#1
Chpter #1: Mayat Terapung Di Festival Citarum
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • 1. Dari sisi asal-usul kata (etimologis), Ci Tarum tersusun dari dua kata yaitu Ci yang berarti air atau sungai, dan tarum yang merupakan nama tumbuhan penghasil warna nila. Dari asal usul kata ini bisa disimpulkan, bahwa Citarum merupakan aliran sungai yang sepanjang tepiannya banyak ditumbuhi tanaman tarum. Dari tuturan sejarah, dikatakan bahwa pada zaman dahulu banyak tumbuhan tarum di sepanjang Ci Tarum.
    Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya dengan nama tom.
    Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama digunkan dalam pembuatan batik atau tenun ikat tradisional dari Nusantara. Tak heran jika Zat pewarna indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini, juga merupakan komoditas dagang yang penting.
    Tarum digunakan untuk berbagai jenis tumbuhan penghasil warna biru, kebanyakan dari marga Indigofera. Tarum yang sejati adalah tinctoria. Warna biru indigo diperoleh dari rendaman daun (dalam jumlah banyak).
    Akar tarum atau tarum areuy yang juga sering dipakai orang adalah Marsdenia tinctoria. Warna biru dihasilkan dari perendaman daun selama semalam. Setelah semalam akan terbentuk lapisan di atas yang berwarna hijau atau biru.
    Cairan ini direbus, lalu dijemur hingga kering. Tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan dapat menahan erosi.
    Menurut data geologisnya, Ci Tarum atau Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai ini memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting sejak 2007, karena menjadi salah
    satu dari ungai dengan tingkat ketercemaran tertinggi di dunia. Ada juga yang mengatakannya sebagai septictank raksasa. Padahal jutaan orang menggantungkan hidup dan matinya dari sungai sepanjang 300 kilometer ini. Lebih dari 500 pabrik berdiri di sekitar alirannya yang kini pekat. Untuk menahan debitnya, dibangun tiga waduk PLTA pada alirannya. Masalah lainnya ialah tingginya penggundulan hutan yang berlangsung pesat di wilayah hulu, yang banyak dialihfungsikan dari hutan menjadi tanaman sayuran.

    2. Dipati Ukur (Wangsanata atau Wangsataruna), kemUdian dikenak sebagai Pangeran Dipati Ukur adalah seorang bangsawan penguasa Tatar Ukur pada abad ke-17. Tatar dalam bahasa Sunda berarti tanah atau wilayah. Sedangkan dipati (adipati) adalah gelar bupati sebelum zaman kemerdekaan. Dipati Ukur adalah Bupati Wedana Priangan yang pernah menyerang VOC di Batavia atas perintah Sultan Agung dari Kesultanan Mataram pada tahun 1628. Namnya kemudian diabadikan menjadi nama di jalan di Kota Bandung, Jawa Barat.

    3. Zero PLastic, Byebye Plastic, Ecovillage, hingga Joerig Runtah, merupakan nama-nama organisasi nir laba berbasis relawan yang umumnya bergerak dalam masalah lingkungan hidup di Indonesia.
    4. Popeye adalah nama tokoh kartun yang akan mempunyai kekuatan besar jika makan bayam
    5. Channa Limbata sejenis ikan air tawar anggota suku Channidae atau nama lain dari ikan gabus. Ikan buas/predator ini menyebar luas dari Pakistan hingga Indonesia. Dalam bahasa iNgrris ikan ini dikenal dengan Dwaft Snakehead, Frog Snakehead, dan Brown Snakehead, atau ikan kepala ular.





    Chapter Sebelumnya
    Daftar Isi
    Kembali ke halaman awal
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 2
    Chapter #2 Dendam Dan Sorga