Novel
Genre → Sejarah
Delapan Tangan
Mulai membaca
Berlangsung
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"DELAPAN TANGAN"

Nama gue Maya. Umur 29. Pekerjaan: tiang.

Dari umur 9 tahun gue nopang rumah. Satu tangan megang wajan gosong. Satu tangan ngerjain PR adek. Satu tangan ngepel lantai. Satu tangan ngitung duit receh. Satu tangan nutup mulut sendiri biar nggak nangis. Satu tangan nahan tiang yang mau roboh. Satu tangan nangkep genteng bocor. Satu tangan kosong, mau ngeraih sesuatu tapi nggak nyampe.

Delapan. Semuanya kerja. Nggak ada yang buat meluk gue.

Bapak tidur. Ibu nangis. Adek kecanduan. Ozi beli nyawa gue seratus juta.

Gue kira gue Elsa. Ternyata gue tembok. Disenderin semua orang, tapi nggak boleh retak.

Sampai hari ke-631.

Sampai gue roboh 10 menit di teras. Nggak pamit. Nggak ninggalin pesan. Cuma roboh.

Sampai Bapak bangun dari tidur 29 tahun. Pake kopiah lusuh. Duduk di samping gue, bilang: "Maya cuti. Gantian Bapak ronda."

Ini bukan cerita tentang anak pertama yang kuat.

Ini cerita tentang anak pertama yang nyerah.

Dan ternyata, pas dia nyerah... rumahnya nggak roboh.

Rumahnya gantian nyangga dia.

*"Sebelum aku jadi jendela, aku tiang."*
Tokoh Utama
Maya
Ayah
Gapoi
Ibu
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
18
Tentang Penulis
Maya Ernesta Barus
-
Bergabung sejak 2026-04-16
Telah diikuti oleh 6 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 895 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi