Sedang Berlangsung
10 Disukai
1.7k Dibaca

Elusif

Penulis : Nur Ayu Anas
Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Gentala Atma Jaya adalah seorang laki-laki yang mengantongi juataan luka. Hidupnya penuh dengan kepiluan, rasa sakit serta duka yang kian hari semakin dalam dirasakannya akibat kehilangan-kehilangan yang menimpanya. Ia memilih bergumul dengan segala rutinitasnya pada perusahaan yang diteruskannya setelah ayahnya. Mempersibuk diri adalah cara yang ditempuh demi melupakan sejenak kesakitan-kesakitan yang ia rasa.
Ibunya adalah perempuan yang amat dicintainya rupanya turut meninggalkannya. Dipanggil tuhan disaat perasaannya belum benar-benar pulih dari kehilangan yang ia tuai. Kehilangan sosok ibu adalah kehilangan paling menyakitkan hingga ia merasa telah dipukul telak oleh kehidupan.
Waktu terus berlanjut, ia bertemu dengan seorang perempuan. Perempuan itu adalah Kirana, ia begitu dekat dengan keluarganya terutama ibunya. Kedekatan Genta dan Kirana rupanya berhasil membuat Genta sembuh dari luka-luka yang telah lama bernaung dalam dirinya. Mengenal Kirana adalah warna baru dalam hidupnya dimana sebelumnya Genta sempat terjerembab dalam lubang hitam yang begitu kelam. Hingga tanpa disadari keduanya terjebak dalam perasaan yang tak pernah mereka duga. Pengakuan pun mereka utarakan, namun bersama hanyalah angan yang terus mereka dambakan sebab jelas perbedaan tak bisa menyatukan mereka.
Perbedaan itu adalah batas tak kasat mata yang tak dapat mereka tembus. Ditambah lagi Jaya yang tak lain adalah Ayah Genta amat menentang hubungan itu jika diteruskan.

Jaya: Jangan terlalu naif menjadi manusia, mengharap akan ada jalan lain yang bisa ditempuh sementara jalur yang tepat amat jelas terpampang di hadapanmu. Ayah yakin sejak pertama kamu sendiri sudah tahu resikonya.

Tersadar bahwa bersama dalam perbedaan adalah ketidamungkinan, membuat mereka mengakhiri hubungan yang bahkan belum pernah mereka mulai.

Kirana: Kehilangan tanpa sempat memiliki memang menyakitkan. Tapi jika memiliki dengan harus mengorbankan satu diantaranya hanya akan menciptakan hal yang lebih menyakitkan lagi.

Genta: Jika ini akhir dari sebenar-benarnya penghentian. Bolehkah aku kembali menaruh harap? hingga sesuatu yang kita anggap berakhir menjelma menjadi sebuah permulaan.

Hari-hari semakin berat. Rentetan tanya menghantui pikiran kedua insan ini. Berbagai masalah kian mendera. Hingga kepasrahan menyelinap dalam diri mereka. Entah bagaiamana tuhan menaruh takdirnya, apakah kebersamaan yang nyata ataukah kebersamaan itu hanya menjadi angan-angan yang berujung ketidakpastian?
Tokoh Utama
Gentala Atma Jaya
Putri Kirana Bagaskoro