Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
5
Lili Putih untuk Lana
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Tian masuk ke sebuah toko bunga di pinggir jalan. Matanya tertuju pada seikat lili putih yang segar, bunga favorit Lana. Setelah membayar, dia memandangi bunga itu sejenak. Berharap buket sederhana di hadapannya bisa meluluhkan hati Lana.

Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya dipenuhi kekhawatiran. Air mata Lana setelah perdebatan semalam terus terbayang di benaknya. Dia masih ingat bagaimana keluhan sederhananya tentang secangkir teh yang kurang manis menjadi pemicu perang dingin di antara mereka.

Hingga saat dia berangkat kerja tadi pagi, Lana masih marah. Lana tetap menyiapkan sarapan, tetapi tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada Tian.

Sesampainya di rumah, Tian melihat Lana duduk sendirian di ruang tengah. Televisi menyala, tetapi tatapannya kosong. Secangkir teh yang nyaris dingin masih tergenggam di tangan kanannya.

Tian berjalan mendekat dan menyodorkan bunga itu dengan jantung berdebar. Lidahnya masih kelu dan sulit berkata-kata.

Lana memandang bunga itu selama beberapa detik, lalu matanya bertemu dengan mata Tian. “Untuk apa bunga ini?”

Tian terdiam sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri berbicara.

“Aku ingin meminta maaf atas kejadian semalam. Maaf sudah membuatmu marah dan terluka,” kata Tian sembari menatap Lana lekat-lekat.

Lana memindahkan cangkirnya ke atas meja. Matanya sedikit berkaca-kaca.

“Aku juga minta maaf karena marah-marah sama kamu. Mungkin benar yang kamu bilang, aku lelah dan jadi sensitif.”

Tian tidak menyangka Lana akan luluh secepat itu.

Melihat ekspresi Tian, Lana kembali berbicara. “Kamu kenapa?”

“Aku hanya tidak menyangka kamu memaafkanku secepat ini. Biasanya…”

Belum sempat Tian menyelesaikan kalimatnya, Lana sudah memotong.

“Aku capek diam-diaman terus.”

Tian tersenyum, lalu duduk di samping Lana.

“Boleh aku memelukmu?” tanya Tian hati-hati.

Lana tertawa kecil, lalu mengangguk.

Tian menarik Lana ke dalam pelukan. Kehangatan perlahan kembali hadir di antara mereka.

“Malam ini kita harus bicara,” bisik Lana di telinga Tian.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi