Jika waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan berusaha mencari tahu alasan mengapa kamu akhirnya memilih pergi. Bukan aku tak percaya bahwa penjelasan bisa membantu memahami sesuatu, sekecil apapun itu. Tapi aku memang tidak butuh penjelasan apapun darimu.
Semua sudah terlalu jelas. Dan ...
Aku tahu dan sangat yakin, penjelasanmu tidak akan mengubah keputusanmu. Mengertiku dan tidakmengertiku tidak akan membatalkan keputusanmu.
Kamu tetap pergi, pasti.
Aku hanya akan bercermin, melihat diriku sendiri. Mencari yang kurang dan yang salah, lalu memperbaikinya. Aku tahu, tentu ada yang luput dan tak kusadari.
Mungkin pelukan yang selama ini kuanggap cukup, ternyata terlalu erat untukmu. Mungkin perhatian-perhatian yang menurutku wajar, ternyata cenderung berlebihan bagimu.
Tapi, betapapun, aku tidak akan berubah menjadi orang lain. Dicintai dengan menjadi bukan diri sendiri tidak pernah lebih baik dari sama sekali tidak dicintai. Dan nyatanya aku pernah kaucintai dengan menjadi diri sendiri.
Aku hanya akan tumbuh menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Tetap tidak sempurna. Tapi barangkali cukup untuk menahanmu agar tetap di sini.
Nyatanya perubahan bukan soal kesempurnaan, namun beranjak lebih baik dari sebelumnya.
Nyatanya tidak pernah ada seseorang yang sempurna. Tapi selalu ada seseorang yang pantas untuk dicinta.