Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Bara Agni percaya bahwa rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat terakhir bagi harapan untuk bertahan hidup.
Namun idealismenya justru merenggut segalanya.
Ia kehilangan pekerjaan karena menolak mengorbankan rakyat kecil demi keuntungan segelintir orang. Saat pulang ke desa untuk memulai kembali hidupnya, sebuah surat lama yang terlupakan menyeretnya pada kenyataan yang jauh lebih menyakitkan.
Tanah peninggalan ayahnya telah dipatok. Makam yang selama ini menjadi tempatnya pulang terancam lenyap bersama kenangan yang belum sempat ia jaga.
Di tengah perjuangan mempertahankan warisan keluarganya, Bara dipertemukan dengan Senja, seorang perempuan yang perlahan mengajarkannya bahwa luka tidak selalu harus disembuhkan dengan amarah. Ada kalanya, cinta hadir untuk menguatkan seseorang yang hampir kehilangan alasan untuk terus berdiri.
Tetapi ketika keserakahan, kekuasaan, dan masa lalu saling bertabrakan, Bara dipaksa memilih: mempertahankan tanah yang menyimpan seluruh hidupnya, atau mempertahankan orang-orang yang kini menjadi alasan ia tetap bertahan.
Namun idealismenya justru merenggut segalanya.
Ia kehilangan pekerjaan karena menolak mengorbankan rakyat kecil demi keuntungan segelintir orang. Saat pulang ke desa untuk memulai kembali hidupnya, sebuah surat lama yang terlupakan menyeretnya pada kenyataan yang jauh lebih menyakitkan.
Tanah peninggalan ayahnya telah dipatok. Makam yang selama ini menjadi tempatnya pulang terancam lenyap bersama kenangan yang belum sempat ia jaga.
Di tengah perjuangan mempertahankan warisan keluarganya, Bara dipertemukan dengan Senja, seorang perempuan yang perlahan mengajarkannya bahwa luka tidak selalu harus disembuhkan dengan amarah. Ada kalanya, cinta hadir untuk menguatkan seseorang yang hampir kehilangan alasan untuk terus berdiri.
Tetapi ketika keserakahan, kekuasaan, dan masa lalu saling bertabrakan, Bara dipaksa memilih: mempertahankan tanah yang menyimpan seluruh hidupnya, atau mempertahankan orang-orang yang kini menjadi alasan ia tetap bertahan.
Tokoh Utama
BARA
#1
Bab 1 - Menara Gading Yang Retak
#2
Bab 2 - Kotak Kardus dan Surat Usang
#3
Bab 3 - Kereta Senja Utama
#4
Bab 4 - Aroma Tanah Basah
#5
Bab 5 - Ziarah yang Terganggu
#6
Bab 6 - Danau dan Kesalahpahaman
#7
Bab 7 - Warung Kopi Bu Darmi - Reuni Sahabat
#8
Bab 8 - Dokter Baru di Puskesmas
#9
Bab 9 - Surat Peringatan Pertama
#10
Bab 10 - Permintaan Maaf yang Canggung
#11
Bab 11 - Teror Tengah Malam
#12
Bab 12 - Luka Gores
#13
Bab 13 - Telepon dari Jakarta
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
26
Tentang Penulis
Muhamad Irfan
-
Bergabung sejak 2025-05-29
Telah diikuti oleh 65 pengguna
Sudah memublikasikan 22 karya
Menulis lebih dari 27,040 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
Bronze
LUKA BARA
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan di Meja Sebelah
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tanpa Balasan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jaket Merah yang Tak Pernah Dikembalikan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
24 Jam Yang Menghapusku
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Bayangan yang Tidak Pernah Pulang
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
JIKA RUMAH ADALAH LUKA
Muhamad Irfan
Cerpen
BISU
Muhamad Irfan
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Jejak yang Hilang di Lorong 4
Muhamad Irfan
Cerpen
Tak Layak
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Nyaris
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tersisa di Gaza
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Terlambat
Muhamad Irfan
Cerpen
Bronze
Tidak ada Tempat untuk Kita Berteduh
Muhamad Irfan