Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Padahal, secara ilmu per medan elektromagnetik sebenarnya gelombang suara juga akan memantul jika ruangannya tertutup. Dan hanya sepersekian persen saja yang tembus dan sampai pada receiver (baca: telinga Ezki). Si bos lupa kali ya, kalau ruangannya pakai pintu dan pakai dinding kaca tembus pandang kayak kotak akuarium.
Bukan gue loh ya, yang ngatain si Boss kayak penghuni aquarium. Otak kalian aja tuh yang gampang berimajinasi!
Tanpa segan Pak Rizki menoyor kening gadis itu yang sontak membuat Ezki syok. Sejak kapan bosnya berdiri disitu?
"Aa-aa, Ampun Pak, iyaa, iyaa!!" ucap Ezki agak tersendat. Dan saking kagetnya sampai lupa melepas earphone yang kemudian membuatnya bersuara lantang dengan volume maksimal sampai-sampai Pak Rizki auto mundur selangkah.
"Ada apa, Pak?"
Dengan mata melotot, Pak Rizki pun menginstruksikan untuk melepas earphone yang masih menempel. "Lepas dulu tuh, sumpelan congek!"
"Oh, iya, maaf, Pak." dengan patuh Ezki segera melepas benda sialan yang tak seberapa harganya itu, tapi kalau hilang ya tetap Ezki cari sampai ke meja resepsionis. Hehe. Maklum. Biar kata barang ka-we (kualitas wuelek) tapi lumayan sangat membantu.
"Oke, saya sudah siap. Ada apa, Pak?!"
"Dari tadi saya panggil-panggil, sampai berbusa nih mulut!! Kamu congekan atau apa sih?" ceramah Pak Rizki kesal. "Besok-besok ke dokter telinga dulu sana, sebelum ke kantor!"
"Iya, Pak, maaf. Lagi seru dram-mm . . . ." buru-buru Ezki menutup mulutnya.
"Apa? Apa yang seru??!!" tanya bosnya lagi dengan suara tak kalah melejit dari sebelumnya.
"Ah, gak, Pak. Bapak ada apa?" tanya Ezki mengalihkan konsentrasi Pak Bos.
Pria itu menunjuk kabinet yang terletak dibelakang Ezki. "Itu, ordner nomor dua tiga sampai dua tujuh tolong kamu sortir, lalu ambil lembar pengesahan masing-masing file yang ada materainya saja. Terus di scan dan di buat rangkumannya! Jangan lupa email ke saya kalau sudah selesai!!"
Ezki melongo. Busyet, ini kerja apa dikerjain. Padahal Sudah jam berapa ini?!
"Kamu ngerti nggak! Kok malah bengong?" tanya bosnya lagi.
"Ngerti, Pak." Jawan Ezki lemas. Yah, gagal pulang cepat deh, ah! Padahal hari ini sudah berencana teng-go! Malam minggu ini, coy!!
-Ezki-
Bukan gue loh ya, yang ngatain si Boss kayak penghuni aquarium. Otak kalian aja tuh yang gampang berimajinasi!
Tanpa segan Pak Rizki menoyor kening gadis itu yang sontak membuat Ezki syok. Sejak kapan bosnya berdiri disitu?
"Aa-aa, Ampun Pak, iyaa, iyaa!!" ucap Ezki agak tersendat. Dan saking kagetnya sampai lupa melepas earphone yang kemudian membuatnya bersuara lantang dengan volume maksimal sampai-sampai Pak Rizki auto mundur selangkah.
"Ada apa, Pak?"
Dengan mata melotot, Pak Rizki pun menginstruksikan untuk melepas earphone yang masih menempel. "Lepas dulu tuh, sumpelan congek!"
"Oh, iya, maaf, Pak." dengan patuh Ezki segera melepas benda sialan yang tak seberapa harganya itu, tapi kalau hilang ya tetap Ezki cari sampai ke meja resepsionis. Hehe. Maklum. Biar kata barang ka-we (kualitas wuelek) tapi lumayan sangat membantu.
"Oke, saya sudah siap. Ada apa, Pak?!"
"Dari tadi saya panggil-panggil, sampai berbusa nih mulut!! Kamu congekan atau apa sih?" ceramah Pak Rizki kesal. "Besok-besok ke dokter telinga dulu sana, sebelum ke kantor!"
"Iya, Pak, maaf. Lagi seru dram-mm . . . ." buru-buru Ezki menutup mulutnya.
"Apa? Apa yang seru??!!" tanya bosnya lagi dengan suara tak kalah melejit dari sebelumnya.
"Ah, gak, Pak. Bapak ada apa?" tanya Ezki mengalihkan konsentrasi Pak Bos.
Pria itu menunjuk kabinet yang terletak dibelakang Ezki. "Itu, ordner nomor dua tiga sampai dua tujuh tolong kamu sortir, lalu ambil lembar pengesahan masing-masing file yang ada materainya saja. Terus di scan dan di buat rangkumannya! Jangan lupa email ke saya kalau sudah selesai!!"
Ezki melongo. Busyet, ini kerja apa dikerjain. Padahal Sudah jam berapa ini?!
"Kamu ngerti nggak! Kok malah bengong?" tanya bosnya lagi.
"Ngerti, Pak." Jawan Ezki lemas. Yah, gagal pulang cepat deh, ah! Padahal hari ini sudah berencana teng-go! Malam minggu ini, coy!!
-Ezki-
Tokoh Utama
Rizki
Ezki
Putri
Anis
Maman
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
9
Dibaca
993
Tentang Penulis
Bella
Mari saling mengenal, untuk selanjutnya saling sayang,
Bergabung sejak 2020-05-24
Telah diikuti oleh 173 pengguna
Sudah memublikasikan 5 karya
Menulis lebih dari 60,158 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
M A N T R A
Bella
Novel
CINTA ITU K.A.M.U
Shinbul
Novel
Cerita Waktu yang Tak Lagi Sama
Rezky Ananda
Cerpen
Mawar "Bukan Kembang Desa"
Iena_Mansur
Novel
Jingga
Lailatul Khomsiyah
Cerpen
Naive
Art Fadilah
Novel
ADARA
Sekar Pangastuti
Novel
I Love You But Just Call Me Best Friends
Theresia Vina Anjani
Novel
Bukan Primadona Sekolah
Joselia
Novel
KANAYA
essa amalia khairina
Novel
Don't Take My Coffee Away!
Vika Rahelia
Novel
Jodoh Wasiat Kakek
Rey Kholidah
Novel
HAYALISM : Antusiasm
Pipo Vernandes
Novel
MAWAR - Kisah Cinta Tak Seindah Cinderella
pureagiest
Novel
Dongeng Cinta Fahza
Shofiyah
Rekomendasi