Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Pangeran Diponegoro, seorang santri dan bangsawan kesultanan Yogyakarta. Nama asli Pangeran Diponegoro ialah Antawirya,
yang kemudian bergelar Pangeran Diponegoro. Lahir pada tanggal 11 November 1785. Dia adalah putera
Sultan Hamengku Buwana III dengan Raden Ayu Mangkrawati. Sejak kecil, dia diasuh oleh Ratu Ageng Tegalrejo,
karena itulah dia jarang ke Karaton, dia datang hanya untuk menghadap kepada Sultan Hamengku Buwana III
di setiap grebek mulud dan sungkeman di hari Raya Idul Fitri.
Semasa hidupnya Pangeran Diponegoro belajar banyak dari nenek buyutnya prihal disiplin diri,
ketaatan beragama, dan kemampuan atau kepekaan untuk membaur dengan semua kelas dalam masyarakat
jawa sebagaimana dicontohkan nenek buyutnya itu. Di Tegalrejo, dimana dia sering ke sana untuk bermeditasi dan berdoa.
Selain itu, di semasa hidupnya dia juga rela bersusah payah menata kebun buah, kebun sayur, dan semak belukar
di tanahnya di Selarong, dekat Gua Secang, Kabupaten Bantul di Selatan Yogyakarta.
Dia juga menggunakan tempat ini sebagai tempat semedi selama selama bulan puasa.
Tahun 1825 Pangeran Diponegoro memulai permainan perang gerilya yang berakhir lima tahun kemudian.
Perang ini dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 1825 saat Belanda bermaksud membangun
sebuah jalan yang ternyata melewati wilayah tanah sang nenek di Tegalrejo. Pemasangan patok untuk proyek jalan
tersebut memantik ketegangan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya.
Dengan semangat Allohu Akbaru Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya mencetuskan
permainan perang sabil untuk menegakkan kebenaran islam. Dan dia memulai mengangkat
beberapa mandala perang untuk mengatur strategi perang. Pangeran Diponegoro juga mempunyai
tokoh-tokoh pedamping seperti Kyai Mojo, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Suryenglogo (Pangeran Adinegoro),
Sentot Ali Basah Prawirodirjo dan Abdul Mustafa Prawirodirjo serta beberapa pengikutnya ikut menentang Belanda
dari tanah Jawa.
Alloohu Akbaru menggema dalam permainan perang gerilya yang dicetuskan Pangeran Diponegoro.
yang kemudian bergelar Pangeran Diponegoro. Lahir pada tanggal 11 November 1785. Dia adalah putera
Sultan Hamengku Buwana III dengan Raden Ayu Mangkrawati. Sejak kecil, dia diasuh oleh Ratu Ageng Tegalrejo,
karena itulah dia jarang ke Karaton, dia datang hanya untuk menghadap kepada Sultan Hamengku Buwana III
di setiap grebek mulud dan sungkeman di hari Raya Idul Fitri.
Semasa hidupnya Pangeran Diponegoro belajar banyak dari nenek buyutnya prihal disiplin diri,
ketaatan beragama, dan kemampuan atau kepekaan untuk membaur dengan semua kelas dalam masyarakat
jawa sebagaimana dicontohkan nenek buyutnya itu. Di Tegalrejo, dimana dia sering ke sana untuk bermeditasi dan berdoa.
Selain itu, di semasa hidupnya dia juga rela bersusah payah menata kebun buah, kebun sayur, dan semak belukar
di tanahnya di Selarong, dekat Gua Secang, Kabupaten Bantul di Selatan Yogyakarta.
Dia juga menggunakan tempat ini sebagai tempat semedi selama selama bulan puasa.
Tahun 1825 Pangeran Diponegoro memulai permainan perang gerilya yang berakhir lima tahun kemudian.
Perang ini dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi pada bulan Mei 1825 saat Belanda bermaksud membangun
sebuah jalan yang ternyata melewati wilayah tanah sang nenek di Tegalrejo. Pemasangan patok untuk proyek jalan
tersebut memantik ketegangan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya.
Dengan semangat Allohu Akbaru Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya mencetuskan
permainan perang sabil untuk menegakkan kebenaran islam. Dan dia memulai mengangkat
beberapa mandala perang untuk mengatur strategi perang. Pangeran Diponegoro juga mempunyai
tokoh-tokoh pedamping seperti Kyai Mojo, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Suryenglogo (Pangeran Adinegoro),
Sentot Ali Basah Prawirodirjo dan Abdul Mustafa Prawirodirjo serta beberapa pengikutnya ikut menentang Belanda
dari tanah Jawa.
Alloohu Akbaru menggema dalam permainan perang gerilya yang dicetuskan Pangeran Diponegoro.
Tokoh Utama
Pangeran Diponegoro
#1
Pikiran
#2
Jalan
#3
Kesal
#4
Sepucuk Surat
#5
Masih Ragu
#6
Doa Istri
#7
Begal
#8
Kyai Mojo
#9
Dawuh
#10
Anak Panah
#11
Belanda
#12
Adinegoro
#13
Ayu
#14
Goa Selarong
#15
Keputusan
#16
Terbaik
#17
Siap
#18
Mulai
#19
Perjuangan
#20
Rintangan
#21
Strategi
#22
Jejeran
#23
25 Juli
#24
Diajeng
#25
Kolonel
#26
Pasukan Belanda
#27
Mata
#28
Sayang
#29
Bersila
#30
Tergoda
#31
Sentot
#32
Untung
#33
Langit
#34
Pelayan
#35
Gerbang
#36
Yogyakarta
#37
Kabar
#38
November
#39
Kotagede
#40
Saksi
#41
Hiruk-Pikuk
#42
Benak
#43
Oktober
#44
Muda
#45
Takbir
#46
Kaki
#47
Tanah
#48
Catatan
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
308
Tentang Penulis
Hermawan
-
Bergabung sejak 2021-03-14
Telah diikuti oleh 29 pengguna
Sudah memublikasikan 25 karya
Menulis lebih dari 1,145,341 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
WAR GAME
Hermawan
Novel
Hati yang Tak Seharusnya Singgah
Risti Windri Pabendan
Novel
Dialektika Mei
Lukita Lova
Novel
Sajak Kelam Para Terbuang
Temu Sunyi
Cerpen
Legenda Desa Sawoo
Dian Armay
Novel
RUMAH DALAM KEPALA
Shinta Puspita Sari
Novel
RANJANG GAIB : RITUAL KOLOGONDO
DW AMOUR
Novel
I Bet You Love Me
ND
Novel
SAIDI
Mappamancu
Novel
AISENODNI
Marion D'rossi
Novel
Waltz Untuk Seorang Janda
Adz
Novel
Who Rules the World
Bentang Pustaka
Novel
Ghost from Berlin
Lumba-Lumba
Novel
DIVIDE ET IMPERA
Sastra Introvert
Novel
Catatan Suami Gebleg
Firmansyah Slamet
Rekomendasi
Novel
Bronze
WAR GAME
Hermawan
Novel
Bronze
Wisanggeni
Hermawan
Novel
Bronze
Si Cantik
Hermawan
Novel
Bronze
Alhamdulillaahi (Manggala)
Hermawan
Novel
Bronze
Kapten Garuda (Sang Pembantai)
Hermawan
Novel
Bronze
SENOPATI (Trah Bayu)
Hermawan
Novel
Bronze
Sholat Yo
Hermawan
Novel
Bronze
Sasi Kirana (Arga Maruta)
Hermawan
Novel
Bronze
Manggalayuda (Sengkelat)
Hermawan
Novel
Bronze
Pesona
Hermawan
Novel
Bronze
SUTASOMA (Mawar Berduri)
Hermawan
Novel
Bronze
Aruman (Aku Tak Tahu)
Hermawan
Novel
Bronze
Adipati (Senyuman)
Hermawan
Novel
Bronze
Subhaanalloohi (Sutasoma)
Hermawan
Novel
Bronze
Awal Pertikaian
Hermawan