIRANI

Gitu ya, km yang spesial di hatimu. ahah asik tuh.

Anisa ikut tertawa mendengarnya. Beberapa menit suasana antar anisa dan Kirani hening seketika.

KIRANI

Tapi nisa, kamu harus ingat masa lalu mu itu. Terkadang semua laki-laki itu sama. Jangan lupakan masa lalu mu itu, terkadang berhati hati itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

Anisa terdiam sejenak sambil mematikan ponselnya.

ANISA

Hmm. Aku tahu itu lebih dari siapapun. Aku lebih mengerti dari siapapun.

KIRANI

Hmm, baguslah.

ANISA

Terimakasih.

34. INT. RUMAH ALI - KAMAR - CONTINUOUS

Ali termenung melihat jawaban anisa tentang dirinya. Ali merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu memejamkan matanya.

ALI

Ternyata, aku hanya seperti adik di matanya.

35. EXT. NAMI ISLAND - TAMAN - MALAM

Seorang gadis yang sama tengah berdiri di depan ali. Gadis itu membelakangi ali.

Sontak ali mulai memperhatikan sekitarnya lalu melihat ke arahnya.

ALI

Ini dimana, lalu kamu siapa ...

Ali mulai berjalan menghampirinya namun langkah kakinya Seolah olah tak sampai menuju tempat gadis itu berada.

ALI

Aku mohon bicaralah padaku jangan diam aku mohon.

Ali mulai berlari ke tempat gadis itu berdiri.

ALI

Anisa, tunggu. kumohon katakanlah sesuatu.

Angin besar mulai menerbangkan daun daun di taman itu, pandangan ali tertutup oleh banyaknya daun yang berterbangan.

Seketika gadis itu menghilang di depan sana namun suaranya kini terdengar oleh ali

AMIRA (O.S.)

Nanti kamu akan tahu sendiri setiap ucapanku, jangan lupa hal kecil yang aku katakan pertama kali ...

36. INT. KAMPUS - KELAS - SIANG

Ali tengah memperhatikan dosen menerangkan materi. Waktu telah berjalan semakin cepat.

Kini semester baru telah dimulai. Perasaan ali terhadap anisa masih sama. Terlihat ali tengah duduk termenung memikirkan setiap perkataan anisa dan perempuan di mimpinya itu.

ANISA (V.O)

Cuma padaku kamu bersikap seperti itu. Jadi ali, sebenarnya kenapa?

AMIRA (V.O.)

Nanti kamu akan tahu sendiri setiap ucapanku, jangan lupa hal kecil yang aku katakan pertama kali ...

37. EXT. RUMAH ALI - TERAS RUMAH - SORE

Ali tengah duduk di teras rumahnya memainkan ponselnya. Tak lama dari itu ibu ali meminta ali mengangkat jemuran. Di saat yang sama ponsel ali seketika di meja berdering cukup nyaring.

IBU ALI (O.S.)

Ali tolong angkat jemuran ya.

ALI

Ya mah.

Ali mendengar suara ponselnya, lalu berjalan sambil membawa jemuran yang sudah di angkat.

Terlihat dalam layar ponsel ali nama PAK AHMAD KAPRODI (38) menelpon ali.

ALI

Pak Ahmad nelpon ...

Ali mengangkat telpon nya.

ALI

Halo pak, assalamualaikum. Ada apa ya?

PAK AHMAD (O.S.)

Waalaikumsalam. Ali, anisa di kelas A pindah ke prodi IPS.

Ali terkejut mendengarnya.

ALI

Anisa pak. Kenapa bisa pindah, apa ada masalah?

PAK AHMAD (O.S.)

Nggak ada li, cuman masalah keluarga.

ALI

Begitu ya.

PAK AHMAD (O.S.)

Ya, pokoknya kalau dosen di kelas nanti bertanya kamu jawab saja seperti itu ya.

ALI

Ya pak baik.

Ali masih tertegun mengetahui hal itu. Hingga tak sadar telah menutup telponnya.

38. INT. KAMPUS - KELAS - PAGI

Di kelas ali terlihat sedang melamun memikirkan perkataan pak ahmad kemarin. Fajar yang melihat ali terus melamun menepuk pundaknya lalu duduk do dekatnya.

FAJAR

Li, diliat liat dari tadi kayak ngelamun terus. Mikirin apa li nggak biasanya lu itu kayak gini.

ALI

Gitu ya, perasaan nggak berbeda kok.

FAJAR

Mungkin gitu, tapi beda.

Ali hanya diam.

FAJAR

Eh li kita sekelompok kan.

ALI

(Sambil tertawa)

Iya gitu, perasaan nggak.

FAJAR

Lu ngajak brantem ya.

ALI

Nggak lah.

39. INT. RUMAH ALI - KAMAR - SORE

Ali duduk di kamarnya. Memandangi ponselnya di mejanya. Ali hendak mengambil ponselnya namun mengurungkan niatnya.

ALI (V.O.)

Apa nggak papa aku meneleponnya.

Ali diam sebentar lalu mengambil ponselnya sambil menghembuskan nafas kemudian menelpon anisa.

ALI

Halo anisa assalamualaikum.

ANISA (O.S.)

Waalaikumsalam, ada apa ali?

ALI

Apa benar kamu pindah ke IPS.

ANISA (O.S.)

Iya li itu benar.

Ali hanya diam mendengarkan.

ANISA (O.S.)

Aku nggak bisa menentang keputusan kedua orangtuaku. Untuk tetap bertahan. Maaf ...

ALI

Hmm nggak papa, nggak perlu meminta maaf juga ...

ANISA (O.S)

Iya li, terimakasih.

Ali menghembuskan nafas kembali lalu tersenyum kecil.

40. EXT. PESANTREN - CONTINUOUS

Anisa hanya termenung diam setelah mengobrol dengan ali. Saat mendengar hembusan nafas ali, anisa kemudian tersenyum.

ALI (O.S.)

Hah ... Jadi gimana ya.

ANISA

(Tersenyum)

Ya gitu hehe.

ALI (O.S.)

Haha udah dulu ya.

ANISA

Iya ali.


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar