Daftar isi
#1
PROLOG: MENUJU TAJUG
#2
BAB I: PAMFLET AUDISI
#3
BAB II: ADU JAGO
#4
BAB III: BARA DI PEJATEN
#5
BAB IV: MANGGEH ANTISHAPALA
#6
BAB V: BIMBEL SOSROKARTONO
#7
BAB VI: TAMPAH TERBANG
#8
BAB VII: RAKET DAMAR
#9
BAB VIII: APOTEK SUCEN
#10
BAB IX: SUMUR SUNAN KEDU
#11
BAB X: PERTAUBATAN LANGGARDALEM
#12
BAB XI: RAHASIA DAUN EMAS
#13
BAB XII: AIR MATA BU ASLAMAH
#14
BAB XIII: KEMBALINYA BASHIR SEJATI
#15
EPILOG: PANGURIPAN
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#1
PROLOG: MENUJU TAJUG
Bagikan Chapter
1. Astungkara, Hyang Widhi: Terima kasih, Tuhan.
2. Joglo pencu: Rumah tradisional khas Kudus, Jawa Tengah.
3. Kula nuwun: Permisi.
4. Kula: Saya (Bahasa Jawa Krama).
5. Panjenengan: Anda (Bahasa Jawa Krama).
6. Nggih, leres: Iya, benar.
7. ketiban pulung: Dalam peribahasa Indonesia mirip seperti "pucuk dicinta, ulam pun tiba."
8. Monggo mlebet: Silakan masuk.
9. Gedhongan: Sebenarnya fungsi seperti ruang keluarga, tetapi di novel ini penulis berusaha gambarkan seperti tempat beristirahat seisi rumah.
10. Anak mbarep: Anak Pertama.
11. Jogo satru: Ruang Tamu dalam istilah rumah Joglo.
12. Sekedap: Sebentar.
13. Ampun repot-repot: Jangan repot-repot.
14. Soko geder: Tiang utama penopang bangunan joglo pencu.
15. Monggo disekecoaken: Silakan dinikmati.
16. Manjing: Masuk.
17. Matur nuwun: Terima kasih.
18. Lawuh: Lauk.
19. Ngapunten: Maaf.
20. Kawula: Saya (sebagai bentuk ungkapan rendah diri).
21. Yowes, mboten nopo-nopo: Yasudah, tidak apa-apa.
2. Joglo pencu: Rumah tradisional khas Kudus, Jawa Tengah.
3. Kula nuwun: Permisi.
4. Kula: Saya (Bahasa Jawa Krama).
5. Panjenengan: Anda (Bahasa Jawa Krama).
6. Nggih, leres: Iya, benar.
7. ketiban pulung: Dalam peribahasa Indonesia mirip seperti "pucuk dicinta, ulam pun tiba."
8. Monggo mlebet: Silakan masuk.
9. Gedhongan: Sebenarnya fungsi seperti ruang keluarga, tetapi di novel ini penulis berusaha gambarkan seperti tempat beristirahat seisi rumah.
10. Anak mbarep: Anak Pertama.
11. Jogo satru: Ruang Tamu dalam istilah rumah Joglo.
12. Sekedap: Sebentar.
13. Ampun repot-repot: Jangan repot-repot.
14. Soko geder: Tiang utama penopang bangunan joglo pencu.
15. Monggo disekecoaken: Silakan dinikmati.
16. Manjing: Masuk.
17. Matur nuwun: Terima kasih.
18. Lawuh: Lauk.
19. Ngapunten: Maaf.
20. Kawula: Saya (sebagai bentuk ungkapan rendah diri).
21. Yowes, mboten nopo-nopo: Yasudah, tidak apa-apa.
Chapter Sebelumnya
Daftar Isi
Kembali ke halaman awal
Chapter Selanjutnya
Chapter 2
BAB I: PAMFLET AUDISI
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Komik
Killer Of Darkness
Novel
Story Of Dharma
Cerpen
Diet Fotosintesis Demi Motor
Novel
Siapa Tau?
Novel
KKPK Kupetik Bintang
Cerpen
Waris
Flash
PEREMPUAN YANG BERSAMAKU
Flash
Berkomunitas
Flash
Pendakian
Flash
Ketemu Mantan di Warteg
Flash
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
Cerpen
Balada Cinta Gila
Flash
GUGUR
Flash
Gadis Itu
Flash
Badut ulang tahun
Flash
Berburu Harimau
Flash
Monster di Dalam Lemari
Cerpen
Pendakian yang Tak Terlihat
Cerpen
INSOMNIA
Flash
Lampu Minyak di Kuburan