Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Jaja Sunarya
Mantra Aji Halimunan
Jaja Sunarya
0
0
Deskripsi
MATAHARI telah terbenam di ufuk barat, meninggalkan rantai-rantai keserakahan mahluk bumi. Angin malam yang sejuk mulai berhembus, membawa aroma kepedihan makhluk bumi yang tertindas. Sementara itu, dari ufuk timur, bulan purnama yang bercahaya lembut mulai naik, menerangi langit dan menghidupkan kembali cahaya di bumi. Di bawah sinar rembulan yang lembut, di atas Bukit Cipariuk Sodonghilir, tampak seorang pemuda tanggung sekitar umur tujuh belas tahunan sedang duduk bersila, si pemuda itu berkulit kuning Langsat, berambut hitam mengkilat dengan panjang sebahu dan menggunakan pakaian pangsi berwarna hitam dan ikat kepala berwarna hitam pula. Mata si pemuda tampak terpejam dan bibirnya komat-kamit, sepertinya ia sedang merapal mantra, walau pelan tapi mantra yang dirapalkan si pemuda bisa terdengar jelas.
"Hurung nangtung ngadeg cahaya, ari diuk ngumbar cahaya, nyangigir nalinga Malik disamak cahaya dikampuh bayu, sungkelang naga wangkelang dibaju ratu kateguhan, batuk isun jadi gugur awak aing jadi gelap, iket-iket naga mulut nakiceup jadi sabumi, ari cicing Indung gunung ombakna barat sajagat, moal aing teu sirna dikurung ku langit dikandang ku jagat, les ngiles.
Si pemuda terus mengulang-ngulang rapalan mantranya, dan anehnya pada rapalan terakhir yang kesekian kali dibacanya itu, tubuh si pemuda mendadak menghilang seperti ditelan bumi.
"Rawa! Rawaa!!" terdengar suara parau seperti suara kakek-kakek memanggil.
*Iya Kek!" sahut si pemuda yang sedang merapal mantra, ternyata walau sekarang tubuhnya tidak terlihat, tapi sebenarnya dia masih berada di tempat duduknya dan masih terus merapal matra. Si pemuda yang ternyata bernama Rawa itu tampak merapal sesuatu yang berbeda dari yang tadi dia rapal, aneh, seketika itu juga tubuhnya bisa terlihat kembali, dia lalu berdiri dan segera melesat ke arah suara, yang ternyata dari sebuah gubuk kayu di tengah-tengah bukit.
Mantra Aji Halimunan
Jaja Sunarya
0
0
Deskripsi
MATAHARI telah terbenam di ufuk barat, meninggalkan rantai-rantai keserakahan mahluk bumi. Angin malam yang sejuk mulai berhembus, membawa aroma kepedihan makhluk bumi yang tertindas. Sementara itu, dari ufuk timur, bulan purnama yang bercahaya lembut mulai naik, menerangi langit dan menghidupkan kembali cahaya di bumi. Di bawah sinar rembulan yang lembut, di atas Bukit Cipariuk Sodonghilir, tampak seorang pemuda tanggung sekitar umur tujuh belas tahunan sedang duduk bersila, si pemuda itu berkulit kuning Langsat, berambut hitam mengkilat dengan panjang sebahu dan menggunakan pakaian pangsi berwarna hitam dan ikat kepala berwarna hitam pula. Mata si pemuda tampak terpejam dan bibirnya komat-kamit, sepertinya ia sedang merapal mantra, walau pelan tapi mantra yang dirapalkan si pemuda bisa terdengar jelas.
"Hurung nangtung ngadeg cahaya, ari diuk ngumbar cahaya, nyangigir nalinga Malik disamak cahaya dikampuh bayu, sungkelang naga wangkelang dibaju ratu kateguhan, batuk isun jadi gugur awak aing jadi gelap, iket-iket naga mulut nakiceup jadi sabumi, ari cicing Indung gunung ombakna barat sajagat, moal aing teu sirna dikurung ku langit dikandang ku jagat, les ngiles.
Si pemuda terus mengulang-ngulang rapalan mantranya, dan anehnya pada rapalan terakhir yang kesekian kali dibacanya itu, tubuh si pemuda mendadak menghilang seperti ditelan bumi.
"Rawa! Rawaa!!" terdengar suara parau seperti suara kakek-kakek memanggil.
*Iya Kek!" sahut si pemuda yang sedang merapal mantra, ternyata walau sekarang tubuhnya tidak terlihat, tapi sebenarnya dia masih berada di tempat duduknya dan masih terus merapal matra. Si pemuda yang ternyata bernama Rawa itu tampak merapal sesuatu yang berbeda dari yang tadi dia rapal, aneh, seketika itu juga tubuhnya bisa terlihat kembali, dia lalu berdiri dan segera melesat ke arah suara, yang ternyata dari sebuah gubuk kayu di tengah-tengah bukit.
Tokoh Utama
Rawa
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
36
Tentang Penulis
Jaja Sunarya
😊
Bergabung sejak 2023-12-09
Telah diikuti oleh 54 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 2,685 kata pada novel
Rekomendasi dari Petualangan
Novel
RAWA PENDEKAR JANGJAWOKAN
Jaja Sunarya
Novel
Percobaan
Jaja Sunarya
Novel
KKPK de Monokromatos
Mizan Publishing
Novel
BUKU CATATAN DIKA
ahong saipurna
Novel
Liburan Bersama The Corrs di Indonesia!
Shabrina Farha Nisa
Novel
Tumbal
Nusrotul Asvia
Novel
Membawa Gamalama ke Boston
Muhammad Fitrah Pratama Teng
Novel
Hikayat si Perantau
Rizky Ade Putra
Novel
PCPK Faquella Girls 2
Noura Publishing
Novel
Backpackneymoon
Bentang Pustaka
Skrip Film
Surga di negeri ku sendiri
Bagas
Novel
PBC Myth in Bellviatra
Mizan Publishing
Novel
KKPK Awas Ada Bom
Mizan Publishing
Skrip Film
Joki Tugas, Me!
Melia
Novel
Ini Bukan Laut Belanda
Charisma Rahmat Pamungkas
Rekomendasi