Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Panggil Namaku Sekali Saja, Ibu
Ia lahir pada sebuah hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan, tetapi justru menjadi awal dari sebuah kehilangan.
Saat masih bayi dan belum mampu mengenal dunia, sebuah kecelakaan merenggut nyawa Ayahnya. Ia selamat dari kecelakaan itu, tetapi sejak hari tersebut, kehadirannya seakan selalu menjadi pengingat bagi Ibu tentang kehilangan suaminya.
Bertahun-tahun kemudian, ia tumbuh dengan sebuah pertanyaan yang tidak pernah berani ia tanyakan secara langsung: apakah Ibu benar-benar membencinya, atau hanya membenci luka yang selalu hadir bersamanya?
Setiap tatapan dingin, setiap panggilan tanpa kelembutan, dan setiap jarak yang tercipta membuatnya semakin percaya bahwa dirinya hanyalah bagian dari tragedi yang menghancurkan kehidupan Ibu.
Padahal ia tidak pernah memilih untuk berada di dalam mobil itu.
Ia tidak pernah meminta Ayah pergi untuk selamanya.
Ia bahkan belum mampu memahami apa arti kehilangan ketika semua itu terjadi.
Namun, bagaimana seorang anak bisa meyakinkan dirinya bahwa ia pantas dicintai ketika orang yang paling ingin ia dengar kasih sayangnya justru menjadi orang yang paling jauh darinya?
Di sepanjang hidupnya, ia tidak meminta banyak.
Ia hanya ingin mendengar namanya dipanggil oleh Ibu—bukan sebagai pengingat akan seseorang yang telah pergi, melainkan sebagai panggilan seorang ibu kepada anak yang masih tinggal.
Ia lahir pada sebuah hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan, tetapi justru menjadi awal dari sebuah kehilangan.
Saat masih bayi dan belum mampu mengenal dunia, sebuah kecelakaan merenggut nyawa Ayahnya. Ia selamat dari kecelakaan itu, tetapi sejak hari tersebut, kehadirannya seakan selalu menjadi pengingat bagi Ibu tentang kehilangan suaminya.
Bertahun-tahun kemudian, ia tumbuh dengan sebuah pertanyaan yang tidak pernah berani ia tanyakan secara langsung: apakah Ibu benar-benar membencinya, atau hanya membenci luka yang selalu hadir bersamanya?
Setiap tatapan dingin, setiap panggilan tanpa kelembutan, dan setiap jarak yang tercipta membuatnya semakin percaya bahwa dirinya hanyalah bagian dari tragedi yang menghancurkan kehidupan Ibu.
Padahal ia tidak pernah memilih untuk berada di dalam mobil itu.
Ia tidak pernah meminta Ayah pergi untuk selamanya.
Ia bahkan belum mampu memahami apa arti kehilangan ketika semua itu terjadi.
Namun, bagaimana seorang anak bisa meyakinkan dirinya bahwa ia pantas dicintai ketika orang yang paling ingin ia dengar kasih sayangnya justru menjadi orang yang paling jauh darinya?
Di sepanjang hidupnya, ia tidak meminta banyak.
Ia hanya ingin mendengar namanya dipanggil oleh Ibu—bukan sebagai pengingat akan seseorang yang telah pergi, melainkan sebagai panggilan seorang ibu kepada anak yang masih tinggal.
Tokoh Utama
Ara
Ibu ara
Ayah Ara
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
1
Dibaca
5
Tentang Penulis
Astri Rahmah Aulia
-
Bergabung sejak 2024-06-24
Telah diikuti oleh 85 pengguna
Sudah memublikasikan 5 karya
Menulis lebih dari 13,898 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Novel
Panggil Namaku Sekali Saja, Ibu
Astri Rahmah Aulia
Flash
Bukan Milikku
Rahmayanti
Flash
Mister Jamu
Shabrina Farha Nisa
Flash
Tak Hangat Lagi
BANYUBIRU
Novel
MY FAV-Oliv ASIST
Kim_Unknown
Novel
From Angel to Devil
Wildan Ravi
Novel
TurkeyBerry
Damar febriansyah
Novel
Semesta Kelana
Mashan
Komik
Reff[RAIN]
Rii Zu
Komik
Pristine Spring
Izumi
Flash
Seni Nyaman Dari Gerhana Bulan
Fadel Ramadan
Cerpen
UNTUKMU...
Iman Siputra
Novel
Celengan Rindu
Bisma Lucky Narendra
Skrip Film
Dalam Busur Hujan
Dur
Rekomendasi