Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Ini takdir, atau bukan ?
Yang jelas ini benar - benar diluar dugaan. "Ini benar - benar menimpaku" - gumam Elsa dalam hati.
Elsa mencoba memahami situasi yang sangat membingungkan. Ia terdiam membatu, jantungnya begitu berdegup kencang dan tak bisa ia kendalikan. Apakah harus berpura - pura tidak tahu, atau mencoba memberikan senyuman palsu yang dipaksakan seakan - akan senang bertemu dengan dia lagi ?.
Tidak seharusnya ia bertemu dengan Pria asing itu lagi setelah kejadian memalukan itu. Kejadian yang sangat ingin ia lupakan. Saat Elsa memeluk dan mengecup pipi Pria asing secara spontan didepan mantan kekasihnya.
Setelah berhasil kabur dan merasa lega tidak akan bertemu dengan Pria itu lagi, tapi kenyataannya tidak seperti yang ia inginkan. Pria asing itu muncul entah dari mana dan ia harus satu lantai dikantor dengan Pria yang ia temui beberapa hari lalu tanpa sengaja itu. "Ini mimpi atau bukan ? Ya .. aku harap ini mimpi
.. kenapa harus bertemu dengannya lagi" - ucap Elsa pelan pada diri sendiri.
Elsa berusaha menghindari pandangan Pria itu. Sementara Pria yang ingin ia hindari malah menatapnya begitu serius dan dalam. Seakan tidak ingin melepaskan sedetik pun pandangannya dari Elsa. Elsa tertegun. Apa yang harus ia lakukan?. Saat ini ia hanya ingin kabur dari Pria itu karena rasa malunya sudah semakin menjadi - jadi.
"Apa dia mengingatku ?" tanyanya lagi pada dirinya
Apa yang akan terjadi dikantor lantai sembilan belas antara Elsa dan Pria asing itu ?
Yang jelas ini benar - benar diluar dugaan. "Ini benar - benar menimpaku" - gumam Elsa dalam hati.
Elsa mencoba memahami situasi yang sangat membingungkan. Ia terdiam membatu, jantungnya begitu berdegup kencang dan tak bisa ia kendalikan. Apakah harus berpura - pura tidak tahu, atau mencoba memberikan senyuman palsu yang dipaksakan seakan - akan senang bertemu dengan dia lagi ?.
Tidak seharusnya ia bertemu dengan Pria asing itu lagi setelah kejadian memalukan itu. Kejadian yang sangat ingin ia lupakan. Saat Elsa memeluk dan mengecup pipi Pria asing secara spontan didepan mantan kekasihnya.
Setelah berhasil kabur dan merasa lega tidak akan bertemu dengan Pria itu lagi, tapi kenyataannya tidak seperti yang ia inginkan. Pria asing itu muncul entah dari mana dan ia harus satu lantai dikantor dengan Pria yang ia temui beberapa hari lalu tanpa sengaja itu. "Ini mimpi atau bukan ? Ya .. aku harap ini mimpi
.. kenapa harus bertemu dengannya lagi" - ucap Elsa pelan pada diri sendiri.
Elsa berusaha menghindari pandangan Pria itu. Sementara Pria yang ingin ia hindari malah menatapnya begitu serius dan dalam. Seakan tidak ingin melepaskan sedetik pun pandangannya dari Elsa. Elsa tertegun. Apa yang harus ia lakukan?. Saat ini ia hanya ingin kabur dari Pria itu karena rasa malunya sudah semakin menjadi - jadi.
"Apa dia mengingatku ?" tanyanya lagi pada dirinya
Apa yang akan terjadi dikantor lantai sembilan belas antara Elsa dan Pria asing itu ?
Tokoh Utama
Elsa Siffabella
Adinata Dimas Prasaja
Fathur Ryan
Reynandi
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
1.4k
Tentang Penulis
FRI
HAI !
Bergabung sejak 2020-05-29
Telah diikuti oleh 75 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 4,542 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
SECRET ON THE 19TH FLOOR
FRI
Novel
Pengantin Kelabu
Rheasadewa
Novel
BERTAUT
Firda Aini
Novel
Be my Pacer in Marathon
Ockto Baringbing
Skrip Film
안녕(Dia Tidak Pernah Jadi Milikku, Tapi Tetap Tinggal)
After The Story
Flash
Mila
Hary Silvia
Flash
Juru Kampanye Kesayangan
Silvarani
Novel
Imagine about Her
Siji Getih
Cerpen
Bagaimana Hidup yang Selamanya Mencintai
dari Lalu
Flash
Tiga Kali Duduk (Membicarakan Adam Series Part 8)
Silvarani
Novel
Connesso
Cano
Cerpen
KITA ITU AKU DAN KAMU
NADIA FITRIANTIKA SYALWA HERMAWAN
Cerpen
Jabir dan Juhu
Jie Jian
Novel
Bukan Selamat Tinggal Yasmin
Sandra Arq
Novel
Singularity
Rezky Armitasari
Rekomendasi