Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Tahun terakhir SMA seharusnya hanya tentang ujian, kelulusan, dan perpisahan biasa. Namun Gama tak pernah menyangka bahwa perempuan paling berisik dalam hidupnya akan mengajarkannya tentang kehilangan untuk kedua kalinya.
Vania mulai sering sakit. Awalnya hanya pusing, lelah, dan beberapa kali pingsan di sekolah. Setelah operasi usus buntu, mereka mengira semuanya akan kembali seperti semula. Toh, Vania masih bisa bercanda dari ranjang rumah sakit, masih sempat mengeluh soal makanan rumah sakit yang hambar, masih mengirim pesan-pesan konyol pada Gama.
Tapi takdir ternyata tidak sesederhana itu.
Di tengah persiapan SNBT, kelulusan, dan impian mereka masing-masing, sebuah diagnosis baru menghancurkan dunia yang baru saja berusaha dibangun kembali oleh Gama setelah kepergian Ayahnya. Untuk pertama kalinya, Vania berhenti bertanya banyak hal. Untuk pertama kalinya pula, Gama belajar mengucapkan kata-kata yang selama ini selalu ditahannya. Tentang rasa sayang. Tentang takut kehilangan. Tentang seseorang yang diam-diam sudah menjadi rumah. Dan ketika musim kelulusan tiba, Gama akhirnya memahami bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memiliki akhir yang bahagia. Karena ada orang-orang yang datang bukan untuk tinggal selamanya. Mereka datang untuk mengubah hidupmu. Lalu pergi, meninggalkan jejak yang tak akan pernah bisa dihapus waktu.
Suatu hari nanti, di antara azan Maghrib, lagu-lagu Tulus yang diputar pelan, dan bangku perpustakaan yang pernah menjadi saksi kebersamaan mereka, Gama akan kembali merindukan seorang gadis Katolik yang cerewet, tengil, suka mi instan, dan selalu penasaran pada banyak hal.
Gadis yang pernah berkata bahwa rumah Gama terasa hangat. Gadis yang akhirnya pergi sebelum sempat melihat semua mimpi mereka terwujud. Dan sejak hari itu, Gama tahu, kehilangan yang paling menyakitkan bukanlah ketika seseorang menghilang tanpa pamit. Melainkan ketika kau sudah diberi kesempatan untuk mencintainya sepenuh hati, namun tetap harus melepaskannya untuk selamanya.
Vania mulai sering sakit. Awalnya hanya pusing, lelah, dan beberapa kali pingsan di sekolah. Setelah operasi usus buntu, mereka mengira semuanya akan kembali seperti semula. Toh, Vania masih bisa bercanda dari ranjang rumah sakit, masih sempat mengeluh soal makanan rumah sakit yang hambar, masih mengirim pesan-pesan konyol pada Gama.
Tapi takdir ternyata tidak sesederhana itu.
Di tengah persiapan SNBT, kelulusan, dan impian mereka masing-masing, sebuah diagnosis baru menghancurkan dunia yang baru saja berusaha dibangun kembali oleh Gama setelah kepergian Ayahnya. Untuk pertama kalinya, Vania berhenti bertanya banyak hal. Untuk pertama kalinya pula, Gama belajar mengucapkan kata-kata yang selama ini selalu ditahannya. Tentang rasa sayang. Tentang takut kehilangan. Tentang seseorang yang diam-diam sudah menjadi rumah. Dan ketika musim kelulusan tiba, Gama akhirnya memahami bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memiliki akhir yang bahagia. Karena ada orang-orang yang datang bukan untuk tinggal selamanya. Mereka datang untuk mengubah hidupmu. Lalu pergi, meninggalkan jejak yang tak akan pernah bisa dihapus waktu.
Suatu hari nanti, di antara azan Maghrib, lagu-lagu Tulus yang diputar pelan, dan bangku perpustakaan yang pernah menjadi saksi kebersamaan mereka, Gama akan kembali merindukan seorang gadis Katolik yang cerewet, tengil, suka mi instan, dan selalu penasaran pada banyak hal.
Gadis yang pernah berkata bahwa rumah Gama terasa hangat. Gadis yang akhirnya pergi sebelum sempat melihat semua mimpi mereka terwujud. Dan sejak hari itu, Gama tahu, kehilangan yang paling menyakitkan bukanlah ketika seseorang menghilang tanpa pamit. Melainkan ketika kau sudah diberi kesempatan untuk mencintainya sepenuh hati, namun tetap harus melepaskannya untuk selamanya.
Tokoh Utama
Theresa Vania Abigail
Gama Pradipta Wibhawa
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
1
Dibaca
524
Tentang Penulis
capa
-
Bergabung sejak 2026-03-16
Telah diikuti oleh 29 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 8,824 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Teleporter
Dwipena
Novel
Jika Besok Kamu Tidak Ada
capa
Novel
PARAPET
Tika Lestari
Novel
Mimosa Pudica
Kirana Putri Vebrianti
Novel
RAYHAN MAHAWIRA
starss
Novel
Romantic Destination (I Still Love You) Part 2
Alita
Novel
MAJOR(ILY)
NUN
Cerpen
instalasi hati 25%
Raja Alam Semesta
Novel
Sepucuk surat di bawah meja
Dhea Meliani
Cerpen
Embun untuk Daun
Ningningluvvzz
Novel
FRANCISCAN GARDEN
Marlina Permatasari
Novel
Istri Pengganti
Ana J
Novel
TAMBATAN HATI
Najma Gita
Cerpen
sebelum garis dimensi menutup
Venesia Laura
Cerpen
Laki-laki Tidak Bercerita
Reveniella
Rekomendasi