Kecanduan Anime? Coba Lihat Tanda-Tandanya

Kecanduan Anime  Coba Lihat Tanda-Tandanya - I D Pran sekali,nonton,anime,pasti,pingin,nambah
Sekali nonton anime, pasti pingin nambah.
Anime memang menjadi hiburan yang cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Hal ini karena selain memiliki premis cerita yang selalu menarik, grafisnya pun sangat memanjakan mata. Apalagi dengan suguhan gambar-gambar para karakter yang menawan, sampai-sampai kamu sering mengaku-aku bahwa para karakter tersebut merupakan waifu/husbando. Inilah mengapa risiko seseorang kecanduan anime sangatlah besar. Bahkan mungkin kamu termasuk salah satu pecandu anime.

Oleh sebab itu, bagaimana kalau kita mengenali tanda-tandanya?

1. Selalu Ingin Nambah Episode Tiap Satu Episode Baru Selesai
Selalu Ingin Nambah Episode Tiap Satu Episode Baru Selesai
http://neurogadget.net
Satu episode selesai dan kamu akan bilang "please satu episode lagi.”

Disuruh mandi sama ibu, kamu pun bilang "satu episode lagi.”

Akan mengerjakan pr, kamu juga bilang "satu episode lagi, ah.”

Bahkan akan berangkat ke kantor, kamu membatin dalam hati "satu episode lagi, deh.”

Akibatnya, banyak pekerjaan terbengkalai dan hal tersebut tentu berpengaruh buruk pada kehidupanmu. Apabila sudah dalam tahap ini, sebaiknya kamu membuat jadwal khusus kapan harus menonton anime dan kapan harus mengerjakan tugas.


2. Download Semua Soundtrack
Download Semua Soundtrack
i.pinimg.com
Apabila sudah kecanduan anime, kamu pun selalu berusaha mencari original sountrack dari anime yang baru kamu tonton. Meskipun ini bukan dampak yang buruk, tapi hal ini merupakan ciri-ciri kamu sudah mulai kecanduan.


3. Mengenali Suara Tiap Seiyuu/Dubber
Mengenali Suara Tiap Seiyuu Dubber
http://akibanation.com
Terlalu banyak menonton anime, kamu bahkan sampai hafal siapa saja seiyuu dari tiap karakter. Bahkan ketika menonton anime baru, kamu sudah bisa menebak suara siapakah gerangan? Kemampuan seperti ini tentu hanya bisa dimiliki oleh mereka yang sudah terbiasa.


4. Tanpa Sadar Mencampur Adukkan Bahasa Anime di Kehidupan Sehari-Hari
Tanpa Sadar Mencampur Adukkan Bahasa Anime di Kehidupan Sehari-Hari
ciddypoo.files.wordpress.com

Telinga yang terlalu banyak mendengar bahasa Jepang membuatmu tanpa sadar mengerti beberapa kalimat meskipun sebelumnya tak pernah belajar bahasa Jepang. Lalu saat bicara dengan orang lain pun kamu jadi tanpa sadar ikut-ikutan cara bicara anime yang pernah kamu tonton. Misalnya, saat dipanggil seseorang, kamu reflek menyahut, "Nani? Naze? Doushite?”

5. Membeli Pakaian Bergambar Anime
Membeli Pakaian Bergambar Anime
http://indonesiaindonesia.com
Tergila-gila pada anime membuatmu bahkan sampai rela membeli kaos bergambar anime yang harganya bahkan lebih mahal dari kaos biasa. Bahkan mungkin jika di pasar ada pakaian bergambar anime, kamu akan langsung membelinya tanpa berpikir dua kali.


6. Selalu Mencari Anime Baru Tiap Harinya
Selalu Mencari Anime Baru Tiap Harinya
http://img15.hostingpics.net
24 jam dalam sehari hanya kamu gunakan untuk mencari anime terbaru. Hidup tanpa anime seperti ada yang kurang, hampa.

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 9 bulan lalu
1
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
Top Anime Berisikan Kumpulan Cewek-Cewek Seksi, Anak Kecil Jangan Nonton!
Bukan Jinchuuriki tetapi Para Ninja Ini Bisa Mengendalikan Bijuu
Menderita Sejak Kecil dan Hidup Penuh Perjuangan! Berikut Sifat-sifat Naruto yang Patut Diteladani
Sugoi! Ini Loh 5 Jurus dengan Elemen Petir Paling Kuat di Naruto, Chidori Nomer Berapa?
Mobile Legends Populer, Ada Alasan Rahasia di Baliknya
Pedang-pedang dalam Anime Ini Dinilai Paling Kuat dan Legendaris
Rekomendasi Anime Idol dan Musik yang Akan Tayang Summer 2019
Pelajaran Berharga Dari Film Kartun Spongebob Squarepants
Jangan Remehkan Para Tokoh Anime Ini. Mereka Botak-Botak Sakti, Lho!
Anime Fantasi Baru dengan Peran Utama Loli: Uchi no Ko no Tame naraba, Ore wa Moshikashitara Maou wo Taoseru Kamoshirenai
Fakta-fakta Menarik Doraemon yang Belum Kamu Tahu
Rekomendasi 5 Anime yang Gampang Ditonton Semua Orang, Nggak Perlu Mikir Keras