Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Rei tidak tahu sejak kapan waktunya berhenti. Yang ia tahu, jam dindingnya mati di pukul 03:14, dan setiap hari adalah 16 Oktober yang sama.
Ia menulis 31 surat untuk Esok — untuk maaf yang ditunda, untuk pulang yang tak pernah sampai, dan untuk seorang anak kecil di halte yang masih percaya bahwa hari esok itu ada.
Sebuah novel puitis tentang kopi yang selalu dingin, halte yang catnya mengelupas, dan keberanian untuk hidup hari ini — karena hari ini adalah satu-satunya yang kita punya.
Ia menulis 31 surat untuk Esok — untuk maaf yang ditunda, untuk pulang yang tak pernah sampai, dan untuk seorang anak kecil di halte yang masih percaya bahwa hari esok itu ada.
Sebuah novel puitis tentang kopi yang selalu dingin, halte yang catnya mengelupas, dan keberanian untuk hidup hari ini — karena hari ini adalah satu-satunya yang kita punya.
Tokoh Utama
Rei
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Raihan Langit
Penulis iseng
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 35 pengguna
Sudah memublikasikan 6 karya
Menulis lebih dari 79,982 kata pada novel
Rekomendasi dari Self Improvement
Novel
Andai Hari Esok tak Pernah Ada
Raihan Langit
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti
Cerpen
Kehilangan Diri
Fata Raya
Flash
Bunga terakhir
Aris Setiawan
Flash
Mengeja Angka
Chie Kudo
Flash
Bayangan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bawa Aku, Kemana Kau Pergi
angin lembah
Cerpen
Aku Gila!
aksara_g.rain
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Flash
Sayap sayap dari luka
Nunu nugraha
Flash
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Novel
Tidak Harus Sembuh untuk Tetap Hidup
Novenita Marpaung
Flash
Senyap dalam Kepala
Ika nurpitasari
Cerpen
Tahta Sunyi Sang Antagonis
Ron Nee Soo
Flash
Selanjutnya, Kemana?
Rizki Mubarok
Rekomendasi