Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
mengisahkan awal perjalanan hidup Boe sebagai seorang pengembara yang memilih jalan sunyi setelah kehilangan cinta sejatinya, Septa Kurniati — seorang wanita berhati lembut dan calon dokter yang selama ini diam-diam menjadi sumber kekuatan dan arah hidup Boe.
Di awal cerita, Boe hanyalah mahasiswa teknik biasa yang penuh cita-cita, dan diam-diam mencintai Septa, teman kuliahnya. Namun perasaan itu ia pendam dalam diam. Mereka dekat, sering berbagi waktu dan cerita, namun batas hubungan mereka tetap dijaga oleh sikap saling menghormati.
Lambat laun, Boe mulai sadar bahwa cinta tak selalu harus diucapkan—karena Septa seolah sudah tahu, dan membalas perasaannya dalam bentuk perhatian dan kebijaksanaan yang sederhana tapi dalam. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Boe mulai melihat tanda-tanda perubahan dari Septa: tubuhnya lemah, wajahnya pucat, namun tetap menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman.
Ketika akhirnya Septa mengungkapkan bahwa ia mengidap penyakit autoimun (lupus), Boe hancur. Ia menguatkan diri untuk tetap di sisi Septa, bahkan mengungkapkan cinta di saat-saat paling rapuh. Septa menerima cinta itu dengan senyuman terakhirnya—senyuman yang tak akan pernah bisa Boe lupakan.
Sepanjang bab-bab berikutnya, kita melihat bagaimana Boe menemani Septa dirawat di rumah sakit. Harapan dan ketakutan datang silih berganti. Ia membaca surat-surat penuh pesan moral yang ditinggalkan Septa, mendengar doa-doa yang ditulis bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Boe. Hingga akhirnya, Septa meninggal dunia di pelukannya, meninggalkan lubang besar di hati Boe.
Dalam keheningan dan kehancuran itu, Boe akhirnya menulis surat terakhirnya untuk Septa—sebuah surat perpisahan dan janji. Ia memutuskan untuk meninggalkan semua zona nyamannya dan mengembara, bukan untuk lari, tapi untuk mencari makna hidup, menyebarkan kebaikan, dan menjalani nilai-nilai yang pernah diajarkan Septa. Ia membawa kenangan, doa, dan cinta yang tak sempat tumbuh penuh—sebagai bekal untuk menapaki jalan sunyi yang baru dimulai.
Di awal cerita, Boe hanyalah mahasiswa teknik biasa yang penuh cita-cita, dan diam-diam mencintai Septa, teman kuliahnya. Namun perasaan itu ia pendam dalam diam. Mereka dekat, sering berbagi waktu dan cerita, namun batas hubungan mereka tetap dijaga oleh sikap saling menghormati.
Lambat laun, Boe mulai sadar bahwa cinta tak selalu harus diucapkan—karena Septa seolah sudah tahu, dan membalas perasaannya dalam bentuk perhatian dan kebijaksanaan yang sederhana tapi dalam. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Boe mulai melihat tanda-tanda perubahan dari Septa: tubuhnya lemah, wajahnya pucat, namun tetap menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman.
Ketika akhirnya Septa mengungkapkan bahwa ia mengidap penyakit autoimun (lupus), Boe hancur. Ia menguatkan diri untuk tetap di sisi Septa, bahkan mengungkapkan cinta di saat-saat paling rapuh. Septa menerima cinta itu dengan senyuman terakhirnya—senyuman yang tak akan pernah bisa Boe lupakan.
Sepanjang bab-bab berikutnya, kita melihat bagaimana Boe menemani Septa dirawat di rumah sakit. Harapan dan ketakutan datang silih berganti. Ia membaca surat-surat penuh pesan moral yang ditinggalkan Septa, mendengar doa-doa yang ditulis bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Boe. Hingga akhirnya, Septa meninggal dunia di pelukannya, meninggalkan lubang besar di hati Boe.
Dalam keheningan dan kehancuran itu, Boe akhirnya menulis surat terakhirnya untuk Septa—sebuah surat perpisahan dan janji. Ia memutuskan untuk meninggalkan semua zona nyamannya dan mengembara, bukan untuk lari, tapi untuk mencari makna hidup, menyebarkan kebaikan, dan menjalani nilai-nilai yang pernah diajarkan Septa. Ia membawa kenangan, doa, dan cinta yang tak sempat tumbuh penuh—sebagai bekal untuk menapaki jalan sunyi yang baru dimulai.
Tokoh Utama
Boe Pengembara
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
10
Dibaca
560
Tentang Penulis
Eko Broto Budiarto
-
Bergabung sejak 2025-07-10
Telah diikuti oleh 47 pengguna
Sudah memublikasikan 5 karya
Menulis lebih dari 78,005 kata pada novel
Rekomendasi dari Petualangan
Novel
Jalan Sunyi
Eko Broto Budiarto
Novel
Flying Traveler
Bentang Pustaka
Novel
Langit Kelima: Kunci Etheria
Muhammad Algis algifachri
Novel
Cinta Dalam Ikhlas (Republish)
Bentang Pustaka
Novel
PENGHUJUNG RINDU
Safiraa
Novel
DETEKTIF KUCING
Nisa Salsabila
Novel
Pelukis Gurun Pasir
Republika Penerbit
Novel
NostalDia
Melia
Novel
Nick Oliver and the Soul of Terror
Mario Ekaputta
Novel
Cherwoni
Lindaw
Novel
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Novel
Sang Petarung
andra fedya
Novel
CENTHINI GUGAT [Kupu Putih Desa Jurang Jangkung]
Sri Wintala Achmad
Novel
KESTURI KAWA MENTILIN
Ardian Sufandi Z.S
Rekomendasi