Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Mengenal 'Capacocha', Ritual Kejam yang Korbankan Banyak Anak Suku Inca

Mengenal 039Capacocha039 Ritual Kejam yang Korbankan Banyak Anak Suku Inca

INDOZONE.ID - Capacocha adalah upacara ritual suku Inca yang mengorbankan beberapa orang anak sebagai bentuk persembahan dewa. Ritual ini dipilih secara cermat dari seluruh wilayah Kerajaan Inca.

Sang anak yang dikorbankan mendapat berbagai perlakuan keji. Mulai dari dibius sampai tak pernah lagi sadarkan diri, hingga sengaja dibiarkan kedinginan sampai meninggal dunia.

Bahkan, terdapat bukti bahwa beberapa anak meregang nyawa akibat cekikan di leher. Tak sampai di situ saja, banyak anak yang mengalami sesak napas usai dikubur hidup-hidup.

Baca Juga: Praktik Persembahan Anak-anak untuk Disambar Petir di Suku Inca

Lebih parahnya lagi, ada seorang anak yang dibiarkan tersambar petir hanya untuk dijadikan persembahan dewa. Mereka percaya jika sang anak tersambar petir, maka dewa akan senang dan menyukainya.

Selain itu, masyarakat setempat pun percaya bahwa dengan digelarnya ritual Capacocha, akan dapat mencegah timbulnya bencana alam.

Proses Seleksi Ritual Kejam 'Capacocha'

suku inca terkenal akan ritual kejam pengurbanan anakRitual Kejam Capacocha di Inca. (Publimetro)

Dalam proses penyeleksiannya, ritual 'Capacocha' memiliki sedikit kemiripan dengan film The Hunger Games.

Disebutkan bahwa anak-anak dari kedua jenis kelamin diberikan kepada negara sebagai bentuk penghargaan oleh komunitas lokal setiap tahunnya.

Anak laki-laki dipilih saat memasuki usia sebelum puber, yakni tidak lebih dari 10 tahun. Sementara untuk anak perempuan, dipilih dengan batas usia 16 tahun. Dengan syarat, masih perawan.

Proses penyeleksian untuk anak laki-laki dan perempuan sedikit berbeda. Begitu terpilih, anak laki-laki akan langsung dikirim ke ibu kota Inca, Cuzco.

Sedangkan untuk perempuan, akan dikirim terlebih dahulu ke 'Aqilla Wasi' atau 'Rumah Wanita Pilihan' untuk menemui Mama-Kuna', yaitu sekelompok ibu pemimpin yang mirip dengan biarawati.

Sang anak yang terpilih pun harus sempurna. Tidak boleh ada bekas luka ataupun hanya sekadar bintik-bintik.

Baca Juga: Sebelum Dikurbankan kepada Dewa, Mumi Juanita Diberi Makan Mewah dan Minuman Beralkohol

Festival Capacocha di Cuzco

Atas perintah Dewa Kekaisaran Inca, ritual Capacocha pun dilakukan.

Dimulai dengan memutuskan kuil mana yang akan mendapatkan persembahan. Disebutkan bahwa kuil akan mendapat jumlah persembahan yang bervariasi dengan kualitas berbeda.

Sepanjang ritual di Cuzco berlangsung, anak-anak yang terpilih pun dirawat dengan baik. Selain mengenakan perhiasan kerajaan, mereka juga dimanjakan dan diberi makan dengan baik.

Sebab, dalam tradisi ini, sangat penting bagi anak-anak untuk dapat membuat sang dewa dalam keadaan bahagia.

Setelah itu, anak-anak pun dipasangkan. Perempuan dan laki-laki akan disuruh untuk mengenakan pakaian kerajaan yang bagus.

Mereka kemudian diarak mengelilingi patung Sang Pencipta; Dewa Matahari, Dewa Bulan, dan Dewa Petir.

Lalu pada akhir prosesi ritual ini, para pendeta membagi anak-anak dan korban lainnya menjadi empat bagian kelompok.

Bukti Sejarah Capacocha

Arkeolog telah menemukan bukti bahwa ada beberapa korban yang dikubur di kuil Inca. Namun, ada sedikit perbedaan dengan catatan sejarah milik penulis Molina.

Penulis sejarah tersebut mengatakan ada sebanyak ribuan orang yang dikorbankan. Tapi sejauh ini hanya segelintir korban saja yang baru ditemukan selama penggalian arkeologi.

Namun, beberapa pihak setuju mengenai kemungkinan mereka akan menemukan lebih banyak mayat saat proses penggalian dilanjutkan.

Penulis: Antika Fahira

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar