Tak peduli dimana kaki berpijak,
Kita sebenarnya berjalan di tengah hutan.
Kadang lebih sunyi dari sepi itu sendiri, meski di depan mata keramaian berteriak tanpa henti.
Setiap langkah penuh perhitungan. Kadang kita tersesat dalam kebingungan, terjebak dalam ego, harapan semu, atau terperosok dalam luka dan kegagalan.
Lalu kabut itu datang,
menyelinap dalam nafsu ...
menyamar sebagai pembenaran, membisikkan arah yang salah meski terdengar meyakinkan.
Dan kita pun kehilangan arah ...
Maka menunduklah. agar kau bisa melihat tanah tempatmu berpijak.
Dengarkan suara nurani itu.
Bahkan dalam gelap dosa dunia
Ia yang paling jujur bukan?
Mungkin …
suara itulah satu-satunya petunjuk, menuntun mu ke arah yang benar ...