Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
"Di kota ini, kebenaran punya harga selangit. Dan gue cuma punya koper kardus serta sepatu diskonan."
Aris adalah anomali di SMA Pelita Bangsa. Siswa beasiswa asal desa dengan mimpi yang dianggap terlalu lancang: memakai jubah hitam dan mengetok palu keadilan sebagai seorang hakin. Namun, di sekolah yang dikuasai oleh Dinasti Wardoyo, kecerdasan Aris adalah ancaman, dan kemiskinannya adalah lelucon yang tak lucu.
Tuju-putra tunggal donatur utama yang merasa memiliki segalanya-memastikan hidup Aris menjadi neraka. Dari makian di koridor hingga perundungan brutal di toilet lantai tiga yang sunyi. Dunia seolah menutup mata, dan hukum tampak bertekuk lutut di bawah saldo ATM tujuh digit.
Namun, Tuju tidak tahu satu hal: Aris tidak sedang menyerah.
Di sebuah kontrakan sempit, Aris sedang menyusun "kasus" terakhirnya. Sebuah jas hitam bekas pemberian Ibunya bukan sekadar pakaian itu adalah "kotak hitam" yang menyimpan bukti kehancuran sebuah dinasti.
Saat kursi plastik merah itu terguling, sidang yang sesungguhnya baru saja dimulai. Karena bagi Aris, satu-satunya cara untuk menjatuhkan vonis mati bagi ketidakadilan adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai barang bukti utama.
Vonis jatuh. Dan kota itu tidak akan pernah sama lagi.
Jika kebenaran harus dibayar dengan nyawa, apakah kau siap mendengarkan suara yang selama ini dibungkam?
Aris adalah anomali di SMA Pelita Bangsa. Siswa beasiswa asal desa dengan mimpi yang dianggap terlalu lancang: memakai jubah hitam dan mengetok palu keadilan sebagai seorang hakin. Namun, di sekolah yang dikuasai oleh Dinasti Wardoyo, kecerdasan Aris adalah ancaman, dan kemiskinannya adalah lelucon yang tak lucu.
Tuju-putra tunggal donatur utama yang merasa memiliki segalanya-memastikan hidup Aris menjadi neraka. Dari makian di koridor hingga perundungan brutal di toilet lantai tiga yang sunyi. Dunia seolah menutup mata, dan hukum tampak bertekuk lutut di bawah saldo ATM tujuh digit.
Namun, Tuju tidak tahu satu hal: Aris tidak sedang menyerah.
Di sebuah kontrakan sempit, Aris sedang menyusun "kasus" terakhirnya. Sebuah jas hitam bekas pemberian Ibunya bukan sekadar pakaian itu adalah "kotak hitam" yang menyimpan bukti kehancuran sebuah dinasti.
Saat kursi plastik merah itu terguling, sidang yang sesungguhnya baru saja dimulai. Karena bagi Aris, satu-satunya cara untuk menjatuhkan vonis mati bagi ketidakadilan adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai barang bukti utama.
Vonis jatuh. Dan kota itu tidak akan pernah sama lagi.
Jika kebenaran harus dibayar dengan nyawa, apakah kau siap mendengarkan suara yang selama ini dibungkam?
Tokoh Utama
Aris
Tuju
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
kayaknya ceritanya menarik nih
Disukai
1
Dibaca
5
Tentang Penulis
Muhamad Zuhril Haq
-
Bergabung sejak 2026-03-30
Telah diikuti oleh 4 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 1,161 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
Bungkaman Suara Aris
Muhamad Zuhril Haq
Novel
Muhasabah Cinta
Falcon Publishing
Novel
Kambing dan Hujan
Bentang Pustaka
Flash
Ibu Merindukanmu
Daud Farma
Novel
Bidadari Milik Hudzaifah
khesya suci afifatul salwa
Novel
Besok Saja Kita Bahagia
Hani Abla
Novel
Embun di Atas Daun Maple
Hadis Mevlana
Cerpen
Di Antara Jatuh, Doa, dan Nama Ayah
Ahmad Wahyudi
Novel
SATARUPA
Nawasena Afati
Cerpen
Lagu untuk Sahabat
Hendra
Cerpen
Suara di Kuburan
Tin Miswary
Novel
Lelaki Pilihan
Syafaa Dewi
Novel
Ada Pelangi di Balik Hujan
Mizan Publishing
Novel
Takdir Allah Tak Pernah Salah
Mizan Publishing
Novel
Rengkuh
Lily N. D. Madjid
Rekomendasi