Daftar isi
#1
Prolog
#2
Chapter 1: Untuk Sebuah Permulaan
#3
Chapter 2: Kesempatan Terakhir
#4
Chapter 3: Keputusan dan Tekad Bulat
#5
Chapter 4: Titik Kritis
#6
Chapter 5: Semua yang Tak Lagi Sama
#7
Chapter 6: Setelah Tersambung Lagi
#8
Chapter 7: Catatan Masa Lalu
#9
Chapter 8: Penyuka Matematika, Dulu
#10
Chapter 9: Mengurai Sehelai Teka-teki dalam Benang Merah
#11
Chapter 10: Susur Leluhur
#12
Chapter 11: Melintasi Jalannya (Ruang Sunyi)
#13
Chapter 12: Tiga Rupa Satu Ci(n)ta
#14
Chapter 13: Mawar Putih dan Sang Ksatria
#15
Chapter 14: Jejak Langkah Sang Ilmuwan
#16
Chapter 15: Satu Leluhur
#17
Chapter 16: Jejak yang Tertinggal
#18
Chapter 17: Kisah Sang Guru
#19
Chapter 18: Persimpangan
#20
Chapter 19: Dua Jalan
#21
Chapter 20: Percakapan di Meja Makan
#22
Chapter 21: Menulis Kisah Mbah Kadir
#23
Chapter 22: Ingatan yang Terserak
#24
Chapter 23: Kisah Sebuah Kamera Tua
#25
Chapter 24: Batas Tipis Akhir dan Awal
#26
Chapter 25: Sepotong Puzzle
#27
Chapter 26: G'Day Australia
#28
Chapter 27: 2002, Batas Sebuah Kebersamaan
#29
Bab 28: Menyusun Kepingan
#30
Chapter 29: Awal Mula Warna-warni Keunikan Tersebut
#31
Chapter 30: Benang yang Tersambung
#32
Chapter 31: Halal Bi Halal 2026 (Selesai)
#33
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#21
Chapter 20: Percakapan di Meja Makan
Bagikan Chapter
1 Gimana kamu bisa melihat bahwa keluarga kami punya kehidupan yang lebih baik? Kupikir, kamu cuma melihat berdasarkan fenomena gunung es cuma dari puncaknya, tidak secara keseluruhan. Ayolah Crystal, lihat semuanya secara utuh! (Bahasa Belanda)
2 Dia benar banget, Crystal. Kamu harus lihat semua aspek secara utuh, karena kami sekarang belum selesai kisah kakek dan keluarga kami. Masih butuh waktu lagi sampai semuanya beres. Daripada ribut, mending kamu ikut menulis tentang keluargamu juga. Ayo, Crystal! (Bahasa Belanda)
2 Dia benar banget, Crystal. Kamu harus lihat semua aspek secara utuh, karena kami sekarang belum selesai kisah kakek dan keluarga kami. Masih butuh waktu lagi sampai semuanya beres. Daripada ribut, mending kamu ikut menulis tentang keluargamu juga. Ayo, Crystal! (Bahasa Belanda)
Chapter Sebelumnya
Chapter 20
Chapter 19: Dua Jalan
Chapter Selanjutnya
Chapter 22
Chapter 21: Menulis Kisah Mbah Kadir
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Terdampar
Cerpen
ChocoTine
Novel
SERI 3: TERATAI MEKAR DI PUNCAK BROMO
Cerpen
Pertahanan Diri Luna
Cerpen
Hilangnya Ibu Mertua
Cerpen
Kamu dan Takdir
Novel
Forgive Me
Cerpen
Sebuah Perlawanan
Flash
Tabungan Untuk Istri
Novel
CYNTIA
Novel
Galendra
Novel
Melamar Guru Negeri
Flash
The City Of Gold
Flash
Salah Panggil
Cerpen
Obral Obrol Tetangga
Flash
mata luka sengkon karta
Flash
Legenda Putri Mandalika
Cerpen
Ibu untuk Asara
Flash
Riana -Perkenalan- eps 1
Flash
A Mysterious Sign on A Red Sofa