Rahasia Tampah Terbang: Menghitung Takdir Bashir
#1
PROLOG: MENUJU TAJUG
Bagikan Chapter
  • Bookmark Paragraf ini
  • 1. Astungkara, Hyang Widhi: Terima kasih, Tuhan.
    2. Joglo pencu: Rumah tradisional khas Kudus, Jawa Tengah.
    3. Kula nuwun: Permisi.
    4. Kula: Saya (Bahasa Jawa Krama).
    5. Panjenengan: Anda (Bahasa Jawa Krama).
    6. Nggih, leres: Iya, benar.
    7. ketiban pulung: Dalam peribahasa Indonesia mirip seperti "pucuk dicinta, ulam pun tiba."
    8. Monggo mlebet: Silakan masuk.
    9. Gedhongan: Sebenarnya fungsi seperti ruang keluarga, tetapi di novel ini penulis berusaha gambarkan seperti tempat beristirahat seisi rumah.
    10. Anak mbarep: Anak Pertama.
    11. Jogo satru: Ruang Tamu dalam istilah rumah Joglo.
    12. Sekedap: Sebentar.
    13. Ampun repot-repot: Jangan repot-repot.
    14. Soko geder: Tiang utama penopang bangunan joglo pencu.
    15. Monggo disekecoaken: Silakan dinikmati.
    16. Manjing: Masuk.
    17. Matur nuwun: Terima kasih.
    18. Lawuh: Lauk.
    19. Ngapunten: Maaf.
    20. Kawula: Saya (sebagai bentuk ungkapan rendah diri).
    21. Yowes, mboten nopo-nopo: Yasudah, tidak apa-apa.
    Chapter Sebelumnya
    Daftar Isi
    Kembali ke halaman awal
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 2
    BAB I: PAMFLET AUDISI