Telah Selesai
44 Disukai
1.4k Dibaca

Biru Cinta Sedalam Rindu 1

Favorit
Gratis
QR Code
Bagikan
Blurb
Farid Ibrahim, seorang diplomat muda yang menjalankan tugas pertamanya di Finlandia, bertemu dengan dua orang gadis yang mempengaruhi perjalanan hidupnya di salah satu negeri terindah di Eropa Utara. Dua gadis itu bernama Amelia Prihandini dan Hanna Korhonen. Amelia adalah seorang pianis tanah air ternama serta telah menyabet beberapa penghargaan nasional dan internasional. Sedangkan Hanna merupakan seorang pengusaha toko bunga yang sederhana. Selain itu, Amelia adalah seorang putri duta besar Indonesia di Finlandia dan Hanna adalah seorang gadis yatim piatu yang berasal dari sebuah desa kecil di utara Helsinki. Tinggal dan hidup dibesarkan oleh neneknya.
Hanna orang yang baik, ramah, dan ceria. Sedangkan Amelia kekanakan, manja, dan angkuh. Hubungan Farid kepada dua orang gadis ini sungguh berdinamika. Farid bisa berteman akrab dengan Hanna, namun dengan Amelia, mereka lebih banyak bertengkar. Amelia membenci pengekangan yang dilakukan oleh ayahnya sehingga dia menjadi gadis pemberontak. Farid pun benar-benar harus bersabar menghadapi kelakuan Amelia, hingga pada suatu titik, Amelia mulai mau belajar untuk mengubah perilakunya.
Selama proses perubahannya menjadi gadis yang baik, Farid yang membimbingnya pelan-pelan mulai merasakan adanya cinta kepada Amelia. Perasaan cinta yang sama pun juga dirasakan oleh Amelia. Tetapi Farid sendiri rupanya tidak tahu bahwa Hanna juga mencintainya diam-diam. Di tengah hubungan cinta mereka yang kompleks, Amelia pun sibuk mempersiapkan dirinya menghadapi kompetisi internasional bernama Maj Lind di Helsinki. Dia harus bersaing keras melawan rival terberatnya bernama Edvard Nieminen. Persaingan yang ketat itu membuat Amelia dan Edvard saling menantang satu sama lain untuk mengerjakan suatu tantangan apabila salah satu di antara mereka kalah dalam pertandingan Maj Lind.
Usaha Amelia untuk memenangkan kompetisi Maj Lind itu juga menemui ganjalan. Calon tunangan Edvard yang bernama Margareta Laine berniat jahat kepadanya. Demi menolong Edvard supaya bisa menang kompetisi Maj Lind, Margareta nekat menyingkirkan Amelia dengan cara yang tidak sportif, dengan melakukan penculikan dan penyiksaan terhadapnya. Kejadian ini membuat Amelia mengalami trauma yang mendalam. Dia mengalami luka secara fisik.
Dalam tragedi penculikan itu, Farid tidak berhasil menyelamatkan Amelia dari para penculiknya. Dia terluka parah dalam perkelahian dan Farid menderita luka dalam kepalanya sehingga dia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Ketika melihat kondisi Farid yang masih terbaring lemah, Amelia yang bersedih hati, berusaha membangunkannya dengan membacakan ayat suci dan terus memanggil-manggil namanya.
Usaha Amelia berhasil. Farid tersadarkan diri. Begitu bangun, Farid terkejut melihat perubahan pada diri Amelia. Dia terkesima dengan perubahan itu. Cinta dan rindunya semakin menggebu kepada Amelia. Jiwanya pun terasa meleleh melihat tangis di wajah Amelia. Pada saat pertemuan itulah, akhirnya Amelia dan orangtuanya menyadari siapa Farid sebenarnya dengan kedatangan orangtua Farid untuk menjenguk anak mereka.
Beberapa hari setelah pertemuan itu, Amelia pulang ke Indonesia bersama orangtuanya. Farid mendengar kabar itu pada hari terakhirnya di rumah sakit. Mendengar Amelia pergi ke Indonesia, hatinya berdenyut. Dia risau memikirkan Amelia. Kerisauannya bertambah pula ketika ayahnya tiba-tiba memberikan suatu pengumuman kepadanya, bahwa Farid akan dijodohkan dengan jodoh pilihan ayahnya. Farid tidak boleh menolak jodoh pilihan ayahnya itu, kecuali apabila dia sudah memilih seorang gadis yang menjadi pilihan Farid sendiri.
Farid yang risau pun meminta nasihat dari sahabatnya, Panji, dan juga seorang imam masjid di Helsinki yang akrab dengannya, bernama Imam Hasan. Keduanya menyarankan agar Farid melaksanakan istikharah, meminta petunjuk dari Tuhan supaya Farid dapat memantapkan keputusan dan pilihannya, kepada siapa cintanya berlabuh. Di tengah pergulatan batinnya, Farid menjumpai Hanna di depan masjid, di tengah hari yang dingin dan turun salju. Farid terkejut Hanna sedang belajar agama Islam dan dia senang mendengar kabar baik itu.
Ketika mereka sedang mengobrol, Hanna bermaksud mengutarakan cintanya kepada Farid. Tetapi rasa malu menahan dirinya mengucapkan cintanya. Hingga kemudian setelah Farid berpamitan dengan Hanna untuk meninggalkannya, Hanna menangis dengan berbisik lirih, bahwa dia mencintai Farid. Dia menangis di tengah turunnya salju yang mengepung dirinya. Menyesal tidak berani menyatakannya secara langsung kepada Farid.
Tokoh Utama
Farid Ibrahim
Amelia Prihandini
Hanna Korhonen
Edvard Nieminen
Bukan Surga Impian
Syariat Cinta
PEREMPUAN SURGAWI
I'm The Motivator
Cinta Tanpa Kata
Cinta Tapi Diam
Istri Kedua Gus
Romantic Destination
Bukan Ayat-ayat Cinta
Istiqomah Until Jannah
Rekomendasi
Phillip and Lillian
Bersua
Tikus-Tikus Dalam Otakku
Half of Lemon
Para Joki
HOLOCAUST : The Cambodian Traumatic
HAIPUR
Tahu-tahu Jodoh
Pesona Ayah
Philophobia