Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Di sebuah rumah kayu tua dengan dinding berlapis koran usang, seorang gadis kecil berambut kribo tumbuh bersama bunyi gesekan daun pandan dan sunyi yang panjang. Rambutnya kerap menjadi bahan ejekan, hidupnya sering dipandang sebelah mata. Namun dari tangannya yang kecil dan sabar, anyaman tikar perlahan terbentuk seperti hidupnya sendiri, rapuh di awal, tetapi menguat seiring waktu.
Anyaman tikar bukan sekadar pekerjaan turun-temurun bagi keluarganya. Ia adalah bahasa diam tentang ketekunan, tentang bertahan di tengah keterbatasan, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar mati. Setiap helai pandan yang dirajut menyimpan cerita tentang kelelahan ibu, tentang ayah yang lebih sering diam, dan tentang mimpi-mimpi yang terasa terlalu tinggi untuk digantungkan pada rumah sederhana itu. Dalam perjalanan hidupnya, gadis kribo itu dihadapkan pada banyak pertanyaan: apakah ia harus setia pada tradisi, atau berani melangkah mengejar pendidikan dan masa depan yang asing baginya? Ia bergulat dengan rasa rendah diri, kehilangan, tekanan ekonomi, serta ketakutan akan gagal tak hanya gagal meraih mimpi, tetapi juga gagal membahagiakan orang-orang yang ia cintai.
Di tengah luka, rindu, dan keraguan, ia belajar bahwa dirinya tidak harus berubah menjadi orang lain untuk layak dihargai. Rambut kribonya, anyaman tikar, dan masa lalu yang penuh keterbatasan justru menjadi identitas yang meneguhkan langkahnya. Dari sana, ia mulai memahami bahwa hidup bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang berani merajut diri sendiri dari potongan-potongan luka dan harapan. "Anyaman Tikar di Rambut Si Kribo" adalah kisah tentang perempuan, keteguhan hati, dan keberanian mencintai diri sendiri. Sebuah cerita yang mengajak pembaca menengok ke belakang pada rumah, pada akar, pada luka untuk kemudian melangkah ke depan dengan kepala tegak dan hati yang utuh.
Anyaman tikar bukan sekadar pekerjaan turun-temurun bagi keluarganya. Ia adalah bahasa diam tentang ketekunan, tentang bertahan di tengah keterbatasan, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar mati. Setiap helai pandan yang dirajut menyimpan cerita tentang kelelahan ibu, tentang ayah yang lebih sering diam, dan tentang mimpi-mimpi yang terasa terlalu tinggi untuk digantungkan pada rumah sederhana itu. Dalam perjalanan hidupnya, gadis kribo itu dihadapkan pada banyak pertanyaan: apakah ia harus setia pada tradisi, atau berani melangkah mengejar pendidikan dan masa depan yang asing baginya? Ia bergulat dengan rasa rendah diri, kehilangan, tekanan ekonomi, serta ketakutan akan gagal tak hanya gagal meraih mimpi, tetapi juga gagal membahagiakan orang-orang yang ia cintai.
Di tengah luka, rindu, dan keraguan, ia belajar bahwa dirinya tidak harus berubah menjadi orang lain untuk layak dihargai. Rambut kribonya, anyaman tikar, dan masa lalu yang penuh keterbatasan justru menjadi identitas yang meneguhkan langkahnya. Dari sana, ia mulai memahami bahwa hidup bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang berani merajut diri sendiri dari potongan-potongan luka dan harapan. "Anyaman Tikar di Rambut Si Kribo" adalah kisah tentang perempuan, keteguhan hati, dan keberanian mencintai diri sendiri. Sebuah cerita yang mengajak pembaca menengok ke belakang pada rumah, pada akar, pada luka untuk kemudian melangkah ke depan dengan kepala tegak dan hati yang utuh.
Tokoh Utama
Sarina
#1
Aku Lahir di Rumah yang Retak (1970)
#2
Rambut keriting dan nama yang melekat
#3
Huruf-Huruf yang Kupeluk dengan Semangat
#4
Cinta yang Tak Pernah Diminta
#5
Kami Berdua dan Tanah yang Tidak Pernah Bohong
#6
Lebaran Tanpa Baju Baru
#7
Adikku, Satu-satunya Teman Bicara
#8
Anyaman Tikar dan Harga Diri
#9
Emas Kecil dari Tanah Ladang
#10
Surat-Surat yang Tak Pernah Dijawab
#11
Pelecehan
#12
Hak untuk Dipilih
#13
Lelaki dari Kampung Seberang
#14
Cinta yang Tak Pernah Mudah bagi Perempuan Kampung
#15
Tangisan Tanpa Gondang
#16
Sunyi yang Retak Perlahan
#17
Enam Bulan yang Sunyi
#18
Aku Melahirkan Harapan
#19
Arti Sebuah Nama
#20
Dua Kepergian yang Tidak Pernah Siap Kutahan
#21
Tangga yang Sunyi
#22
Ayah di Mata Anakku
#23
Bertani, Bertahan, Bertarung dengan Hidup
#24
Tiga Tahun yang Tidak Pernah Kami Tinggalkan
#25
Tiga Tahun yang Tidak Pernah Kami Tinggalkan Part II
#26
Hampir Kehilangan
#27
Semangat yang Kuturunkan Padanya
#28
Pendidikan yang Tinggi
#29
Hampir Menyerah
#30
Aku Tak Lagi Kecil
#31
Anyaman Terakhir
#32
Riwayat Hidup Penulis
#33
Testimoni Pembaca
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
1
Dibaca
2.3k
Tentang Penulis
Ulva Idaryani Daulay
-
Bergabung sejak 2026-05-13
Telah diikuti oleh 12 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 67,085 kata pada novel
Rekomendasi dari Self Improvement
Novel
Anyaman di Rambut Si Kribo
Ulva Idaryani Daulay
Flash
Aruna dan Robin
Hans Wysiwyg
Flash
Kesunyian mawar merah
sk_26
Novel
Tidak Harus Sembuh untuk Tetap Hidup
Novenita Marpaung
Cerpen
Dia Yang Tidak Butuh Pujian
T. Filla
Flash
Bukan Malin Kundang
Nurul Arifah
Flash
Gagak dan Guci Air
Ahmad Muhaimin
Flash
JANGAN JADI GURU!
Hans Wysiwyg
Cerpen
OUR HOPE
Ningningluvvzz
Novel
Yang Terpilih
Kemala88
Flash
Sebuah pencarian untuk kembali
Asep Saepuloh
Cerpen
Tiket Sekali Jalan ke Diri Sendiri
Penulis N
Novel
Gema dalam Hening: Kamus Cinta yang Tak Terucap
Bintang Senjaku
Novel
Berdiri Di Ambang Dunia
Asep Saepuloh
Novel
Mystic Reveries: Chronicles of the Soul's Journey
Liepiescesha
Rekomendasi